Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Bajakah
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BATANG BAJAKAH (Spatholobus littoralis Hassk) DENGAN METODE DPPH (1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazyl)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bajakah merupakan tumbuhan yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan yang ada pada batang bajakah dengan ekstrak etanol dan menggunakan metode uji DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) sebagai radikal bebas. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental, sampel batang bajakah diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70%. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak etanol batang bajakah dengan metode maserasi, penetapan kadar air, skrinning fitokimia, pengujian aktivitas antioksidan melalui spektrofotometer UV-Vis dan analisis data. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah batang bajakah (Spatholobus littoralis Hassk). Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak positif mengandung flavonoid, fenolik, saponin, dan terpenoid. Uji kuantitatif menghasilkan nilai IC₅₀ ekstrak sebesar 206,81 ppm (kategori sangat lemah), sedangkan kontrol positif vitamin C memiliki nilai IC₅₀ 7,62 ppm (kategori sangat kuat). Analisis statistik dengan uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data terdistribusi normal (p=0,061 > 0,05). Uji independent sample T-Test dengan Levene test sig 0,018 (p<0,05) menghasilkan nilai p=0,015 (p<0,05), yang menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kelompok ekstrak batang bajakah dan vitamin C. Hasil uji ekstrak etanol batang bajakah memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami, namun efektivitasnya masih jauh lebih rendah dibandingkan vitamin C sehingga perlu proses penyesuaian metode ekstraksi atau kombinasi dengan senyawa lain.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS IN SILICO SENYAWA DARI BATANG BAJAKAH SEBAGAI INHIBITOR HUMAN EPIDERMAL RECEPTOR 2 (HER-2) PADA KANKER PAYUDARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kanker payudara dengan ekspresi berlebih protein Human Epidermal Receptor 2 (HER-2) merupakan kondisi keganasan agresif yang menjadi penyebab utama kematian wanita di dunia. Penelitian ini mengeksplorasi potensi kekayaan hayati Indonesia, khususnya batang kayu Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) asal Kalimantan, sebagai kandidat inhibitor HER-2. Melalui metode penambatan molekul (molecular docking) secara in silico, penelitian ini mengevaluasi afinitas pengikatan senyawa metabolit sekunder Bajakah terhadap protein target yang strukturnya diperoleh dari Protein Data Bank (PDB). Parameter utama yang diamati meliputi nilai energi bebas ikatan (ΔG) dan konstanta inhibisi untuk menentukan kekuatan interaksi ligan-protein. Selain aspek farmakodinamik, studi ini juga mengintegrasikan analisis ADME dan Aturan Lima Lipinski guna memprediksi profil farmakokinetik serta kelayakan senyawa sebagai obat oral pada manusia. Hasil evaluasi Lipinski's Rule of Five menunjukkan bahwa sepuluh senyawa uji memenuhi kriteria kelayakan sebagai obat oral, serta memiliki profil ADMET yang relatif baik tanpa adanya prediksi potensi toksisitas mutagenik (AMES) maupun hepatotoksik. Hasil docking molekuler menunjukkan seluruh senyawa mampu berinteraksi pada kantong aktif HER-2, di mana liquiritigenin menunjukkan energi ikatan paling rendah (-7,61 kcal/mol) dan konstanta inhibisi terkecil (2,63 µM) di antara senyawa uji, sedangkan aromadendrin membentuk jumlah ikatan hidrogen terbanyak yaitu delapan ikatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar saintifik terhadap penggunaan tradisional Bajakah dalam pengembangan terapi kanker modern yang efektif.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail