Abstrak
Tanaman tengkawang dikenal dengan Shorea mecistopteryx merupakan jenis lemak padat yang umumnya digunakan dalam bidang kosmetik. Lemak tengkawang mulai dikenal sebagai lemak nabati khas dari hutan dipterokarpa berpotensi sebagai bahan baku margarin. Margarin dibuat dengan basis lemak nabati, dan yang saat ini umumnya berbahan dasar dari minyak sawit. Pasar margarin di dunia tahun 2028 diproyeksikan mencapai 4,32 milyar USD. Kandungan margarin selain lemak nabati, mengandung sekitar 20% air ditambah bahan pengemulsi, bahan aroma, bahan aditif lainnya untuk meningkatkan nilai gizi fungsional lainnya melalui proses fortifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi margarin yang menggunakan bahan baku lemak tengkawang yang terfortifikasi dengan vitamin A, D dan E. Proses fortifikasi dibuat dengan menambahkan vitamin A, D dan E. Proses pengujian fisiko-kimia margarin lemak tengkawang yang terfortifiasi terdiri atas uji pH, uji daya sebar, uji kadar air, uji bilangan peroksida, uji kadar asam lemak bebas. Dan untuk uji kesukaan dilakukan uji hedonik. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif yaitu berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data yang diperoleh pada penelitian ini akan ditampilkan dalam bentuk tabel dan dinarasikan. Hasil penelitian menunjukkan, evaluasi sifat fisik sediaan margarin dengan konsentrasi 20%, 30%, dan 40% memenuhi persyaratan uji pH, uji daya sebar, uji kadar air, uji hedonik, uji bilangan peroksida, dan uji kadar asam lemak bebas. Hasil uji hedonik dari aroma dan rasa margarin lemak tengkawang dengan konsentrasi 30% lebih disukai responden, sedangkan untuk warna margarin pada konsentrasi 40% lebih disukai responden.