Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ZULFIA TITA ADHARANI

2 karya publik ditemukan.

2024: 2

STUDI ANALISIS INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KUDUNGGA SANGATTA KUTAI TIMUR

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu dari 10 penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian tertinggi yang ditandai dengan nilai tekanan darah yang melebihi batas normalnya. Pada terapi pengobatan hipertensi umumnya dengan menggunakan monoterapi atau kombinasi terapi obat yang dapat memungkinkan terjadinya interaksi obat. Interaksi obat merupakan terdapatnya dua atau lebih obat yang diberikan secara bersamaan yang dapat memberikan efek masing-masing obat. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis obat antihipertensi yang menyebabkan interaksi obat. Jenis penelitian yang dilakukan secara deskriptif non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif. Objek yang diteliti adalah data interaksi obat antihipertensi yang diperoleh berdasarkan hasil rekam medis pasien hipertensi rawat jalan. Sampel penelitian ini adalah data rekam medis pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Kudungga Sangatta Kutai Timur periode bulan Januari-Juni tahun 2023. Data yang telah diidentifikasi selanjutnya diolah untuk mengetahui interaksi obat antihipertensi. Peninjauan data menggunakan situs drugs.com untuk mengetahui interaksi obat yang terjadi serta analisis data dengan menggunakan aplikasi Microsoft excel. Penelitian ini memaparkan persentase dalam bentuk tabel hasil dari data interaksi obat dengan kategori yang telah didapatkan. Hasil penelitian yang diperoleh obat antihipertensi yang menyebabkan interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan minor 2 kasus (2%), moderate 58 kasus (48%) dan mayor 17 kasus (14%). Berdasarkan mekanisme interaksi obat farmakodinamik sejumlah 44 kasus (59%) dan farmakokinetik sejumlah 30 kasus (41%). Obat antihipertensi yang mengalami interaksi terbanyak adalah penggunaan obat amlodipin dan bisoprolol sebanyak 17 kasus (30%) dengan tingkat keparahan interaksi obat moderate.

STUDI ANALISIS INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KUDUNGGA SANGATTA KUTAI TIMUR

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan salah satu dari 10 penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian tertinggi yang ditandai dengan nilai tekanan darah yang melebihi batas normalnya. Pada terapi pengobatan hipertensi umumnya dengan menggunakan monoterapi atau kombinasi terapi obat yang dapat memungkinkan terjadinya interaksi obat. Interaksi obat merupakan terdapatnya dua atau lebih obat yang diberikan secara bersamaan yang dapat memberikan efek masing-masing obat. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis obat antihipertensi yang menyebabkan interaksi obat. Jenis penelitian yang dilakukan secara deskriptif non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif. Objek yang diteliti adalah data interaksi obat antihipertensi yang diperoleh berdasarkan hasil rekam medis pasien hipertensi rawat jalan. Sampel penelitian ini adalah data rekam medis pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Kudungga Sangatta Kutai Timur periode bulan Januari-Juni tahun 2023. Data yang telah diidentifikasi selanjutnya diolah untuk mengetahui interaksi obat antihipertensi. Peninjauan data menggunakan situs drugs.com untuk mengetahui interaksi obat yang terjadi serta analisis data dengan menggunakan aplikasi Microsoft excel. Penelitian ini memaparkan persentase dalam bentuk tabel hasil dari data interaksi obat dengan kategori yang telah didapatkan. Hasil penelitian yang diperoleh obat antihipertensi yang menyebabkan interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan minor 2 kasus (2%), moderate 58 kasus (48%) dan mayor 17 kasus (14%). Berdasarkan mekanisme interaksi obat farmakodinamik sejumlah 44 kasus (59%) dan farmakokinetik sejumlah 30 kasus (41%). Obat antihipertensi yang mengalami interaksi terbanyak adalah penggunaan obat amlodipin dan bisoprolol sebanyak 17 kasus (30%) dengan tingkat keparahan interaksi obat moderate.