Abstrak
Keanekaragaman bahan baku minyak atsiri yang ada di Indonesia terdiri atas empat puluh jenis dari sembilan puluh sembilan jenis tanaman atsiri yang ada di dunia. Beberapa jenis minyak atsiri Indonesia yaitu salah satunya adalah kayu putih. Penggunaan minyak atsiri sebagai bahan baku industri seperti pembuatan kosmetik, antiseptik dan obat-obatan. Berkembangnya variasi pemanfaatan kayu putih membuat permintaan kebutuhan minyak kayu putih semakin meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil evaluasi sediaan lotion minyak kayu putih (Melaleuca cajuputi Subsp. cajuputi) dengan variasi konsentrasi minyak kayu putih yang memenuhi syarat fisik. Variabel bebas lotion dengann konsenterasi 0%, 5%, 10%, dan 20%. Uji fisik meliputi evaluasi organoleptis, homogenita, tipe emulsi, pH, viskositas, daya sebar uji freeze-thaw dan serta uji hedonik dari formulasi sediaan lotion minyak kayu putih yang berasal dari daerah Imogiri, Yogyakarta. Hasil penelitian diperoleh hasil evaluasi minyak kayu putih dapat diformulasikan menjadi sediaan pada konsentrasi 5%, 10%, dan 20% karena memenuhi persyaratan uji organoleptis, homogenitas, pH, tipe emulsi, viskositas, daya sebar, dan memenuhi uji stabilitas freeze thaw. Sifat fisik terbaik didapatkan pada formula dengan konsentrasi minyak kayu putih 10% dan juga merupakan yang paling disukai oleh panelis. Sediaan minyak kayu putih memiliki rasa panas saat di oleskan di permukaan kulit, memiliki bau yang enak, mudah di tuangkan, mudah di oleskan di permukaan kulit, terasa lengket di permukaan kulit, memiliki rasa yang lembab, mudah di cuci dengan air, terasa cukup nyaman di gunakan di kulit sebagai.