ANALISIS IN SILICO SENYAWA DARI BATANG BAJAKAH SEBAGAI INHIBITOR HUMAN EPIDERMAL RECEPTOR 2 (HER-2) PADA KANKER PAYUDARA
Kanker payudara dengan ekspresi berlebih protein Human Epidermal Receptor 2 (HER-2) merupakan kondisi keganasan agresif yang menjadi penyebab utama kematian wanita di dunia. Penelitian ini mengeksplorasi potensi kekayaan hayati Indonesia, khususnya batang kayu Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) asal Kalimantan, sebagai kandidat inhibitor HER-2. Melalui metode penambatan molekul (molecular docking) secara in silico, penelitian ini mengevaluasi afinitas pengikatan senyawa metabolit sekunder Bajakah terhadap protein target yang strukturnya diperoleh dari Protein Data Bank (PDB). Parameter utama yang diamati meliputi nilai energi bebas ikatan (ΔG) dan konstanta inhibisi untuk menentukan kekuatan interaksi ligan-protein. Selain aspek farmakodinamik, studi ini juga mengintegrasikan analisis ADME dan Aturan Lima Lipinski guna memprediksi profil farmakokinetik serta kelayakan senyawa sebagai obat oral pada manusia. Hasil evaluasi Lipinski's Rule of Five menunjukkan bahwa sepuluh senyawa uji memenuhi kriteria kelayakan sebagai obat oral, serta memiliki profil ADMET yang relatif baik tanpa adanya prediksi potensi toksisitas mutagenik (AMES) maupun hepatotoksik. Hasil docking molekuler menunjukkan seluruh senyawa mampu berinteraksi pada kantong aktif HER-2, di mana liquiritigenin menunjukkan energi ikatan paling rendah (-7,61 kcal/mol) dan konstanta inhibisi terkecil (2,63 µM) di antara senyawa uji, sedangkan aromadendrin membentuk jumlah ikatan hidrogen terbanyak yaitu delapan ikatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar saintifik terhadap penggunaan tradisional Bajakah dalam pengembangan terapi kanker modern yang efektif.