Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

1.289 item publik

Publikasi

Halaman 38 dari 65

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LOTION MINYAK KAYU PUTIH (Melaleuca cajuputi Subsp. cajuputi)

RAYHAN FAJAR RAHMAT
2024 · Thesis · Open Access

Keanekaragaman bahan baku minyak atsiri yang ada di Indonesia terdiri atas empat puluh jenis dari sembilan puluh sembilan jenis tanaman atsiri yang ada di dunia. Beberapa jenis minyak atsiri Indonesia yaitu salah satunya adalah kayu putih. Penggunaan minyak atsiri sebagai bahan baku industri seperti pembuatan kosmetik, antiseptik dan obat-obatan. Berkembangnya variasi pemanfaatan kayu putih membuat permintaan kebutuhan minyak kayu putih semakin meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil evaluasi sediaan lotion minyak kayu putih (Melaleuca cajuputi Subsp. cajuputi) dengan variasi konsentrasi minyak kayu putih yang memenuhi syarat fisik. Variabel bebas lotion dengann konsenterasi 0%, 5%, 10%, dan 20%. Uji fisik meliputi evaluasi organoleptis, homogenita, tipe emulsi, pH, viskositas, daya sebar uji freeze-thaw dan serta uji hedonik dari formulasi sediaan lotion minyak kayu putih yang berasal dari daerah Imogiri, Yogyakarta. Hasil penelitian diperoleh hasil evaluasi minyak kayu putih dapat diformulasikan menjadi sediaan pada konsentrasi 5%, 10%, dan 20% karena memenuhi persyaratan uji organoleptis, homogenitas, pH, tipe emulsi, viskositas, daya sebar, dan memenuhi uji stabilitas freeze thaw. Sifat fisik terbaik didapatkan pada formula dengan konsentrasi minyak kayu putih 10% dan juga merupakan yang paling disukai oleh panelis. Sediaan minyak kayu putih memiliki rasa panas saat di oleskan di permukaan kulit, memiliki bau yang enak, mudah di tuangkan, mudah di oleskan di permukaan kulit, terasa lengket di permukaan kulit, memiliki rasa yang lembab, mudah di cuci dengan air, terasa cukup nyaman di gunakan di kulit sebagai.

Uji Aktivitas Antioksidan Kulit Naga Merah (Hylocereus Polyrhrizus) dengan Metode DPPH

LISA SEMBIRING KEMBAREN
2024 · Thesis · Open Access

Buah naga memiliki kulit yang pada umumnya hanya dibuang sebagai limbah sehingga tidak dimanfaatkan secara optimal. Kulit buah naga merah mengandung vitamin C, vitamin E, vitamin A, fenolik, flavonoid, karotenoid, dan antosianin. Kulit buah naga bermanfaat sebagai antimikroba, antikanker dan antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol kulit buah naga merah metode DPPH (2,2 difenil-1-pikrihidrazil). Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental, sampel kulit buah naga merah diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 95%. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah naga merah menggunakan metode DPPH sebagai radikal bebas yang diukur menggunakan Spektofotometer UV-Vis pada panjang gelombang serapan maksimum 520 nm. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) diperoleh ekstrak kental dengan presentase rendemen 11,25%. Hasil skrining fitokimia didapatkan bahwa ekstrak etanol kulit buah naga merah positif mengandung flavonoid, tanin dan steroid. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 814,821 ppm termasuk kategori sangat lemah.

EVALUASI MEDICATION ERROR DARI FASE PRESCRIBING PADA RESEP PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DAYAKU RAJA KOTA BANGUN

KARTINI
2024 · Thesis · Open Access

Nama : Kartini Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Evaluasi Medication Error dari Fase Prescribing pada Resep Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Dayaku Raja Kota Bangun Pembimbing : 1. apt. Nurul Fatimah, M.Sc. Pembimbing : 2. apt. Heri Wijaya, M.Si., Ph.D. Medication error merupakan permasalahan serius dalam pelayanan kefarmasian yang dapat membahayakan keselamatan pasien dan keluarga pasien. Kejadian ini dapat terjadi di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas, klinik, dan apotek. Medication error dapat disebabkan oleh kesalahan dalam proses peresepan (prescribing), pembacaan resep (transcribing), persiapan hingga penyerahan obat (dispensing), dan dalam proses penggunaan obat (administration). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi medication error pada fase prescribing pasien hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara prospektif menggunakan 213 resep pasien hipertensi yang masuk di instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Dayaku Raja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Medication error yang terjadi pada fase prescribing yaitu tidak ada rute pemakaian 7,04%; tidak ada frekuensi 1,88%; tidak ada paraf dokter 100%; tidak ada nomor rekam medis pasien sebanyak 2,35%; tidak ada usia pasien sebanyak 26,30%; tidak ada berat badan pasien 21,12%. Kejadian Medication error di instalasi farmasi rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah Dayaku Raja Kota Bangun yaitu terjadi pada fase prescribing.

PENETAPAN KADAR FLAVONOID DAN FENOLIK EKSTRAK METANOL BIJI MARKISA UNGU (Passiflora edulis var. edulis) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

RICKY RAHMAN
2024 · Thesis · Open Access

Biji buah markisa mengandung beberapa senyawa seperti flavonoid, polifenol, dan saponin yang memiliki efek sebagai antioksidan, hipoglikemia, antihipertensi dan perbaikan kondisi kulit. Aktivitas antioksidan dipengaruhi oleh total flavonoid, dimana semakin tinggi senyawa flavonoid yang terdapat pada suau ekstrak maka semakin tinggi aktivitas antioksidannya, sehingga senyawa polifenol dan flavonoid memiliki korelasi dengan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik dan flavonoid ekstrak metanol biji markisa ungu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan determinasi tanaman, pengumpulan biji markisa dari Tana Toraja, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak metanol biji markisa, uji kadar air, skrining fitokimia, penetapan kadar fenolik menggunakan asam galat dengan reagen folin ciocalteau dan penetapan kadar flavonoid menggunakan pembanding kuersetin dengan metode spektrofotmetri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji markisa ungu mengandung sejumlah besar besar flavonoid, saponin, triterpenoid, tanin,dan fenol. Ekstrak biji markisa ungu mengandung senyawa fenolik dengan pembanding asam galat yang dibaca pada panjang gelombang 745 nm diperoleh rata-rata kadar fenol sebesar 72,76 mgGAE/ g Ekstrak dan mengandung senyawa flavonoid dengan pembanding kuersetin yang dibaca pada gelombang 440 nm, diperoleh rata-rata kadar flavonoid sebesar 49,03 mgQE/ g Ekstrak

Formulasi dan evaluasi sediaan Stick balm minyak kayu putih (Melaleuca cajuputii) sebagai aromaterapi

ELYSA MARIANA
2024 · Thesis · Open Access

Tanaman Kayu putih (Melaleuca cajuputi subsp cajuputi) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri umumnya diperoleh dari daun yang dihasilkan melalui proses penyulingan (destilasi). Minyak kayu putih salah satu jenis minyak atsiri banyak digunakan untuk bahan berbagai produk kesehatan khususnya sebagai aromaterapi. Salah satu sediaan aromaterapi yaitu yang sering digunakan slah satunya yaitu balsem. Pada penelitian ini memformulasikan balsem dalam bentuk stick yang penggunaanya lebih praktis dan nyaman digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah minyak kayu putih dapat diformulasi ke dalam sediaan stick balm dengan variasi konsentrasi minyak kayu putih untuk menghasilkan sediaan stick balm yang stabil pada uji fisik dari berbagai variasi konsentrasi 10%, 20%, 30%. Objek yang diteliti adalah mutu fisik dan uji potensi iritasi sediaan stick balm. Komponen stick balm dalam penelitian ini adalah cera alba, carnauba wax, setil alkohol, butylated hydroxytoluene, virgin coconut oil dan minyak kayu putih. Evaluasi stick balm meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, uji titik leleh, uji kekerasan, freeze-thaw dan uji potensi iritasi sediaan stick balm. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan uji ANOVA dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukan bahwa minyak kayu putih dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan stick balm yang memenuhi persyaratan uji organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, titik leleh, kekerasan stick balm, hasil uji freeze-thaw cycling selama 12 siklus menyatakan stick balm mengalami perubahan pH dan daya sebar serta hasil uji iritasi dengan metode pacth test sedian

EVALUASI MEDICATION ERROR DARI FASE PRESCRIBING PADA RESEP PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DAYAKU RAJA KOTA BANGUN

KARTINI
2024 · Thesis · Open Access

Medication error merupakan permasalahan serius dalam pelayanan kefarmasian yang dapat membahayakan keselamatan pasien dan keluarga pasien. Kejadian ini dapat terjadi di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas, klinik, dan apotek. Medication error dapat disebabkan oleh kesalahan dalam proses peresepan (prescribing), pembacaan resep (transcribing), persiapan hingga penyerahan obat (dispensing), dan dalam proses penggunaan obat (administration). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi medication error pada fase prescribing pasien hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara prospektif menggunakan 213 resep pasien hipertensi yang masuk di instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Dayaku Raja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Medication error yang terjadi pada fase prescribing yaitu tidak ada rute pemakaian 7,04%; tidak ada frekuensi 1,88%; tidak ada paraf dokter 100%; tidak ada nomor rekam medis pasien sebanyak 2,35%; tidak ada usia pasien sebanyak 26,30%; tidak ada berat badan pasien 21,12%. Kejadian Medication error di instalasi farmasi rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah Dayaku Raja Kota Bangun yaitu terjadi pada fase prescribing.

Penetapan Kadar Pro-Antosianidin Pada Seduhan dan Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dengan metode spektrofotometri UV-Vis

ANISARIA
2024 · Thesis · Open Access

Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) merupakan tumbuhan yang sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia secara alami sebagai tanaman kaya antioksidan, namun pemanfaatan dari kulit buah naga merah belum sepenuhnya dimaksimalkan. Kulit buah naga merah dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengobati diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Penarikan senyawa serta aktivitas biologis dari suatu tanaman dapat dipengaruhi oleh metode ekstraksi yang digunakan. Metode seduhan dan maserasi dipilih karena merupakan metode yang mudah, murah serta lebih aplikatif digunakan masyarakat. Ekstrak etanol dan seduhan kulit buah naga merah memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, terpenoid dan proantosianidin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kadar proantosianidin ekstrak etanol dan seduhan kulit buah naga merah dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan determinasi, pengumpulan kulit buah naga merah, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 95%, pembuatan seduhan, dan penetapan kadar proantosianidin menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pembanding katekin. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar pada ekstrak sebesar 7,47 mgCE/ g ± 0,18 dan pada seduhan didapatkan hasil sebesar 6,33 mgCE/g ± 0,21667. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kadar proantosianidin pada ekstrak lebih besar dibanding pada seduhan. Hasil analisis data secara statistik kadar proantosianidin menggunakan uji Independent Sample Test menunjukkan nilai P 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara ekstrak dan seduhan kulit buah naga merah.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI BEBERAPA JENIS MINYAK KAYU PUTIH (Melaleuca cajuputi) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis DAN Staphylococcus aureus

NICO DARMAWAN
2024 · Thesis · Open Access

Penyakit infeksi hingga saat ini masih menjadi masalah besar bagi negara- negara berkembang, salah satunya Indonesia. Penyakit infeksi dapat disebabkan oleh beberapa mikroorganisme seperti bakteri, virus, parasit, dan jamur. Mikroorganisme penyebab penyakit infeksi kulit adalah bakteri Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat minyak kayu putih (Melaleuca cajuputi Subsp. cajuputi) terhadap bakteri Staphyloccus epidermidis dan Staphyloccus aureus dan mengetahui nilai KHM dan KBM minyak kayu putih (Melaleuca cajuputi Subsp. cajuputi) terhadap bakteri Staphyolococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode difusi cakram dengan minyak kayu putih Biak, Gunung Kidul, Lamongan, dan Lampung pada konsentrasi 1%, 5%, 10% dan 25% sedangkan metode dilusi pada konsentrasi 10%, 25%, 50%, dan 100. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui minyak kayu putih dari keempat jenis memiliki nilai bobot jenis yang sesuai dengan SNI. Minyak kayu putih Biak, Gunung Kidul, Lamongan, dan Lampung pada konsentrasi 1%, 5%, 10% dan 25% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus. Minyak kayu putih tiap jenis pada konsentrasi 1% hanya dapat menghambat pertumbuhan bakteri dengan kategori sedang, sedangkan pada konsentrasi pada konsentrasi 5%, 10% dan 25% menghambat pertumbuhan bakteri kategori kuat. Kemudian Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) minyak kayu putih dimulai dari konsentrasi 10% dan memiliki nilai Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) pada konsentrasi 50% terhadap kedua bakteri uji. Berdasarkan analisis data menggunakan metode Post Hoc Test, membuktikan bahwa terdapat perbedaan zona hambat pada tiap jenis minyak kayu putih terhadap Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus.

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN INFUSA DAN EKSTRAK ETANOL BUNGA KENOP (Gomphrena globosa L) DENGAN MENGGUNAKAN METODE ABTS

SERI AGUSTINI
2024 · Thesis · Open Access

Bunga kenop (Gomphrena globosa L) merupakan tanaman hias dan telah digunakan sebagai obat tradisional untuk menurunkan panas, batuk, suara serak, serta gangguan pernafasan lainnya. Penarikan senyawa serta aktivitas biologis dari suatu tanaman dapat dipengaruhi oleh metode ekstraksi yang digunakan. Metode infusa dan maserasi dipilih karena merupakan metode yang mudah, murah serta lebih aplikatif digunakan masyarakat. Tanaman bunga kenop mengandung senyawa seperti alkaloid, saponin dan flavonoid. Senyawa fenolik yang tinggi pada bunga kenop memberikan potensi sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat melindungi sel dari kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari infusa dan ekstrak etanol bunga kenop dengan metode ABTS. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian non eksperimental. Tahapan penelitian ini dimulai dari determinasi dan pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, pembuatan infusa, skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dengan metode penangkal radikal bebas menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-(3-ethylbenzothiazoline)-6-sulfonic acid). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai IC50 vitamin C yaitu 1,0303 ppm, ekstrak sebesar 7,4453 ppm dikategorikan antioksidan sangat kuat sedangkan pada infusa sebesar 272,3835 ppm kategori sangat lemah. Berdasarkan hasil uji Independent T-Test terdapat perbedaan yang signifikan antara vitamin C dan ekstrak bunga kenop.