Abstrak
Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan memicu berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan berperan dalam menetralkan radikal bebas, di mana sumber alami seperti tumbuhan dianggap lebih aman dibandingkan antioksidan sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol dan fraksi daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) berdasarkan nilai IC₅₀ menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis (3-thylbenzothiqzolin)-6-Sulfonic Acid). Penelitian dilakukan secara eksperimental in vitro meliputi ekstraksi dengan etanol 70% secara maserasi, fraksinasi menggunakan n-heksan, etil asetat, dan air, serta uji aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 743 nm. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan tanin; fraksi etil asetat mengandung flavonoid, steroid dan tanin; fraksi air mengandung saponin, triterpenoid dan, tanin; sedangkan fraksi n-heksan mengandung alkaloid, flavonoid, saponin dan, steroid. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas tertinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 2,3287 ± 0,05 ppm, diikuti ekstrak etanol (3,0569 ± 0,4 ppm), fraksi air (6,0675 ± 0,4 ppm), dan fraksi n-heksan (10,4843 ± 2,14 ppm), sedangkan vitamin C sebagai kontrol positif menunjukkan IC₅₀ sebesar 0,7767 ± 0,1 ppm. Disimpulkan bahwa fraksi etil asetat memiliki potensi antioksidan paling tinggi di antara sampel uji, meskipun masih di bawah vitamin C. Hasil uji ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan antar sampel (p = 0,000), dan uji lanjut Games-Howell menunjukkan bahwa fraksi etil asetat berbeda signifikan dari fraksi air (p 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa daun senduduk memiliki potensi tinggi sebagai sumber antioksidan alami, khususnya pada fraksi etil asetat.