Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

1.289 item publik

Publikasi

Halaman 32 dari 65

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TERHADAP EKSTRAK LABU KUNING(Cucurbita moschata)DENGAN METODE DPPH(1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl)

YOSINTA THAMRIN
2026 · Thesis · Open Access

Labu kuning (Cucurbita moschata Duch.) merupakan tanaman yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti β-karoten, flavonoid, dan fenolik, yang berperan penting sebagai antioksidan. Antioksidan berfungsi menetralkan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan memicu penyakit degeneratif. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak labu kuning menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Metode DPPH dipilih karena prosedurnya sederhana, cepat, sensitif, serta mampu memberikan gambaran jelas mengenai kemampuan suatu senyawa dalam meredam radikal bebas stabil. Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah yang relevan dan dianalisis berdasarkan nilai IC50 serta faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas antioksidan. Tahap penelitian meliputi pengumpulan artikel ilmiah, menelaah dan menganalisis data yang kemudian diringkas sehingga diperoleh data utama, penyajian data dilakukan secara deskriptif dalam bentuk tabel, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan tentang aktivitas antioksidan ekstrak labu kuning (Cucurbita moschata Duch.). berdasarkan hasil peelitian yang diperoleh dari data artikel penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak labu kuning (Cucurbita moschata Duch.) memiliki aktivitas antioksidan dengan kategori sangat kuat. Pada ekstrak etanol labu kuning dengan konsentrasi 96% memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 12,13 ppm karena pelarut tersebut bersifat polar, dibandingkan dengan pelarut nheksan yang bersifat non polar dengan nilai IC50 sebesar 30,75 ppm memiliki nilai IC50 yang lebih rendah.

STUDI LITERATUR POLA PENGGUNAAN OBAT ARB DAN CCB PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS

AULIDA ASTIANI NUR
2026 · Thesis · Open Access

Hipertensi adalah komorbiditas dominan (>80%) dan merupakan faktor risiko utama untuk komplikasi kardiovaskular (CVD) pada pasien dengan penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani hemodialisis. Berdasarkan guideline KDIGO 2024 Angiotensin Receptor Blockers (ARB) dan Calcium Channel Blockers (CCB) adalah terapi lini pertama. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan ARB dan CCB, baik sebagai terapi tunggal maupun kombinasi, dalam pengendalian hipertensi pada pasien hemodialisis. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur. Pencarian literatur dilakukan di basis data PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect untuk menemukan artikel penelitian relevan yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir (2016-2025). Berdasarkan analisis kedua studi, pola penggunaan antihipertensi pada pasien hemodialisis menunjukkan bahwa CCB lebih dominan digunakan sebagai terapi tunggal (40% di RS Bali dan 51,8% di RS Makassar) dibandingkan ARB (15% di RS Bali dan 4,7% di RS Makassar). Kombinasi ARB dan CCB merupakan pola terapi kombinasi dua obat yang paling sering ditemukan. Amlodipine (CCB) dan candesartan (ARB) adalah obat yang paling banyak digunakan dari masing-masing golongan dan sisanya kombinasi 2-3 golongan obat. Penggunaan golongan CCB tunggal lebih disukai dibandingan golongan ARB tunggal maupun kombinasi karena didukung oleh profil keamanan CCB yang tidak menyebabkan hiperkalemia serta efektivitasnya dalam menurunkan tekanan darah pada populasi dengan aktivitas renin rendah.

STUDI LITERATUR TENTANG PERBANDINGAN TINGKAT MEDICATION EROR PADA FASE PRESCRIBING ANTARA RESEP MANUAL DAN RESEP ELEKTRONIK DI RUMAH SAKIT

AFIVA NUR HIDAYANI
2026 · Thesis · Open Access

Medication error merupakan isu kritis dalam pelayanan kesehatan yang berpotensi membahayakan keselamatan pasien. Tahap prescribing (peresepan) diidentifikasi sebagai salah satu fase yang paling rentan terhadap kesalahan, terutama pada penggunaan resep manual yang sering terkendala masalah keterbacaan tulisan tangan dan ketidaklengkapan administratif seperti identitas pasien, usia, berat badan, dan kejelasan dosis. Implementasi resep elektronik (e- prescribing) diharapkan menjadi solusi untuk meminimalisir risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengobatan medication error pada fase prescribing pada pengunaan resep elektronik dan resep manual di rumah sakit. Jenis penelitian ini adalah studi literatur dengan metode deskriptif- komparatif, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah dokumen relevan seperti karya tulis ilmiah dan jurnal penelitian. Objek yang digunakan adalah kesalahan pengobatan medication error pada tahap peresepan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyusun gambaran dari data yang terkumpul untuk kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Berdasarkan telaah literatur didapatkan hasil yaitu pada RSU PKU Muhammadiyah Banjarnegara prescribing error pada resep manual sebesar 23,44% lebih tinggi dibanding resep elektronik sebesar 7,13% . Pada RSUD Sidoarjo pada prescribing error resep manual sebesar 25% dan resep elektronik 17%, meskipun perbedaan antara resep manual dan resep elektronik tidak ada perbedaan yang signifikan terdapat penurunan kesalahan pada penggunaan sistem resep elektronik.

PERBANDINGAN PEMERIKSAAN GENEXPERT DAN ZIEHL NEELSEN UNTUK MENDETEKSI MYCOBACTERIUM TUBERCULOSI PADA PASIEN TUBERCULOSIS

RAHMAWATI
2026 · Thesis · Open Access

uberkolosis (TBC) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan dalam masyarakat. Penyakit ini disebabkan bakteri Mycobacterium tubeculosis yang menyerang paru paru. Deteksi dini untuk penderita TBC sangat diperlukan Deteksi dini TBC dapat mengguankan metode pemeriksaan GeneXpert dan Ziehl-Neelsen. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan pemeriksaan GeneXpert dan Ziehl-Neelsen dalam mendeteksi Mycobacterium tuberculosis melalui penelusuran pustaka dari jurnal terbaru. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah pada beberapa data artikel penelitian. Objek penelitian berdasarkan dua jurnal yang terpilih. Diperoleh hasil penelitian berupa informasi dimana data yaitu Lutfi et al (2020) dan Andini et al (2020). Hasil penelitian gambaran metode GeneXpert dan Zieh- Neelsen yang dilakukan Andini et al (2020) pada 15 sampel pemeriksaan dengan metode Zieh Nelseens 13% dan metode GeneXpert 26%. Penelitian kedua oleh Lutfi et (2020) pada 49 sampel pemeriksaan dengan metode Zieh Nelseens 20% dan metode GeneXpert 27.8%.Disimpulkan bahwa metode GeneXpert menjad pilihan dalam mendeteksi TBC yang lebih cepat dan akurat dilihat dari prosentase ke dua rumah sakit.

STUDI LITERATUR PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP RENDEMEN EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum)

DEWI PUSPITA SARI
2026 · Thesis · Open Access

Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan tanaman obat yang banyak dimanfaatkan karena kandungan senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa tersebut dapat diperoleh melalui proses ekstraksi, dengan rendemen sebagai salah satu indikator penting yang menentukan keberhasilan proses tersebut. Nilai rendemen dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama jenis pelarut yang digunakan karena perbedaan tingkat kepolaran pelarut akan mempengaruhi kemampuan melarutkan senyawa metabolit sekunder. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut terhadap rendemen ekstrak jahe merah. Metode ekstraksi yang dipilih adalah metode maserasi karena prosedurnya sederhana, dan mudah dilakukan tanpa memerlukan pemanasan yang tinggi. Kajian dilakukan terhadap dua jurnal ilmiah yang membahas ekstraksi jahe merah menggunakan pelarut polar (etanol 96%), semi-polar (etil asetat), dan non-polar (n-heksana). Data yang dikaji meliputi tahapan pembuatan simplisia, metode ekstraksi, dan nilai rendemen. Hasil kajian menunjukkan bahwa etanol 96% secara konsisten menghasilkan rendemen tertinggi dibandingkan pelarut lainnya, sementara perbedaan nilai rendemen juga dipengaruhi oleh perlakuan awal bahan dan cara ekstraksi yang digunakan.

STUDI LITERATUR PEMBERIAN REBUSAN DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS

NURFADILLA. A
2026 · Thesis · Open Access

Daun jambu biji (Psidium guajava) merupakan salah satu dari jenis terapi herbal untuk menangani penyakit diabetes melitus (DM), bagian tanaman jambu biji yang dapat dijadikan obat DM salah satunya adalah bagian daun. Daun jambu biji Mengandung tanin dan kalsium dimana tanin menghambat enzim -glikosidase sehingga memperlambat pelepasan glukosa dalam darah. Melalui studi literatur tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pemberian rebusan daun jambu biji untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien DM. Objek penelitian ini adalah informasi hasil penurunan kadar gula darah setelah pemberian air rebusan daun jambu biji. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif, berupa data kualitatif dan kuantitatif yang disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Kadar glukosa sebelum diberikannya rebusan daun jambu biji kelompok maupun intervensimaupun kontrol adalah 257,09 mg/dl dan 232,79 mg/dl sedangkan setelah diberikan air rebusan daun jambu biji adalah 189,36 mg/dl dan 232,79 mg/dl. Kesimpulan dari penelitian pemberian rebusan air daun jambu biji efektif dalam menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus type 2.

FORMULASI DAN EVALUASI MARGARIN DARI LEMAK TENGKAWANG (SHOREA MECISTOPTERYX)

ANGELA HIROH
2025 · Thesis · Open Access

Tanaman tengkawang dikenal dengan Shorea mecistopteryx merupakan jenis lemak padat yang umumnya digunakan dalam bidang kosmetik. Lemak tengkawang mulai dikenal sebagai lemak nabati khas dari hutan dipterokarpa berpotensi sebagai bahan baku margarin. Margarin dibuat dengan basis lemak nabati, dan yang saat ini umumnya berbahan dasar dari minyak sawit. Pasar margarin di dunia tahun 2028 diproyeksikan mencapai 4,32 milyar USD. Kandungan margarin selain lemak nabati, mengandung sekitar 20% air ditambah bahan pengemulsi, bahan aroma, bahan aditif lainnya untuk meningkatkan nilai gizi fungsional lainnya melalui proses fortifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi margarin yang menggunakan bahan baku lemak tengkawang yang terfortifikasi dengan vitamin A, D dan E. Proses fortifikasi dibuat dengan menambahkan vitamin A, D dan E. Proses pengujian fisiko-kimia margarin lemak tengkawang yang terfortifiasi terdiri atas uji pH, uji daya sebar, uji kadar air, uji bilangan peroksida, uji kadar asam lemak bebas. Dan untuk uji kesukaan dilakukan uji hedonik. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif yaitu berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data yang diperoleh pada penelitian ini akan ditampilkan dalam bentuk tabel dan dinarasikan. Hasil penelitian menunjukkan, evaluasi sifat fisik sediaan margarin dengan konsentrasi 20%, 30%, dan 40% memenuhi persyaratan uji pH, uji daya sebar, uji kadar air, uji hedonik, uji bilangan peroksida, dan uji kadar asam lemak bebas. Hasil uji hedonik dari aroma dan rasa margarin lemak tengkawang dengan konsentrasi 30% lebih disukai responden, sedangkan untuk warna margarin pada konsentrasi 40% lebih disukai responden.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN LABU KUNING CUCURBITA MOSCHATA DUCH TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI

ANITA MAWARDANI
2025 · Thesis · Open Access

Penyakit infeksi merupakan jenis penyakit yang paling banyak diderita oleh penduduk di negara berkembang termasuk Indonesia. Penyakit infeksi disebabkan oleh mikroba patogen seperti bakteri, virus, jamur, protozoa dan parasit. Daun labu kuning dari spesies Cucurbita moschata Duch. mengandung senyawa alkaloid, tanin, flavonoid, saponin dan steroid yang diduga memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun labu kuning terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Objek yang diteliti adalah aktivitas antibakteri dari ekstrak daun labu kuning terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode well difusion dengan konsentrasi ekstrak 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan, ekstrak daun labu kuning mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus menunjukkan rata-rata zona hambat pada konsentrasi 15% (5 mm), 20% (6,1 mm), 25% (7,6 mm) dan 30% (8,7 mm) termasuk kategori sedang. Aktivitas antibakteri Escherichia coli pada konsentrasi 15% (3,3 mm), 20% (3,3 mm) masuk pada kategori lemah sedangkan pada konsentrasi 25% (5,6 mm) dan 30% (5,8 mm) termasuk kategori sedang. Kontrol negatif DMSO memberikan hasil negatif (-) dan kontrol positif kloramfenikol dengan rata-rata (10,5 mm) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan (15,2 mm) terhadap bakteri Escherichia coli.  

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PRAKTIK PEMBELIAN OBAT GENERIK DAN MEREK DAGANG PADA KONSUMEN APOTEK AaSIYAH MEDIKA KECAMATAN LINGGANG BIGUNG

NUR AZIZAH S PUTERI
2025 · Thesis · Open Access

Tingkat pengetahuan konsumen tentang obat generik dan obat merek dagang merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi praktik pembelian, namun hubungan keduanya belum banyak dikaji secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan praktik pembelian obat generik dan merek dagang pada konsumen di Apotek Aasiyah Medika Kecamatan Linggang Bigung. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan survei cross-sectional yang melibatkan 310 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling, yaitu konsumen yang ditemui secara langsung dan bersedia mengisi kuesioner saat berkunjung ke apotek selama periode 25 Juni hingga 6 Agustus 2025. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi karakteristik responden seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan praktik. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan praktik pembelian, serta uji Cramér’s V untuk menilai keeratan hubungan tersebut. Analisis multivariat menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menilai pengaruh variabel demografi (jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan) serta tingkat pengetahuan terhadap praktik pembelian obat generik dan merek dagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (65%) dan praktik pembelian baik (62%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan praktik (Chi-Square = p 0,001; Cramér’s V = 0,238). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap praktik (β = 0,395; p 0,001), sedangkan variabel demografi tidak berpengaruh langsung signifikan (p > 0,05). Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan konsumen berperan sebagai faktor utama yang memengaruhi praktik pembelian obat, sementara variabel demografi hanya memberikan pengaruh yang terbatas.

GAMBAR PELAYANAN INFORMASI OBAT (PIO) DI PUSKESMAS UJOH BILANG KABUPATEN MAHAKAM ULU BERDASARKAN PERMENKES RI NO. 74 TAHUN 2016

JOKO SURYO SAPUTRO
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Pelayanan Informasi Obat (PIO) di Puskesmas Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 74 Tahun 2016. Fokus utama dari pelayanan kefarmasian adalah memastikan penggunaan obat yang rasional dan efektif melalui interaksi langsung antara tenaga kefarmasian dan pasien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan prospektif dengan pengumpulan data primer melalui lembar checklist observasi dan wawancara. Sampel penelitian terdiri dari apoteker dan tenaga kefarmasian yang memberikan informasi obat kepada pasien. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran mengenai kualitas pelayanan informasi obat di puskesmas, serta membantu meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien dalam pengobatan, sehingga tujuan terapi dapat tercapai secara optimal. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi kekurangan dalam proses pemberian informasi obat, yang dapat digunakan untuk merancang program pendidikan lebih lanjut bagi tenaga kesehatan di Puskesmas.

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULITBUAH TAMPOI (Baccaurea Macrocarp) MENGUNAKAN METODE ABTS ( 2,2 -azinobis-(3-etilbenzoti- oazolin-6-asam sulfonat)

EVLINE CHRISTINA
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Nama : Evline Christina Program Studi : Sarjana Farmasi Judul skripsi : Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Tampoi (Beccaurea Macrocarp) Menggunakan Metode ABTS (2,2-azinobis-(3-ethylbenzoti-oazolin-6-sulfonic acid) Pembimbing : 1. apt. Reksi Sundu, M. Sc. 2. Dr. apt.Triswanto Sentat, M. Farm-Klin. Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang memiliki satu atau lebih elektron tidak berpasangan, sehingga sangat reaktif dan dapat merusak sel-sel tubuh melalui reaksi oksidasi. Kerusakan akibat radikal bebas dapat dicegah oleh senyawa antioksidan yang mampu menghambat proses oksidasi. Antioksidan alami dapat ditemukan dalam berbagai tanaman, salah satunya adalah kulit buah tampoi yang berpotensi sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit buah tampoi menggunakan pelarut etanol 70%, berdasarkan nilai IC50 (Inhibitory Concentration). Penelitian ini bersifat eksperimental dan menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-(3-etilbenzotiazolin-6-asam sulfonat) secara kuantitatif, yang dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan vitamin C sebagai pembanding.Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, penetapan susut pengeringan (diperoleh sebesar 4,62%), penetapan kadar air (20,54%), skrining fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah tampoi mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Semakin kecil nilai IC50, maka semakin tinggi aktivitas antioksidan suatu senyawa. Uji aktivitas antioksidan vitamin C sebagai pembanding yang digunakan sebagai standar memiliki IC50 rata-rata 0,6658 ppm. Sedangkan uji aktivitas antioksidan terhadap ekstrak etanol kulit buah tampoi menjukan nilai IC50 rata-rata Hasil 10,5387 ppm, yang termasuk dalam katagori aktivitas antioksidan sangat kuat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahawa ekstrak etanol kulit buah tampoi memiliki potensi sebagai antioksidan yang sangat kuat. Kata kunci : radikal bebas, antioksidan, Beccaurea macrocarp, IC50, ABTS. ABSTRACT Name : Evline Christina Study Program : Bachelor ofPharmacy Thesis Proposal Title : Antioxidant Activity Test of Tampoi Fruit Peel Extract (Beccaurea Macrocarp) Using ABTS Method (2,2- azinobis-(3-ethylbenzoti-oazolin-6-sulfonic acid) Counsellor : 1. apt. Reksi Sundu, M. Sc. 2. Dr. apt.Triswanto Sentat, M. Farm-Klin. Free radicals are atoms or molecules that have one or more unpaired electrons, making them very reactive and capable of damaging body cells through oxidation reactions. Damage caused by free radicals can be prevented by antioxidant compounds that can inhibit the oxidation process. Natural antioxidants can be found in various plants, one of which is the skin of the tampoi fruit, which has potential as a source of antioxidants. This study aims to determine the potential antioxidant activity of the tampoi fruit skin extract using 70% ethanol solvent, based on the IC50 (Inhibitory Concentration) value. This research is experimental and uses the ABTS (2,2-azinobis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)) method quantitatively, which is analyzed using UV-Vis spectrophotometry with vitamin C as a comparator. The research stages include sampling, plant determination, simplisia preparation, extract preparation, determination of drying loss (obtained at 4.62%), determination of water content (20.54%), phytochemical screening, and antioxidant activity testing. The results of the phytochemical screening indicate that the extract of tampoi fruit peel contains active compounds such as alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and steroids. The lower the IC50 value, the higher the antioxidant activity of a compound. The results of the antioxidant activity test show that the ethanol extract of tampoi fruit peel has an average IC50 value of 10.5387 ppm, which falls into the category of very strong antioxidant activity. Keywords : free radical, antioxidant, Baccaurea macrocarp, IC50, ABTS.

PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS KECAMATAN TENGGARONG

MUHAMMAD YUDHA PRATAMA
2025 · Thesis · Open Access

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi penyebab utama kematian di dunia. Keberhasilan pengobatan TB sangat bergantung pada tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat, namun kenyataannya masih banyak pasien yang tidak patuh sehingga meningkatkan risiko kegagalan terapi. Dukungan keluarga adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepatuhan minum obat, karena keluarga berperan sebagai pengingat, motivator, dan pendamping selama proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan keluarga terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien TB paru di Puskesmas Kecamatan Tenggarong. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dan pendekatan prospektif. Sampel penelitian adalah 60 pasien TB paru yang ditentukan dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner demografi, kuesioner dukungan keluarga, dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) untuk menilai kepatuhan pasien. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mendapatkan dukungan keluarga yang baik (95%) dan memiliki tingkat kepatuhan tinggi (86,67%) dengan hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan (P-value = 0,000), begitu juga hasil analisis multivariat Principal Component Analysis (PCA) dengan menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan memiliki korelasi positif.

Studi Literatur Stabilitas Fisik dan Kimia Sediaan Pulveres

DARMA KUSUMA
2025 · Thesis · Open Access

Stabilitas sediaan pulveres sangat penting untuk memastikan obat dapat memberikan efek terapi yang optimal serta aman bagi pasien. Faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas tersebut meliputi kelembapan, suhu, pH dan pengaruh waktu penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hasil evaluasi stabilitas sediaan obat pulveres. Metode yang digunakan dalam studi literatur ini melibatkan pengumpulan data dari berbagai jurnal dan artikel yang membahas stabilitas sediaan pulveres. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data data yang terkumpul. Hasil dari pengujian terhadap interval waktu tertentu, yaitu uji organoleptis tidak terdapat perubahan warna dan bau serta uji kelembapan serbuk tidak mengalami kelembapan hal ini bisa dilihat bahwa serbuk tidak mengalami penggumpalan atau lengket di kertas pembungkus, uji pH tidak mengalami perubahan dan masih sesuai standar range yang telah ditentukan, dan uji kadar dengan menggunakan alat spektrofotometri tidak terdapat perubahan kadar obat yang siginifikan. Kesimpulan racikan pulveres stabil secara fisik dan kimia (organoleptis, kelembapan, pH dan kadar zat aktif) selama 28 hari pada suhu penyimpanan tertentu sehingga hasil ini sesuai dengan ketentuan Beyond Use Date Chapter 795

Gambaran Medication Error Pada Tahap Prescribing Resep Manual dan Elektronik

PRIYANTI
2025 · Thesis · Open Access

Medication error merupakan permasalahan serius dalam dunia kesehatan yang dapat membahayakan keselamatan pasien. Salah satu bentuknya adalah prescribing error, yaitu kesalahan yang terjadi pada tahap peresepan obat. Diberbagai rumah sakit di Indonesia, tingkat kejadian prescribing error pada resep manual masih tergolong tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kejadian prescribing error pada resep manual dan resep elektronik di Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah jurnal ilmiah tentang prescribing errror pada resep manual dan elektronik yang dilakukan di beberapa Rumah Sakit. Hasil Kejadian medication error yang ditemukan di Rumah Sakit Diponegoro pada fase prescribing 45% resep manual, 14% e-resep sedangkan pada Rumah Sakit Umum Madyang Palopo esep manual 58,78% dan tingkat prescribing error pada resep elektronik 8,4%. Kesimpulan menunjukkan bahwa tingkat prescribing error pada resep manual lebih tinggi dari pada tingkat prescribing error pada resep elektronik