Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

1.289 item publik

Publikasi

Halaman 19 dari 65

PERBANDINGAN PREFERENSI KONSUMEN DALAM MEMILIH OBAT TRADISIONAL DAN OBAT SINTETIK DI APOTEK KIMIA FARMA 760 BALIKPAPAN

NORMA YUNITA AMALIA
· Thesis · Open Access

Perkembangan industri farmasi di Indonesia membawa perubahan signifikan dalam perilaku konsumsi obat di masyarakat, terutama pada pemilihan antara obat tradisional dan obat sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan preferensi konsumen dalam memilih obat tradisional dan obat sintetik di Apotek Kimia Farma 760 Balikpapan serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya, yaitu faktor ekonomi, sosial, budaya, dan psikologs. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif komparatif dengan pendekatan survei deskriptif. Objek yang akan diteliti adalah konsumen yang melakukan pembelian obat di Apotek Kimia Farma 760 Balikpapan. Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner online menggunakan google form kepada 358 responden yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan statistik deskriptif untuk menentukan adanya perbedaan signifikan antara kedua jenis obat berdasarkan faktor-faktor yang diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden lebih memilih obat sintetik dibandingkan obat tradisional. Faktor sosial merupakan faktor yang paling dominan dalam memengaruhi preferensi konsumen.

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN WANYI (Mangifera caesia J.) BERDASARKAN PERBEDAAN METODE PENGERINGAN SIMPLISIA

LINTANG FADILLA GUSTI AYU
· Thesis · Open Access

Pengeringan merupakan tahapan pasca panen yang berperan penting terhadap mutu simplisia karena dapat memengaruhi kandungan senyawa aktif, khususnya senyawa antioksidan. Daun wanyi (Mangifera caesia J.) diketahui mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun wanyi berdasarkan dua metode pengeringan, yaitu secara alami (diangin-anginkan) dan buatan (oven pada suhu 50°C), menggunakan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 5, 10, 15, 20, dan 25 ppm. Sebagai pembanding digunakan vitamin C dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan menentukan nilai IC₅₀ menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengolahan simplisia, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak, penetapan kadar air, skrining fitokimia, serta uji aktivitas antioksidan. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun wanyi memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat. Nilai IC₅₀ ekstrak dengan pengeringan alami sebesar 20,83 ± 0,38 ppm, sedangkan dengan pengeringan oven sebesar 14,90 ± 1,72 ppm. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh dari ekstrak yang dikeringkan menggunakan oven. Hal ini menunjukkan bahwa metode pengeringan berpengaruh terhadap efektivitas aktivitas antioksidan ekstrak daun wanyi.

Analisis Penerimaan Teknologi Dalam SIMRS Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan

YAUMIL ZAHRA
· Thesis · Open Access

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan teknologi yang digunakan untuk mendukung kelancaran pelayanan kesehatan dengan mengelola informasi secara terintegrasi dan efisien. Instalasi Farmasi RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan telah menerapkan SIMRS untuk mempercepat proses pelayanan dan meningkatkan akurasi pengelolaan data obat. Namun, keberhasilan implementasi SIMRS tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan juga pada sejauh mana sistem tersebut diterima dan digunakan oleh para penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat penerimaan SIMRS di Instalasi Farmasi RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Model ini mencakup lima konstruk utama, yaitu Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness, Attitude Toward Using, Behavioral Intention to Use, dan Actual System Usage. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 110 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa semua variabel dalam model TAM memberikan pengaruh signifikan terhadap penggunaan SIMRS. Kemudahan dan manfaat yang dirasakan merupakan faktor utama yang memengaruhi sikap dan niat pengguna dalam menggunakan sistem. Secara keseluruhan, tingkat penerimaan SIMRS di instalasi farmasi tergolong tinggi, dan sistem ini dinilai mendukung efisiensi pelayanan kefarmasian.

UJI AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN KOKANG (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

ERNI FITRIANA
· Thesis · Open Access

Indonesia terletak di garis khatulistiwa sehingga memungkinkan terpapar sinar matahari dengan intensitas tinggi yang dapat merusak kulit akibat radiasi UV A dan UV B. Daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) berpotensi sebagai tabir surya alami dan telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Dayak untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji potensi aktivitas tabir surya dari ekstrak etanol daun kokang serta fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol air. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak etanol daun kokang serta fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol air. Variabel terikatnya adalah aktivitas tabir surya ekstrak dan fraksi daun kokang. Hasil penelitian pada serbuk simplisia daun kokang didapatkan nilai susut pengeringan 10,73% dan hasil rendemen ekstrak 15,4% dengan nilai kadar air ekstrak 6,39%. Hasil yang didapatkan dari rendemen fraksi n-heksan 10,04%, fraksi etil asetat 22,92%, dan fraksi etanol air 36,96%. Hasil penelitian terhadap nilai SPF (Sun Protection Factor) menunjukkan konsentrasi 2500 ppm berturut-turut yaitu pada fraksi n-heksan memiliki nilai SPF 34,46 ± 0,13 (high protection), fraksi etanol air 29,73 ± 0,03 (medium protection), ekstrak etanol 28,94 ± 0,35 (medium protection) dan nilai SPF paling rendah pada fraksi etil asetat 15,91 ± 0,07 (medium protection). Hasil analisis data menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi memiliki nilai signifikansi (sig.) > 0,05 yang artinya berdistribusi normal, serta nilai homogenitas varians sebesar 0,206 (> 0,05) yang menunjukkan varians homogen. Uji One-Way Analysis of Variance (ANOVA) dinyatakan adanya perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai keempat sampel (p 0,05). Analisis data lanjutan menggunakan Uji Post Hoc Test (PHT) didapatkan bahwa keempat sampel memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda sehingga tidak dapat dianggap identik.

Uji Aktifitas Tabir Surya Ekstrak Etanol dan Fraksi Daun Kratom (Mytraghyna Speciosa Korth) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis

ARIF SANTOSO
· Thesis · Open Access

Tabir surya merupakan sediaan kosmetik yang berfungsi melindungi kulit dari efek buruk paparan sinar matahari. Namun, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa penggunaan tabir surya tidak sepenuhnya aman, sehingga mendorong pencarian alternatif dari bahan alami. Salah satu tanaman yang berpotensisebagai bahan tabir surya alami adalah kratom (Mitragyna speciosa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak etanol dan fraksi daun kratom yang berasal dari Desa Bayur, Kecamatan Samarinda Utara, Kalimantan Timur. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan metode in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 70%, fraksinasi, skrining fitokimia, serta penentuan nilai SPF secara kuantitatif. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptifserta diuji menggunakan Shapiro-Wilk dan Analisis of Variance (ANOVA), dan uji lanjut Post Hoc Test (PHT) dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25.

Uji Aktivitas Penghambat Tirosinase Pada Ekstrak Metanol Rimpang Temu Putih (Curcuma zedoaria)

SARI NUR AISYAH
· Thesis · Open Access

Hiperpigmentasi merupakan permasalahan kulit yang diakibatkan oleh peningkatan sintesis melanin akibat paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan senyawa yang mampu menghambat produksi melanin, salah satunya melalui penghambat aktivitas enzim tirosinase. Temu putih (Curcuma zedoaria Roxb.), khususnya pada bagian rimpangnya, diketahui mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai agen penghambat enzim tirosin dan mampu menghambat sintesis melanin pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penghambat enzim tirosinase terhadap ekstrak metanol rimpang temu putih dengan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 1000, 500, 250 dan 125 ppm yang ditentukan berdasarkan nilai Inhibitory Concentration (IC50) yang diperoleh dari pengukuran absorbansi ekstrak menggunakan alat microplate reader pada panjang gelombang 475 nm, sebagai pembanding digunakan asam kojat dengan konsentrasi 125, 62,5, 31,25, dan 15,627 ppm. Penelitian ini dilakukan secara in vitro menggunakan metode enzymatic analysis dengan L-DOPA sebagai substrat. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, penetapan susut pengeringan simplisia (10,67% ± 0,45%), pembuatan ekstrak dengan hasil rendemen yaitu 9,92%, penetapan kadar air ekstrak (12,93% ± 3,13%), dan skrining fitokimia (menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik/tanin dan saponin), serta penentuan aktivitas penghambat enzim tirosinase terhadap ekstrak ekstrak metanol rimpang temu putih berdasarkan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol rimpang temu putih memiliki aktivitas penghambatan enzim tirosine dengan nilai IC50 sebesar 296,076 ± 24,27 ppm, yang termasuk dalam kategori sedang, sementara itu hasil penelitian terhadap asam kojat sebagai kontrol positif menunjukkan aktivitas penghambatan enzim tirosin yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 12,495 ± 1,65 ppm.

SKRINING FITOKIMIA DAN KAREKTERISASI EKSTRAK ETANOL DAUN LABU KUNING (Cucurbita Moschata Duch)

VERIDIANA PING
· Thesis · Open Access

Tumbuhan labu kuning Cucurbita moschata Duch memiliki banyak manfaat daunnya memiliki aktivitas farmakologi sebagai antioksidan, dan antimikroba. ekstrak bahan alam yang akan digunakan sebagai obat perlu distandarisasi terlebih dahulu untuk menjamin kualitas, manfaat dan keamanannya. Sebagai langkah awal pada penelitian ini dilakukan skrining fitokimia dan karakterisasi ekstrak. Pertama daun labu kuning diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan didapatkan rendeman sebesar 12,195%. Hasil karakterisasi spesifik dari uji organoleptik simplisia berupa serbuk, warna hijau tua, rasa pahit dan getir (sepat) dengan aroma khas pada ekstrak kental, berwarna hijau tua kehitaman, rasa pahit dengan aroma khas. Kadar rata- rata senyawa terlarut dalam air ekstrak 3,2 %, sedangkan rata-rata kadar senyawa yang terlarut dalam etanol ekstrak 88,33 %. Hasil karakterisasi non spesifik ekstrak etanol daun labu kuning didapatkan kadar air ekstrak sebesar 11,8%. Kadar abu total ekstrak 0,2824 ± 0,666% kadar abu tidak larut asam ekstrak sebesar 0,0368%. Bobot jenis ektrak rata- rata 0,9529g/ml. Uji cemaran mikroba angka lempeng total ekstrak 4,5 x 10-3 koloni/g, sedangkan angka kapang khamir pada ekstrak sebanyak 1,4 x 10-2 koloni/g. Pada pengujian skrining fitokimia ekstrak etanol daun labu kuning positif mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, steroid.