Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessVersi 1

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN WANYI (Mangifera caesia J.) BERDASARKAN PERBEDAAN METODE PENGERINGAN SIMPLISIA

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Farmasi (S1)•5 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Pengeringan merupakan tahapan pasca panen yang berperan penting terhadap mutu simplisia karena dapat memengaruhi kandungan senyawa aktif, khususnya senyawa antioksidan. Daun wanyi (Mangifera caesia J.) diketahui mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun wanyi berdasarkan dua metode pengeringan, yaitu secara alami (diangin-anginkan) dan buatan (oven pada suhu 50°C), menggunakan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 5, 10, 15, 20, dan 25 ppm. Sebagai pembanding digunakan vitamin C dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan menentukan nilai IC₅₀ menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengolahan simplisia, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak, penetapan kadar air, skrining fitokimia, serta uji aktivitas antioksidan. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun wanyi memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat. Nilai IC₅₀ ekstrak dengan pengeringan alami sebesar 20,83 ± 0,38 ppm, sedangkan dengan pengeringan oven sebesar 14,90 ± 1,72 ppm. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh dari ekstrak yang dikeringkan menggunakan oven. Hal ini menunjukkan bahwa metode pengeringan berpengaruh terhadap efektivitas aktivitas antioksidan ekstrak daun wanyi.

Kata kunci

Mangifera caesia J, aktivitas antioksidan, pengeringan simplisia, DPPH

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN WANYI (Mangifera caesia J.) BERDASARKAN PERBEDAAN METODE PENGERINGAN SIMPLISIA · oai:ais:skripsi:1051

Publikasi terkait