Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

1.289 item publik

Publikasi

Halaman 22 dari 65

GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTITIROID PADA PASIEN HIPERTIROID DI RUMAH SAKIT DIRGAHAYU SAMARINDA TAHUN 2025

AFIFAH DIVANDA HUBUNG
2026 · Thesis · Open Access

Hipertiroid merupakan gangguan endokrin akibat peningkatan produksi hormon tiroid yang berlebihan dan dapat menimbulkan berbagai manifestasi klinis serta komplikasi apabila tidak ditangani dengan tepat. Terapi farmakologis hipertiroid salah satunya menggunakan obat antitiroid, yaitu metimazol dan propiltiourasil. Penggunaan obat antitiroid dapat berbeda berdasarkan jenis obat, dosis, dan frekuensi pemberian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antitiroid pada pasien hipertiroid di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda tahun 2025, meliputi karakteristik pasien, jenis obat, dosis, dan frekuensi pemberian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien hipertiroid rawat jalan periode tahun 2025. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga diperoleh 39 pasien yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hipertiroid didominasi oleh perempuan sebanyak 32 pasien (82%), dengan kelompok usia terbanyak 31–40 tahun sebanyak 12 pasien (31%). Hasil pemeriksaan fungsi tiroid menunjukkan bahwa pada pemeriksaan tunggal, sebagian besar pasien dengan pemeriksaan TSH memiliki kadar rendah (4 dari 5 pasien), sedangkan pada pemeriksaan fT4 terdapat 7 pasien dengan kadar tinggi dan 6 pasien dengan kadar normal. Pada pemeriksaan T4, 7 pasien memiliki kadar normal dan 6 pasien memiliki kadar tinggi. Pemeriksaan dua parameter juga menunjukkan variasi hasil kadar hormon tiroid pada pasien.

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Penggunaan Antibiotik Amoxicillin di Puskesmas

YOLANDA MANGAHA
2026 · Thesis · Open Access

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK AMOXICILLIN DI PUSKESMAS ABSTRAK Antibiotik adalah obat yang berasal dari seluruh atau bagian tertentu mikroorganisme dan digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mengakibatkan resistansi bakteri atau konsumen dapat kebal terhadap bakteri yang menginfeksi. Resistansi antibiotik dapat terjadi karena beberapa hal, antara lain yaitu peresepan antibiotik yang berlebihan oleh tenaga kesehatan, adanya anggapan di masyarakat bahwa antibiotik merupakan obat dari segala penyakit, dan lalai dalam menghabiskan atau menyelesaikan terapi antibiotik. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan antibiotik amoxicillin di puskesmas. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah, dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini berfokus pada hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan antibiotik amoxicillin di Puskesmas II Mendoyo dan Puskesmas X Kabupaten Cirebon. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu memberikan gambaran tentang data-data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa data karakteristik berdasarkan jenis kelamin, usia,, dan tingkat pendidikan. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah diperolehnya gambaran mengenai hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan antibiotik amoxicillin di puskesmas. Kata kunci : Hubungan, Kepatuhan, Antibiotik, Amoxicillin, Puskesmas.

TINGKAT PENGETAHUAN, PERSEPSI, DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP KEHALALAN OBAT DI KELURAHAN HARAPAN BARU

ELVIN NUR HAKIM
2026 · Thesis · Open Access

Kehalalan suatu produk saat ini cukup penting terutama untuk Indonesia, karena Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduknya beragama Muslim. Obat halal menjadi isu yang sangat penting dibahas meningkat mengingat masih banyak ditemukan obat yang diduga mengandung bahan haram dan belum bersertifikat halal, penting bagi masyarakat muslim untuk memastikan bahwa produk farmasi yang dikonsumsi sesuai syariat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pengetahuan, persepsi, dan sikap masyarakat tentang kehalalan obat di Kelurahan Harapan Baru. Penelitian ini merupakan penelitian (non eksperimental). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 100 responden yang dipilih dengan metode purposive sampling. Kuesioner didistribusikan secara langsung kepada masyarakat menggunakan hardcopy/kertas. Kuesioner mencakup pertanyaan tentang tingkat pengetahuan, persepsi, dan sikap masyarakat terhadap kehalalan obat. Penelitian ini merekomendasikan perlu adanya edukasi berkelanjutan dan peran aktif pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kehalalan obat.

GAMBARAN PELAKSANAAN PELAYANAN KEFARMASIAN DAN PENGGUNAAN OBAT (PKPO) BERDASARKAN PEDOMAN STARKES 2024 DI RSUD Dr. KANUJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN

MUHAMMAD FAUZAN DWI PRANA PUTRA
2026 · Thesis · Open Access

Pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat di rumah sakit merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pasien dan bertujuan untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien melalui obat yang aman, efektif dan rasional. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pelaksanaan pelayanan kefarmasian dan pengelolaan obat berdasarkan STARKES 2024 di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluatif dengan informan kunci berjumlah 9 orang yang dipilih melalui purposive sampling. Variabel penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu pelaksanaan PKPO, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, telaah dokumen, dan simulasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat untuk memberikan Gambaran yang sistematis dan terukur mengenai Tingkat keterlaksanaan PKPO berdasarkan 7 elemen penilaian STARKES 2024.

FORMULASI DAN EVALUASI LIP BALM EKSTRAK DAUN SENDUDUK (Melastoma malabathricum)

ROSSA
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Nama : Rossa Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Formulasi Dan Evaluasi Lip Balm Ekstrak Daun Senduduk (Melastoma malabathricum) Pembimbing : apt. Hayatus Sa’adah, S.Farm., M.Sc. Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan berbagai gangguan pada kulit bibir, seperti kekeringan, pecah-pecah, hiperpigmentasi, penuaan dini, hingga meningkatkan risiko kerusakan jaringan. Oleh karena itu, diperlukan sediaan lip balm yang tidak hanya berfungsi sebagai pelembap, tetapi juga mampu memberikan perlindungan terhadap paparan sinar ultraviolet. Daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan steroid yang berpotensi sebagai antioksidan serta tabir surya alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun senduduk terhadap karakteristik fisik dan aktivitas tabir surya sediaan lip balm. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Daun senduduk dibuat menjadi simplisia, kemudian diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan pengujian susut pengeringan, kadar air, dan skrining fitokimia, kemudian diformulasikan ke dalam empat formula, yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (2%), dan F3 (3%). Selanjutnya dilakukan evaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan titik lebur, serta pengujian aktivitas tabir surya secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis untuk menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa simplisia daun senduduk memiliki nilai susut pengeringan rata-rata sebesar 8,67 ± 2,08%, sedangkan kadar air rata-rata sebesar 20,17%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan tanin, sedangkan terpenoid negatif. Seluruh formula lip balm memiliki bentuk semi padat, homogen, aroma khas, dan warna yang semakin pekat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak. Variasi konsentrasi ekstrak memengaruhi karakteristik fisik sediaan serta meningkatkan aktivitas tabir surya yang ditunjukkan oleh meningkatnya nilai SPF pada setiap formula. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif alami dalam formulasi lip balm karena menghasilkan sediaan dengan karakteristik fisik yang baik dan memiliki aktivitas tabir surya. Kata kunci: lip balm, daun senduduk, Melastoma malabathricum L., tabir surya alami, Sun Protection Factor (SPF), spektrofotometri UV-Vis

PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK BUAH LABU KUNING (Cucurbita moschata Duch). BERDASARKAN PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI

ELYVIANA TETING
2026 · Thesis · Open Access

Labu kuning (Cucurbita moschata Duch.) merupakan jenis tanaman yang menjadi sumber karotenoid serta berbagai senyawa bioaktif, termasuk senyawa fenolik. Senyawa fenolik merupakan metabolit sekunder yang memiliki berbagai aktivitas biologis, salah satunya sebagai antioksidan. Besarnya kandungan senyawa aktif dalam ekstrak, dapat dipengaruhi oleh metode ekstraksi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar senyawa fenolik total berdasarkan perbedaan metode ekstraksi maserasi dan refluks. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengolahan simplisia, penetapan susut pengeringan simplisia, ekstraksi secara maserasi dan refluks, penetapan kadar air, skrining fitokimia dan penetapan kadar fenolik total. Hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata susut pengeringan sebesar 7,12.%. Rendemen ekstrak hasil maserasi 38,91% dan refluks 35,39%. Hasil rata-rata penetapan kadar air ekstrak secara maserasi 5,88% dan secara refluks 7,07%. Hasil skrining fitokimia secara maserasi dan secara refluks diperoleh senyawa fenolik, flavonoid, saponin. Kadar rata-rata fenolik total dari ekstraksi secara maserasi adalah17,69 mg GAE/g mg GAE/g dan secara refluks 30,81 mg GAE/g. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa perbedan metode ekstraksi berpengaruh terhadap kadar rata-rata fenolik total buah labu kuning.

analisis efektivitas biaya penggunaan terapi inisulin dan insulin kombinasi obat hipoglikemik oral (OHO) pada pasien rawat jalan diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda

NOVITA RISKI APRILLIA
2026 · Thesis · Open Access

Biaya perawatan kesehatan yang terus meningkat menuntut adanya analisis efisiensi ekonomi dalam pengobatan. Diabetes Mellitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronik dengan prevalensi yang terus meningkat serta berkontribusi terhadap tingginya pembiayaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas biaya penggunaan terapi insulin dan insulin kombinasi OHO pada pasien rawat jalan diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Inche Abdoel Moeis dengan metode analisis efektivitas biaya (Cost Effective Analysis). Penelitian ini adalah penelitian non-ekperimental deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data diambil secara retrospektif dari rekam medis pasien diabetes mellitus di RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda. Teknik sampling menggunakan metode total sampling dengan seluruh anggota populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Efektivitas terapi dinilai berdasarkan penurunan kadar glukosa darah puasa (GDP). Biaya yang dianalisis adalah biaya medis langsung dari perspektif rumah sakit yang meliputi biaya obat, cek laboratorium, administrasi poli dan kefarmasian. Analisis statistik dilakukan untuk mengevaluasi perbedaan signifikan antar kelompok. Hasil menunjukkan rata-rata total biaya medis langsung pada kelompok terapi insulin lebih tinggi dibandingkan kelompok terapi insulin OHO. kelompok terapi insulin menunjukkan rata-rata penurunan GDP sebesar 37,541 mg/dL, sedangkan kelompok terapi insulin kombinasi OHO sebesar 32,672 mg/dL. Hasil analisis ACER menunjukkan terapi insulin kombinasi OHO menghasilkan biaya yang lebih rendah untuk setiap satuan penurunan GDP dibandingkan terapi insulin. Terapi insulin rata-rata memberikan penurunan GDP yang sedikit lebih besar, terapi insulin kombinasi OHO memiliki biaya yang lebih rendah sehingga menunjukkan efektivitas biaya yang lebih baik. Demikian terapi insulin kombinasi OHO dapat dipertimbangkan sebagai alternatif terapi yang lebih cost-effective pada pasien DMT2 sesuai dengan kondisi klinis pasien.

GAMBARAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KEMBANG JANGGUT KUTAI KARTANEGARA

DEA OCTAVIANI
2026 · Thesis · Open Access

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg berdasarkan pengukuran berulang. Dalam praktik klinis, pasien hipertensi sering memperoleh terapi kombinasi antihipertensi serta obat untuk penyakit penyerta yang dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medis pasien hipertensi periode Oktober–Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 100 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik total sampling. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik pasien, diagnosis, dan terapi obat. Potensi interaksi obat diidentifikasi menggunakan aplikasi Drugs.com dan diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan menjadi minor, moderate, dan mayor, kemudian dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 144 potensi interaksi obat. Berdasarkan tingkat keparahan, interaksi kategori minor sebanyak 28 kasus (19,44%) moderate merupakan yang terbanyak yaitu 69 kasus (47,92%), kategori mayor sebanyak 25 kasus (17,36%), serta 22 kasus (15,28%) yang tidak menunjukkan adanya potensi interaksi obat. Berdasarkan mekanisme interaksinya, potensi interaksi lebih banyak terjadi melalui mekanisme farmakodinamik dibandingkan farmakokinetik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pasien hipertensi di Puskesmas Kembang Janggut memiliki potensi interaksi obat yang didominasi oleh kategori moderate dengan mekanisme interaksi farmakodinamik, sehingga identifikasi potensi interaksi obat diperlukan untuk mendukung keamanan dan rasionalitas terapi pasien.

Evaluasi Kepatuhan Peresepan Obat Terhadap Formularium Nasional di RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja

RUSTININGSIH
2026 · Thesis · Open Access

Pelayanan kefarmasian di rumah sakit telah bergeser dari product-oriented menjadi patient-oriented demi menjamin mutu pelayanan kesehatan, penggunaan obat yang rasional, meminimalkan risiko terapi, dan mengoptimalkan biaya pengobatan. Salah satu instrumen utama untuk mencapai tujuan ini adalah Formularium Nasional (Fornas), yang menjadi pedoman peresepan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penelitian ini bertujuan menilai kepatuhan peresepan obat terhadap Fornas di RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti (ABADI) Samboja pada tahun 2024 berdasarkan standar minimal indikator mutu pelayanan kefarmasian nasional yaitu sebesar ≥80%. Penelitian deskriptif observasional retrospektif ini mengevaluasi data e-resep (Januari–Desember 2024). Dari total populasi 111.984 resep, diperoleh sampel minimal 9.180 resep berdasarkan rumus Slovin (margin of error 1%). Pengambilan sampel dilakukan secara proportional stratified systematic random sampling agar seluruh depo pelayanan farmasi terwakili. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan kumulatif sebesar 75,07%, sehingga belum mencapai standar mutu nasional. Target berhasil dicapai oleh Depo Instalasi Bedah Sentral (IBS) (100%) dan Depo Instalasi Gawat Darurat (IGD) (82,62%), namun belum optimal di Depo Rawat Inap (72,16%) dan Depo Rawat Jalan (70,40%). Faktor klinis dan sistemis memicu peresepan obat non-Fornas seperti piracetam, Tremenza, L-Bio, dan albumin oral. Komite Farmasi dan Terapi (KFT) direkomendasikan memperketat pengawasan serta mengintegrasikan fitur pengingat otomatis pembatasan non-Fornas pada Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).

GAMBARAN POTENSI INTERAKSI OBAT PASIEN HIPERTENSI DI POLI PENYAKIT DALAM RSUD AJI MUHAMMAD PARIKESIT TENGGARONG

SHOFIA DEWI RACHMAWATI
2026 · Thesis · Open Access

Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Kondisi hipertensi seringkali disertai dengan penyakit lain sehingga pasien mendapatkan terapi lebih dari satu obat. Kombinasi obat ini berpotensi untuk terjadi interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada pasien hipertensi dengan penyakit penyerta di Poli Penyakit Dalam RSUD Aji Muhammad Parikesit periode Juli-Desember 2025. Jenis penelitian ini merupakan non-eksperimental dengan desain deskriptif observasional. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Analisis potensi interaksi obat dilakukan menggunakan aplikasi Drugs.com® untuk mengidentifikasi mekanisme interaksi dan tingkat keparahan (major, moderate, minor). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 263 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 206 (78,33%) sampel yang berpotensi mengalami interaksi obat dengan total kejadian sebanyak 562 interaksi. Berdasarkan severity level dari total kejadian tersebut, interaksi tingkat moderate merupakan interaksi yang paling banyak ditemukan yaitu sebesar 493 (87,72%), diikuti minor sebesar 51 (9,07%), dan major sebesar 18 (3,20%). Pasangan obat yang paling sering berinteraksi adalah pasangan obat amlodipin dengan atorvastatin sebanyak 56 (9,96%) dengan kategori moderate.

OPTIMASI FORMULA SEDIAAN TONER DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILLICUM L.) DENGAN VARIASI GLISERIN DAN PROPILENGLIKOL Propilenglikol

DESWITA AMALIA PUTRI
2026 · Thesis · Open Access

Minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum L.) berpotensi sebagai bahan aktif alami dalam sediaan toner. Minyak atsiri memiliki berbagai aktivitas biologis seperti antibakteri, antiparasit, antijamur, antivirus, antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi optimum gliserin dan propilenglikol sebagai humektan dalam formulasi toner minyak atsiri daun kemangi. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode penelitian desain faktorial penuh 2² (Design-Expert 13) dengan variasi gliserin (10% dan 15%) serta propilenglikol (5% dan 10%). Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, waktu kering, dan aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik, dengan nilai pH 4,88–6,38, viskositas 2,30–4,70 cPs, dan waktu kering 1,05–1,11 menit. Analisis ANOVA menunjukkan gliserin berpengaruh dominan terhadap respons pH, sedangkan viskositas dipengaruhi secara signifikan (p0,05). Formula optimum memiliki aktivitas antibakteri terhadap propionibacterium acnes dengan rata-rata zona hambat 14,00 ± 0,87 mm (kategori kuat). Disimpulkan bahwa kombinasi gliserin dan propilenglikol menghasilkan formula toner minyak atsiri daun kemangi yang optimal, memenuhi persyaratan mutu fisik, serta berpotensi sebagai toner alami.

Formulasi Sediaan Gel Dari Kombucha Teh Hijau (Camellia sinensis L.) Dengan Basis HPMC dan Karbopol 940

HAPITS PURKHANI
2026 · Thesis · Open Access

Kombucha teh hijau (Camellia sinensis) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol, katekin, dan asam organik yang menghambat pertumbuhan bakteri, termasuk Staphylococcus aureus yang merupakan salah satu penyebab infeksi kulit. Pemanfaatan kombucha dalam bentuk sediaan topikal seperti gel masih terbatas, sehingga diperlukan pengembangan formulasi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula optimum dengan mengevaluasi karakteristik fisik sediaan gel yang mengandung kombucha teh hijau dengan basis HPMC dan Karbopol 940. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Formula gel dibuat dengan kombinasi HPMC dan Karbopol 940, lalu diuji secara fisik yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Data hasil uji fisik dianalisis menggunakan perangkat lunak software Design Expert versi 13 dengan menggunakan metode Simplex Lattice Design untuk menentukan formula optimum. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan komposisi optimum HPMC dengan konsentrasi 2,5% dan Karbopol 940 dengan konsentrasi 0,5% keduanya mampu mempengaruhi karakteristik pada sediaan gel kombucha teh hijau. Hasil verifikasi formula optimum menunjukkan nilai pH 5,73 ± 0,06, daya sebar 5,26 ± 0,15 cm , daya lekat 5,59 ± 0,22 detik, dan viskositas 17866,6 ± 305,51 cPs, dengan nilai desirability 0,961. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi HPMC (2,5%) dan Karbopol 940 (0,5%) mampu menghasilkan sediaan gel dengan karakteristik fisik yang baik.

GAMBARAN KUALITAS HIDUP PENDERITA RINOSINUSITIS KRONIK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANGLIMA SEBAYA TANAH GROGOT

MUTIARA ADINDA SYARADIFA
2026 · Thesis · Open Access

Rinosinusitis kronik merupakan inflamasi persisten pada mukosa hidung dan sinus paranasal yang berlangsung selama 12 minggu atau lebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup penderita rinosinusitis kronik di RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot menggunakan instrumen Sino Nasal Outcome Test-22 (SNOT-22). Metode penelitian adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif selama bulan April-Mei 2026 di Poliklinik THT-KL RSUD Panglima Sebaya dengan jumlah sampel sebanyak 71 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. Data dianalisis secara univariat menggunakan software dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, persentase, dan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kelompok usia dewasa awal (26-35 tahun) sebanyak 24 orang (34%) dan didominasi pasien perempuan sebanyak 44 orang (62%). Seluruh responden (100%) memperoleh kategori kualitas hidup buruk berdasarkan penilaian SNOT-22 dengan skor dalam rentang 51-110. Berdasarkan nilai rata-rata setiap gejala, domain gejala hidung mencatat beban tertinggi dengan hidung tersumbat sebagai gejala paling dominan (4,38), diikuti produksi cairan hidung bagian belakang (4,20), cairan hidung kental (4,10), hidung berair (4,07), bersin-bersin (3,82), berkurangnya indera penghidu atau pengecap (3,76), dan perlu menghembuskan hidung (3,44). Pada domain gejala wajah dan telinga, nyeri atau tekanan pada wajah memiliki nilai tertinggi (4,21), diikuti pusing (3,97), rasa penuh pada telinga (3,56), dan nyeri telinga (3,35). Pada domain gangguan tidur, kurang tidur malam berkualitas memiliki nilai tertinggi (3,08), diikuti sulit memulai tidur (2,90), terbangun malam hari (2,62), dan terbangun lelah (2,15). Pada domain aspek psikologis, penurunan produktivitas memiliki nilai tertinggi (3,15), diikuti frustrasi atau mudah marah (3,01), kelelahan sepanjang hari (2,79), penurunan konsentrasi (2,76), sedih (2,14), dan malu (1,86). Kesimpulan penelitian ini adalah kualitas hidup penderita rinosinusitis kronik tergolong dalam kategori buruk dengan domain gejala hidung dan wajah memberikan beban paling dominan, sedangkan domain gangguan tidur dan aspek psikologis berkontribusi lebih rendah namun tetap memperburuk kualitas hidup secara keseluruhan.