Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

1.289 item publik

Publikasi

Halaman 15 dari 65

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol dan Fraksi Daun Senduduk (Melastoma malabathricum L.) dengan Metode ABTS

ELLES CHRISTMYER ALUNG
· Thesis · Open Access

Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan memicu berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan berperan dalam menetralkan radikal bebas, di mana sumber alami seperti tumbuhan dianggap lebih aman dibandingkan antioksidan sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol dan fraksi daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) berdasarkan nilai IC₅₀ menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis (3-thylbenzothiqzolin)-6-Sulfonic Acid). Penelitian dilakukan secara eksperimental in vitro meliputi ekstraksi dengan etanol 70% secara maserasi, fraksinasi menggunakan n-heksan, etil asetat, dan air, serta uji aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 743 nm. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan tanin; fraksi etil asetat mengandung flavonoid, steroid dan tanin; fraksi air mengandung saponin, triterpenoid dan, tanin; sedangkan fraksi n-heksan mengandung alkaloid, flavonoid, saponin dan, steroid. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas tertinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 2,3287 ± 0,05 ppm, diikuti ekstrak etanol (3,0569 ± 0,4 ppm), fraksi air (6,0675 ± 0,4 ppm), dan fraksi n-heksan (10,4843 ± 2,14 ppm), sedangkan vitamin C sebagai kontrol positif menunjukkan IC₅₀ sebesar 0,7767 ± 0,1 ppm. Disimpulkan bahwa fraksi etil asetat memiliki potensi antioksidan paling tinggi di antara sampel uji, meskipun masih di bawah vitamin C. Hasil uji ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan antar sampel (p = 0,000), dan uji lanjut Games-Howell menunjukkan bahwa fraksi etil asetat berbeda signifikan dari fraksi air (p 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa daun senduduk memiliki potensi tinggi sebagai sumber antioksidan alami, khususnya pada fraksi etil asetat.

Uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah tampoi (Baccaurea macrocarpa) dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil)

STEVANI OLIVIA
· Thesis · Open Access

Reaksi oksidasi yang berlebihan di dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai efek merugikan, terutama karena produksi radikal bebas yang tidak terkendali. Untuk melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dibutuhkan senyawa antioksidan. Salah satu sumber alami yang berpotensi sebagai antioksidan berasal dari tumbuhan, adalah buah tampoi (Baccaurea macrocarpa). Buah ini ketahui mengandung senyawa metabolit seperti flavonoid, fenolik, tanin, dan saponin yang berperan sebagai antioksidan alami. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana aktivitas antioksidan buah Tampoi (Baccaurea macrocarpa) dengan metode DPPH. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan variabel bebas ekstrak etanol buah tampoi dan variabel terikat aktivitas antioksidan. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pembuatan slimpisia, ekstraksi secara maserasi, skrining fitokimia penetapan kadar air ekstrak, uji aktivitas antioksidan dengan DPPH. Data aktivitas antioksidan diperoleh dari persentase inhibisi DPPH dan nilai IC50. Skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Hasil uji menunjukkan ekstrak etanol kulit buah tampoi memiliki nilai IC50 rata-rata 11,8165 ppm yang tergolong sangat kuat, sedangkan vitamin C sebagai pembanding memiliki IC50 sebesar 7,5019 ppm.Dengan demikian, ekstrak etanol kulit buah tampoi memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.

Gambaran Efektivitas Strategi Directly Observed Treatment Short-Course (DOTS) Dalam Penanggulangan Tuberkulosis Melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) di Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda

GRACE HAPPY NATALIA
· Thesis · Open Access

Tuberkulosis hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan global, termasuk di Indonesia. Strategi DOTS menjadi pendekatan utama dalam penanggulangan TBC yang menekankan pentingnya ketersediaan sarana dan prasarana, serta keterlibatan tenaga kesehatan untuk memastikan diagnosis dan pengobatan TB yang cepat. Fasilitas pelayanan kesehatan juga berperan penting dalam melakukan pencatatan dan pelaporan kasus TBC secara terpadu dan terintegrasi melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan efektivitas strategi DOTS dalam penanggulangan tuberkulosis melalui penggunaan SITB di Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah penelitian non-experimental metode deskriptif. Rancangan penelitian ini bersifat kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah Tenaga Kesehatan yang bertugas dalam pengelolaan program TBC di Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Tahap pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam. Analisis data pada pengujian ini disusun dan disajikan dalam bentuk narasi atau naskah, dan tabel.

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KOKANG (Lepisanthes amoena (Hassk.) leenh) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA PUNGGUNG MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)

NATANAEL
· Thesis · Open Access

Luka bakar merupakan luka yang cukup sering terjadi dan dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada lapisan kulit, bahkan hingga jaringan yang lebih dalam. Berbagai alternatif terapi alami mulai banyak dikembangkan, salah satunya dengan memanfaatkan senyawa bioaktif dari tumbuhan yang memiliki potensi sebagai agen penyembuh luka. Daun kokang sendiri dipercayai oleh masyarakat suku Dayak Benuaq memiliki khasiat menyembuhkan luka dan menghilangkan bekas luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) dalam penyembuhan luka bakar pada punggung mencit jantan (Mus musculus). Penelitian ini bersifat kuantitatif dan kualitatif eksperimental. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak etanol daun kokang dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30%. Tahapan penelitian ini meliputi pengambilan sampel, determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi sampel, skrining fitokimia, pembuatan konsentrasi dosis ektrak, penyiapan hewan uji, pembuatan luka bakar, perawatan luka bakar dan pengamatan penyembuhan luka bakar. Pengolahan data dilakukan dengan One Way ANOVA (Analysis Of Variant) dan dilanjutkan dengan pengujian data LSD (Least Significant Diference).

UJI AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN PETAI BELALANG (Archidendron clypearia) (Jack) Nielsen DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

NABILLA JULIA DESWITA PUTRI
· Thesis · Open Access

Archidendron clypearia (Jack) Nielsen, dikenal sebagai petai belalang, merupakan tumbuhan yang mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid (robenetin, fisetin, kuersetin), asam galat, alkaloid, tanin, serta antioksidan yang berpotensi sebagai agen tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas tabir surya dari ekstrak etanol daun petai belalang serta fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi airnya menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan variabel bebas berupa jenis ekstrak dan fraksi, serta variabel terikat berupa nilai Sun Protection Factor (SPF). Variabel kontrol adalah daun petai belalang, etanol 70%, metode ekstraksi, dan metode spektrofotometri. Hasil uji menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki nilai SPF tertinggi pada konsentrasi 400 ppm yaitu 38,44 ± 0,05 (kategori tinggi), diikuti oleh ekstrak etanol sebesar 33,40 ± 2,28 (kategori tinggi), fraksi air sebesar 21,75 ± 0,23 (kategori sedang), dan fraksi n-heksan sebesar 8,54 ± 0,07 (kategori rendah). Uji statistik menunjukkan nilai signifikansi untuk semua kelompok menunjukan p = 0,001 0,05 yang berarti adanya perbedaan rata-rata yang signifikan antar kelompok. Hasil ini menunjukan bukti variabel yang diuji berpengaruh atau berbeda secara nyata antar kelompok adanya perbedaan tersebut menujukan bahwa setiap kelompok mempunyai kemampuan sebagai tabir surya yang berbeda mengikuti tingkat kelarutan pelarut masing-masing.

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol dan Fraksi Daun Kokang (Lepisanthes amoena(Hassk)Leenh) dengan Metode ABTS (2,2'-azinobis-3-ethyl benzothiazoline-6-sulfonic acid)

FATIMAH FEBRIANNA YANTO
· Thesis · Open Access

Daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk) Leenh) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan alkaloid yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan penting dalam menangkal efek merusak dari radikal bebas yang dapat menyebabkan berbagai penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol dan fraksi daun kokang menggunakan metode ABTS (2,2’-azinobis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)). Penelitian dilakukan melalui tahapan: determinasi tumbuhan, pengolahan simplisia, ekstraksi maserasi dengan etanol 70%, fraksinasi menggunakan pelarut n-heksan (non-polar), etil asetat (semi-polar), dan air (polar), dilanjutkan dengan skrining fitokimia dan pengujian aktivitas antioksidan secara spektrofotometri menggunakan metode ABTS. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan nilai IC₅₀, yaitu konsentrasi ekstrak yang mampu menghambat 50% radikal bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan bervariasi pada masing-masing fraksi, dengan fraksi air menunjukkan aktivitas paling tinggi dengan nilai 6,1873 ppm dibandingkan ekstrak etanol dengan nilai 7,5302 ppm, fraksi n-heksan dengan nilai 76,4518 ppm, dan fraksi etil asetat dengan nilai 7,1890 ppm. Nilai IC₅₀ yang rendah menunjukkan potensi antioksidan yang kuat dari fraksi tersebut.