Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

1.289 item publik

Publikasi

Halaman 44 dari 65

Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Favipiravir Pada Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda Tahun 2022

YASON LUKIUS
2024 · Thesis · Open Access

COVID-19 penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2), pertama kali muncul pada 12 Desember 2019 di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Hingga saat ini berbagai jenis obat digunakan dalam pengobatan COVID-19 salah satu diantaranya adalah Favipiravir. Untuk menilai kerasionalan penggunaan Favipiravir pada pasien COVID-19, evaluasi penggunaan obat dapat digunakan sebagai alat untuk menjamin obat yang digunakan sesuai indikasi, efektif, aman, dan terjangkau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien COVID-19 berdasarkan usia, jenis kelamin, komorbid dan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan Favipiravir pada pasien COVID-19 di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda pada tahun 2022 berdasarkan kriteria tepat pasien, tepat diagnosis, tepat obat, tepat dosis, tepat interval waktu pemberian, tepat lama pemberian, dan waspada efek samping obat. Penelitian ini merupakan penelitian secara non-eksperimental yang dilakukan dengan observasional deskriptif, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode total sampling secara retrospektif berdasarkan pada data rekam medis pasien COVID-19 di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda pada tahun 2022. Karakteristik pasien COVID-19 pada penelitian ini sebanyak 60% berusia 26-45 tahun, dengan dominasi pasien berjenis kelamin perempuan sebesar 72%, dan komorbid terbanyak adalah diabetes melitus yaitu sebesar 7%. Untuk menentukan rasionalitas penggunaan Favipiravir dilakukan dengan menggunakan literatur Informatorium Obat COVID-19 di Indonesia Edisi 4, dengan hasil tepat pasien`(100%), tepat diagnosis (100%), tepat obat (100%), tepat dosis (83%), tepat interval waktu pemberian (100%), tepat lama pemberia (100%), dan waspada efek samping obat (100%).

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN (TTK) PADA PENCEGAHAN COVID-19 DI KOTA BALIKPAPAN

DEWI
2024 · Thesis · Open Access

Coronavirus disease 19 adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis coronavirus baru yaitu COVID-19. Virus ini telah dinyatakan sebagai pandemi dandapat menyebar dengan cepat melalui kontak langsung antar manusia. Pandemi ini memberikan dampak pada pelayanan kefarmasian khususnya Tenaga Teknis Kefarmasiaan (TTK) maka, pentingnya dilakukan gambaran tingkat pengetahuan TTK dalam melakukan pencegahan COVID-19 di Kota Balikpapan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemahaman dan gambaran tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasiaan dalam pencegahan COVID- 19 di Kota Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, jenis penelitian ini deskriptif (non eksperimental) bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian ini diperoleh dari subjek penelitian yaitu TTK yang bekerja di Kota Balikpapan melalui kuesioner. Metode analisis data adalah analisis bivariat dan analisis univariat untuk melihat frekuensi tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasiaan di Kota Balikpapan dalam pencegahan COVID-19. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, tingkat pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian pada pencegahan COVID-19 di Kota Balikpapan didapatkan hasil dengan kategori sangat baik sebanyak 16 responden (6,50%), Baik sebanyak 170 responden (69,10%), cukup sebanyak 57 responden (23,19%), kurang baik sebanyak 3 responden (1,21%). Karakteristik responden yang memiliki hubungan dengan tingkat pengetahuan Tenaga TeknisKefarmasian dalam pencegahan COVID-19 di Kota Balikpapan yaitu jenis kelamin, jenis pekerjaan, lama bekerja. Sedangkan karakteristik responden usia, tempat bekerja dan pendidikan yaitu tidak ada hubungan dengan tingkat pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasiandalam pencegahan COVID-19 di Kota Balikpapan.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack) R. M.Sm.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Sp.

DIVYA MIRANTI
2023 · Thesis · Open Access

Senyawa antibakteri merupakan senyawa kimiawi atau biologis baik alami maupun sintetik yang dapat menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri. Bunga kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) mempunyai aktivitas efektif terhadap antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar ekstrak etanol bunga kecombrang asal desa Pampang (100-500 mdpl), Kalimantan timur yang optimal dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Dengan objek yang diteliti yaitu, zona hambat ekstrak bunga kecombrang terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode sumuran dengan konsentrasi ekstrak 10%, 20%, 40%, 60% dan kontrol positif kloramfenikol, dianalisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil pada penelitian ini adalah ekstrak etanol 96% bunga kecombrang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi optimal 60% memiliki daya hambat kategori sedang yaitu 5,933 mm.

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

MAULIDA SALSABILLA HIDAYAT
2023 · Thesis · Open Access

Pepaya (Carica papaya) umumnya masyarakat Indonesia lebih banyak mengkonsumsi daging buahnya sementara biji di dalam buah pepaya sering sekali dibuang sehingga kurang dimanfaatkan. Biji pepaya memiliki manfaat bagi tubuh manusia karena adanya kandungan senyawa metabolit sekunder antara lain tanin, flavonoid, fenol, saponin, alkaloid dan memiliki kandungan vitamin E yang tinggi yang memiliki khasiat sebagai antioksidan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandugan fenol total dan aktivitas antioksidan pada ekstrak biji pepaya dengan menggunakan metanol dengan metode 2,2-diphenyl 1-picrylhidrazyl (DPPH). Penelitian yang dilakukan adalah eksperimental. Objek penelitian ini adalah penetapan kadar dan aktivitas antioksidan ekstrak metanol biji pepaya, aktivitas antioksidan dan kandungan kadar fenolik pada ekstrak biji pepaya merupakan variabel terikat dan untuk variabel kontrol DPPH merupakan radikal bebas, bahan simplisia biji pepaya, metanol merupakan pelarut dan vitamin C merupakan pembanding. Analisis data menggunakan analisis secara statistik.

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH ATMA HUSADA MAHAKAM PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

DYAN PUSPITA WULANDARI
2023 · Thesis · Open Access

Kepuasan adalah tanggapan pelanggan atau pengguna jasa untuk setiap pelayanan yang diberikan Rumusan Masalah : Bagaimana gambaran kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan kefarmasian di IFRS RSJD Atma Husada Mahakam ? Jenis penelitian adalah non eksperimental dengan menggunakan kuesioner Unsur kualitas pelayanan yang diukur 1. Penampilan fisik petugas (tangible) 2. Kehandalan (reliability) 3. Ketanggapan Petugas (responsivenes) 4. Jaminan Petugas (assurance) 5. Empaty (emphaty)

Evaluasi Tingkat Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus Terhadap Penggunaan Obat Antidiabetik di Puskesmas

NURHAYATI PUTRIAJULI SALSYABRINA
2023 · Thesis · Open Access

​Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian nomor 3 di Indonesia setelah stroke dan jantung koroner. Evaluasi penggunaan obat dilakukan untuk menjamin penggunaan obat yang rasional sehingga mendapat keberhasilan terapi dalam menjalani pengobatan dan mengurangi efek samping yang tidak diinginkan. Kepatuhan pasien DM dalam penggunaan obat antidiabetik menjadi faktor penting agar gula darah pasien dapat terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetik pada pasien DM di Puskesmas Kaliorang. Objek pada penelitian ini adalah pasien DM yang menjalani pengobatan di Puskesmas Kaliorang. Penelitian dilakukan secara observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner kepatuhan MMAS-8. Data yang diperoleh di analisis secara statistik menggunakan uji Chi Square.

Penetapan Kadar Fenolik Ekstrak Biji Nyireh (Xylocarpus Granatum J. Koening) Menggunakan Pelarut Metanol Dan Etanol Dengan Metode Spektrofotometri UV- Vis

DEVI SAPITRI
2023 · Thesis · Open Access

Nyireh (Xylocarpus granatum J. Koenig) merupakan tumbuhan mangrove yang banyak ditemukan di Kalimantan. Terbukti secara empiris penggunaan biji nyireh sebagai bedak tradisional untuk perawatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik pada ekstrak biji Xylocarpus granatum menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah eksperimental. Objek yang diteliti adalah kadar fenolik pada ekstrak biji Xylocarpus granatum menggunakan pelarut metanol dan etanol 70%. Sampel dipilih yang masih dalam keadaan baik yaitu buah berwarna hijau kecoklatan. Pengujian penetapan kadar fenolik ekstrak biji nyireh menggunakan metode spektrofotometri. Data dianalisis menggunakan persamaan regresi linier. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dari pengukuran menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan menggunakan dua pelarut yaitu metanol dan etanol 70% didapatkan kadar fenolik ekstrak metanol biji nyireh sebesar 340,0186 ± 4,2184 (mg/GAE/g) yang berarti dalam setiap gram ekstrak metanol biji nyireh setara dengan 340,0186 sedangkan kadar fenolik ekstrak etanol biji nyireh sebesar 328,1198 ± 5,4190 (mg/GAE/g) yang berarti dalam setiap gram ekstrak metanol biji nyireh setara dengan 328,1198. Data hasil penetapan kadar fenolik dari kedua pelarut yang diperoleh dari analisis secara statistik. Pertama melakukan data dengan uji normalitas yaitu uji Shapiro-Wilk menunjukkan data terdistribusi normal dengan nilai signifikan pelarut metanol sebesar 0,188 dan nilai signifikan pelarut etanol sebesar 0,051 (0,188 dan 0,051 P>0,05) data berdistribusi normal karena nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05. Kedua uji homogenitas dengan uji Levene nilai signifikan yang diperoleh nilai signifikan 0,653 (0,653 P> 0,05) data mempunyai varian yang sama atau homogen karena nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05, ketiga dilanjut dengan uji Independent T-Test didapatkan hasil nilai signifikansi 2-tailed 0,005 yang menyatakan (P 0,05).

Uji In Vitro Antikolesterol Ekstrak dan Fraksi Umbi Bawang Dayak

ELAND ARI CRYFONES
2023 · Thesis · Open Access

Umbi bawang dayak (Eleuhterine bulbosa (Mill) Urb) merupakan tanaman khas Kalimantan yang telah banyak digunakan masyarakat sekitar untuk mengobati penyakit seperti antiemetik, sembelit, radang usus, disentri, penyakit kuning, luka, bisul, diabetes mellitus, hipertensi, kanker payudara dan menurunkan kolesterol. Kolesterol merupakan senyawa dengan sifat fisik serupa lemak tetapi mempunyai gugus steroida. Kolesterol dalam jumlah normal dibutuhkan oleh tubuh, namun dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah (aterosklerosis). Umbi bawang dayak (Eleuhterine bulbosa (Mill) Urb) mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki potensi sebagai antikolesterol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antikolesterol pada ekstrak etanol dan fraksi umbi bawang dayak secara in vitro dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental. Objek penelitian adalah aktivitas antikolesterol ekstrak dan fraksi umbi bawang dayak. Analisis data menggunakan uji one way anova untuk melihat aktivitas antikolesterol pada ekstrak etanol umbi bawang dayak.

Penetapan Kadar Flavonoid Terhadap Ekstrak Biji Xylocarpus Granatum Dengan Berbagai Pelarut Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-VIs

NOVI VIJAYANTI
2023 · Thesis · Open Access

Salah satu sumber daya alam di Indonesia adalah hutan mangrove. Mangrove merupakan ekosistem yang terletak di wilayah intertidal. Mangrove yang dimanfaatkan masyarakat pesisir secara tradisional adalah Xylocarpus granatum. Xylocarpus granatum memiliki biji yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan, pencerah kulit, minyak rambut dan antibakteri. Xylocarpus granatum mengandung metabolit sekunder flavonoid. Flavonoid sangat efektif untuk digunakan sebagai antioksidan. Flavonoid dapat dihasilkan berdasarkan jenis pelarut polar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid pada ekstrak biji Xylocarpus granatum menggunakan pelarut metanol dan etanol 70% dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian eksperimental. Objek yang diteliti kadar flavonoid pada ekstrak biji Xylocarpus granatum menggunakan pelarut metanol dan etanol 70%. Tahapan penelitian dimulai dari determinasi tanaman, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dengan menggunakan pelarut metanol dan etanol 70%, mengidentifikasi senyawa flavonoid menggunakan kromatografi lapis tipis dan penetapan kadar flavonoid dengan metode spektrofotometri UV- Vis. Hasil penelitian menunjukkan kadar flavonoid dengan nilai tertinggi diperoleh dengan rata-rata 1,947% adalah ekstrak etanol Xylocarpus granatum dan nilai terendah diperoleh dengan rata-rata 1,855% adalah ekstrak metanol Xylocarpus granatum.

Pengaruh Variasi Konsentrasi DPPH Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Paku Resam (Gleicheniar linearis)

ARDANI
2023 · Thesis · Open Access

Tumbuhan paku resam mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh yang berlanjut kepada penyakit kronis seperti kanker, arthritis dan diabetes. Antioksidan merupakan suatu zat yang memiliki kemampuan untuk memperlambat proses oksidasi yang disebabkan radikal bebas. Pengujian antioksidan dapat dilakukan menggunakan metode DPPH (1,1 difenil-2- pikrilhidrazil) dengan berbagai konsentrasi, antara lain 40-80 ppm. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun paku resam (Dicranopteris linearis) berdasarkan nilai IC50 menggunakan variasi konsentrasi DPPH. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel daun paku resam, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, dilanjutkan dengan skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan menggunakan variasi konsentrasi DPPH secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV- Vis. Variabel bebas penelitian ini ialah variasi konsentrasi DPPH. Variabel terikat penelitian ini ialah aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun Paku Resam (Dicranopteris linearis). Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang dianalisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Deskriptif merupakan upaya untuk menampilkan data agar data tersebut dipaparkan secara baik dan dapat dipahami dengan mudah.

Gambaran Tingkat kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian pasien di apotek X DI kecamatan Palaran Periode Juli 2023

DICKY SETIAJI
2023 · Thesis · Open Access

Kepuasan merupakan perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesan terhadap kinerja atau hasil produk dan harapan-harapannya. Ada lima dimensi kualitas pelayanan yang dapat digunakan untuk mengukur kepuasan konsumen terhadap suatu pelayanan yaitu, tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy (SERVQUAL). Apotek X merupakan salah satu apotek yang berada di Jalan Adi Sucipto RT.02 Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Palaran Kota Samarinda, apotek ini merupakan apotek yang cukup ramai dikunjungi pasien. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata pasien yang berkunjung dan berobat perharinya adalah sekitar 50 hingga 80. Jumlah tenaga kefarmasian di apotek sebanyak 5 orang yang terdiri dari 1 apoteker dan 4 tenaga teknis kefarmasian. Pelayanan Kefarmasian merupakan suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Tujuan penelitian yaitu mengetahui tingkat kepuasan pasien di apotek terhadap pelayanan kefarmasian. Sampel dalam penelitian ini merupakan pasien atau konsumen yang datang yang mendapatkan pelayanan kefarmasian di apotek. Jenis penelitian deskriptif. Cara pengambilan sampel dengan metode non-eksperimental sampling dengan teknik accident sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 303 responden. Metode perhitungan tingkat kepuasan konsumen menggunakan metode Skala Likert.

Uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol kulit buah pepaya (Carica papaya L.) dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil)

AINUN AZIZAH
2023 · Thesis · Open Access

Kulit buah pepaya (Carica papaya L.) diketahui memiliki beberapa kandungan kimia sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar antioksidan pada kulit buah pepaya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel kulit buah pepaya, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, penetapan kadar aktivitas antioksidan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan metode DPPH. Variabel bebas penelitian ini adalah ekstrak metanol kulit buah pepaya, variabel terikat adalah kandungan antioksidan pada ekstrak kulit buah pepaya. Ekstraksi pada kulit buah pepaya dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut metanol. Uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH dengan Vitamin C sebagai pembanding. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, berupa kadar aktivitas antioksidan dinyatakan sebagai IC50. Hasil pada skrining esktrak kulit buah pepaya menujukkan adanya alkaloid dimana terdapat endapan coklat pada pereaksi bouchaedat, pada uji pereaksi dragendroff menunjukkan endapan merah bata, hasil uji senyawa saponin menunjukkan hasil positif terbentuk busa, dan hasil steroid atau triterpenoid mendapatkan hasil positif yang menujukkan warna biru ungu Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah pepaya menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) pada sampel esktrak kulit buah pepaya IC50 rata-rata sebesar 852 memiliki kategori tidak aktif dan pada sampel vitamin C IC50 rata-rata sebesar 13,70 memiliki kategori tidak aktif

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata Duch.) Terhadap Bakteri Escherichia coli Berdasarkan Variasi Konsentrasi Pelarut

MUHAMMAD YOGI
2023 · Thesis · Open Access

Aktivitas farmakologi senyawa aktif bahan alam dapat dipengaruhi oleh konsentrasi pelarut saat ekstraksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi pelarut etanol terhadap aktivitas antibakteri Escherichia coli. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang bersifat eksperimental, tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pengolahan simplisia, ekstraksi secara maserasi dengan varisi konsentrasi pelarut etanol, skrining fitokimia, penetapan kadar air dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi ekstrak 2,5%, 5%, 7,5%, 10% dan 12,5. Kontrol positif berupa kloramfenikol 0,1% dan kontrol negatif larutan DMSO 1%. Analisis data berupa deskriptif dan statistik inferensial berupa diameter zona hambat yang terbentuk diskitar cakram, selanjutnya dianalisis menggunakan Anova

PENGARUH METODE PENGERINGAN SIMPLISIA BIJI BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill) TERHADAP KADAR PROANTOSIANIDIN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

SELA SAFITRI
2023 · Thesis · Open Access

Biji alpukat memiliki kandungan zat yang bermanfaat bagi tubuh yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengobati sakit gigi, maag kronis, hipertensi dan diabetes melitus. Ekstrak etanol biji alpukat (Persea Americana Mill.) memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan proantosianidin. Pemanfaatan biji dapat dilakukan dengan mengolahnya menjadi simplisia, salah satu faktor yang dapat mempengaruhi simplisia adalah proses pengeringan guna mendapatkan simplisia yang bermutu. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh metode pengeringan simplisia menggunakan oven suhu 60oC dan sinar matahari pada biji buah alpukat terhadap kadar proantosianidin secara spektrofotometri UV- Vis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan pengumpulan biji buah alpukat yang diperoleh dari kebun alpukat Desa Berambai kota Samarinda, pengolahan simplisia dengan variasi metode pengeringan, pembuatan ekstrak dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 95%, skrining fitokimia, dan penetapan kadar proantosianidin menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pembanding katekin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji buah alpukat mengandung sejumlah besar alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, proantosianidin, dan steroid/triterpenoid. Ekstrak diuji secara kuantitatif dengan spektrofotometer didapatkan panjang gelombang maksimum katekin adalah 499 nm. Kurva baku katekin adalah : y = 0,04903x + 0,42133 nilai r hitung = 0,99257. Berdasarkan hasil penelitian pada ekstrak etanol biji alpukat, pengeringan dengan metode sinar matahari memiliki kadar proantosianidin yang lebih tinggi dibandingkan dengan kadar proantosianidin dengan pengeringan metode oven. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pengeringan yang berbeda dapat mempengaruhi kadar proantosianidin pada ekstrak.

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill.) terhadap bakteri Streptococcus mutans.

MUCHAMAD ZAINAL FANANI
2023 · Thesis · Open Access

Infeksi bakteri adalah penyakit yang paling banyak yang sering terjadi di kalangan masyarakat. Infeksi yang menyerang organ tubuh paling banyak dibandingkan organ lainnya adalah rongga mulut. Salah satu penyebab infeksi pada rongga mulut adalah bakteri Streptococcus mutans. Streptococcus mutans adalah bakteri utama penyebab penyakit karies gigi. Bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai zat antibakteri salah satunya tumbuhan alpukat, yang dapat dimanfaatkan salah satunya adalah bagian kulitnya. Kulit alpukat dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri karena memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti saponin, alkaloid, dan flavonoid yang bekerja sebagai antibakteri dan antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas antibakteri kulit buah alpukat (Persea americana Mill) sebagai antibakteri pada bakteri Streptococcus mutans. Objek yang diteliti adalah zona hambat ekstrak kulit buah alpukat terhadap bakteri Streptococcus mutans. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak kulit buah alpukat dan variabel terikat pada penelitian yaitu zona hambat yang terbentuk di daerah kertas cakram. Tahapan penelitian ini dimulai dengan pengumpulan sampel, pembuatan ekstrak kulit buah alpukat menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 95%,uji skrining fitokimia, uji aktivitas antibakteri diuji dengan menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi 12,5; 25; 37,5%, kontrol negatif Dimetil sulfoksida 10%, kontrol positif Amoksisillin 1%. Data dianalisis menggunakan statistik dengan taraf kepercayaan 0,05. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol kulit buah alpukat memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri streptococcus kutans dengan kriteria kuat pada konsentrasi 10; 15; 20%.

Studi Etnofarmasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Suku Dayak Kecamatan Sangkulirang Kabupaten Kutai Timur

ADDY ZEKARIAN ALFARIZI
2023 · Thesis · Open Access

Etnofarmasi merupakan bagian dari ilmu yang mempelajari penggunaan dan pengobatan obat untuk kelompok etnis atau kelompok tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan, bagian tumbuhan, cara penggunaan tumbuhan, dan khasiat tumbuhan yang digunakan masyarakat suku Dayak Basap. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif dan kuantitatif menggunakan tekhnik Snowbal sampling. Objek penelitian adalah penggunaan tumbuhan obat oleh suku Dayak Basap.Variabel bebas pada penelitian ini adalah pengetahuan tentang tumbuhan obat.

Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kadar Fenolik Ekstrak Etanol Kulit Buah Limpasu Limpasu (Baccaurea Lanceolata) Menggunakan Spektrofotometri UV-vis

ANDIKA PERMANA PUTRA
2023 · Thesis · Open Access

Limpasu merupakan salah satu spesies tumbuhan yang banyak ditemukan di Kalimantan Selatan yang mempunyai data empiris sebagai tanaman obat. Ekstrak kulit limpasu mengandung senyawa metabolit sekunder, salah satunya adalah senyawa fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap kadar fenolik ekstrak etanol kulit buah limpasu (Baccaurea lanceolata). Penelitian dilakukan secara eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi sampel, pengambilan sampel, pembuatan simplisia menggunakan pengeringan matahari dan pengeringan oven pada suhu 50°C, ekstrasi secara maserasi, penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan penetapan kadar fenolik menggunakan perbandingan asam galat dengan konsentrasi 12,5 25; 50; 100; dan 200 ppm. Nilai absorbansi diukur menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang dianalisis secara deskriptif.

Karakterisasi Dan Skrining Fitokimia Kulit Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata Dutch)

THESSALONIKA PUTRI
2023 · Thesis · Open Access

Buah labu kuning diketahui sebagai sumber fenolat yang baik, termasuk flavonoid, antosianin, dan karotenoid. Buah labu kuning memiliki manfaat bagi kesehatan karena mengandung nutrisi dan senyawa bioaktif. Kulit buahnya memiliki tekstur yang keras dan cukup tebal hal tersebut menyebabkan buah labu kuning lebih awet dibandingkan buah lainnya. Selama ini kulit buah labu kuning dianggap sebagai limbah. Namun ternyata kulit buah labu kuning memiliki potensi sebagai antibiotik dan antioksidan. Penelitian tentang kulit labu kuning masih terbatas, sehingga perlu dilakukan eksplorasi agar pemanfaatannya lebih optimal. Sebagai langkah awal dilakukan karakterisasi simplisia dan ekstrak serta skrining fitokimia. Karakterisasi dimaksudkan untuk mengetahui mutu dari simplisia dan ekstrak kulit buah labu kuning. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik simplisia dan ekstrak kulit buah labu kuning serta kandungan senyawa metabolit sekunder nya. Metode penelitian ini meliputi, determinasi tumbuhan, pengambilan sampel, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, karakterisasi spesifik dan non spesifik simplisia dan ekstrak kulit buah labu kuning.Variabel bebas pada penelitian ini adalah simplisia dan ekstrak kulit buah labu kuning. Variabel terikat meliputi hasil skrining fitokimia dan hasil pengukuran karakteristik simplisia dan ekstrak.

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Biji Markisa Ungu (Passiflora edulis var. edulis) Dengan Metode DPPH (2,2 diphenyl-1-picrylhydrazyl)

WELLEN MEILIANA WARANG GAMAS
2023 · Thesis · Open Access

High exposure to free radicals on the skin can cause damage to skin cells or tissues. Damage to cells or tissues in the skin will result in the skin being susceptible to diseases such as autoimmunity, skin cancer, and premature aging. Antioxidants function to protect the body from free radicals, both internally and externally. The part of the body that is often exposed to free radicals externally is the skin, such as ultraviolet radiation and cigarette smoke. One of the plants that has the potential for antioxidant compounds is the seeds of passion fruit. Purple passion fruit seed extract contains flavonoids, tannins, saponins and triterpenoids which are secondary metabolites. The research method included sample preparation,determination, simplicia manufacture, sample extraction using methanol solvent, thickening process by maceration process, phytochemical screening, and testing of antioxidant activity using the DPPH (2,2diphenyl-1-picrylhydrazyl) method by UV-Vis spectrophotometry.

UJI AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL FRAKSI ETIL ASETAT PADA DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera (L) DC) SECARA IN-VITRO

DEVI SETIANI
2023 · Thesis · Open Access

Kecenderungan manusia mengkonsumsi makanan instan dan cepat saji yang ternyata membawa kerugian dalam tubuh karena banyak mengandung asam lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi bukanlah rahasia umum lagi. Kolesterol adalah lemak yang terdapat dalam aliran darah atau berada dalam sel tubuh, yang sebenarnya dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel dan sebagai bahan baku beberapa hormon. Kolesterol dalam jumlah normal dibutuhkan oleh tubuh, namun dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah (ateloskrelosis). Tanaman sembung (Blumea balsamifera (L.) DC) mengandung senyawa saponin dan tanin yang memiliki potensi sebagai antikolesterol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antikolesterol pada fraksi tanaman sembung secara in vitro dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis.