Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

1.289 item publik

Publikasi

Halaman 49 dari 65

studi literatur evaluasi penyimpanan obat di apotek

RISKA MAR'ATUS SHOLEKHAH
2023 · Thesis · Open Access

Penyimpanan obat merupakan salah satu cara pemeliharaan perbekalan farmasi sehingga aman dari gangguan fisik dan pencurian yang dapat merusak kualitas suatu obat. Perlu dilakukan evaluasi terhadap penyimpanan obat karena untuk menjaga kualitas obat yang ada di gudang farmasi dan mempermudah dalam pendistribusian obat Penelitian ini betujuan untuk mengetahui bagaimana cara penyimpanan dan untuk memelihara mutu obat, menghindari penggunaan yang tidak bertanggung jawab, serta mejaga kelangsungan persediaan, memudahkan pencarian dan pengawasan Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi literatur dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku tahapan penelitian yang digunakan yaitu reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas, penyajian data, penarikan kesimpulan. Objek penelitian adalah evaluasi penyimpanan obat di apotek berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Kefarmasian di Apotek tahun 2019. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Berdasarkan telaah literatur didapatkan hasil yaitu pada Apotek di Kota Cimahi Jawa Barat yang memenuhi yaitu sebesar 79,17% sedangkan yang tidak memenuhi yaitu sebesar 20,83%. Pada Apotek M Manado Sulawesi Utara yang memenuhi yaitu sebesar 69,57% sedangkan yang masih kurang sebesar 30,43%.

Studi literatur uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kelor(moringa oleifera L)dengan metode dpph (1,1 diphenyl-2 picrylhydrazyl)

GISDILA RITA
2023 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L) dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl). Daun kelor merupakan tanaman obat tradisional yang dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit dalam pengobatan tradisional diantaranya peradangan, kardiovaskular dan gastrointestinal. Metabolit sekunder yang terkandung didalam daun kelor seperti saponin, alkaloid, tanin dan flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan suatu zat yang memiliki kemampuan untuk memperlambat proses oksidasi yang berdampak negatif didalam tubuh. Sumber literatur yang digunakan adalah jurnal penelitian ilmiah yang berjudul aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% daun kelor terhadap DPPH dan jurnal penelitian ilmiah aktivitas antioksidan daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) dan daun kelor. Tahapan penelitian dilakukan dengan mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan yaitu hasil IC50 ekstrak etanol daun kelor, penyajian data dalam bentuk deskriptif berupa tabel, serta dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian studi literatur menunjukan bahwa hasil IC50 pada ekstrak etanol daun kelor diperoleh nilai sebesar 50,595 ppm dikategorikan kuat. Sedangkan pada artikel penelitian lainnya ekstrak etanol daun kelor menunjukkan nilai IC50 sebesar 628,66 ppm dengan dikategorikan tidak aktif.

Analisis Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas

MONICA SELPIAWATI
2023 · Thesis · Open Access

Puskesmas adalah salah satu tempat pelayanan kefarmasian bagi masyarakat baik pasien umum maupun BPJS. Kepuasan pasien diartikan sebagai suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperoleh setelah pasien membandingkan dengan apa yang diharapkan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas. penelitian ini menggunakan metode penelitian studi literatur. Objek yang diteliti adalah kepuasan pasien. Tahapan penelitian yang digunakan yaitu dengan cara mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu dengan mengumpulkan beberapa jurnal penelitian terdahulu. Hasil penelitian terdahulu kemudian dianalisis, diidentifikasi, dan disimpulkan. Berdasarkan hasil penelitian studi literatur, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di tiga puskesmas menggunakan metode SERQUAL menujukkan hasil rata-rata yang didapat di puskesmas Demak I dengan rata-rata 76,76%, puskesmas Pracimantoro I Wonogiri dengan rata-rata 92,23%, dan puskesmas Oedodo Kota Kupang mendapatkan rata-rata 84% menunjukkan hasil yang didapat termasuk kategori sangat puas yang artinya analisis menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan telah melebihi ekspektasi masyarakat dilihat dari kelima dimensi serqual.

Studi literatur tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di rumah sakit

M. RISKI RAMADHANI
2023 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari reliability, responsiveness, assurance, emphaty dan tangibles terhadap kepuasan pasien rawat jalan di rumah sakit. Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan dapat memberikan pelayanan yang efektif, efisien dan dituntut untuk memberikan informasi kesehatan yang tepat dalam pelayanan kesehatan. Salah satu indikator untuk mengevaluasi kualitas pelayanan kefarmasian adalah dengan mengukur tingkat kepuasaan pasien. Objek yang diteliti adalah tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di rumah sakit indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi literatur dengan metode analisis deskriptif yaitu menggunakan data sekunder yang telah dipelajari dan ditelaah dari beberapa literatur terkait dan dituangkan dalam bentuk tabel deskriptif. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait dengan tingkat kepuasan pasien rwat jalan di rumah sakit seperti skripsi serta jurnal ilmiah tahun 2018-2020 dimana sudah terakreditasi nasional. Hasil perbandingan dari beberapa literatur didapat bahwa ketiga Rumah Sakit menunjukkan hasil yang baik. Terdapat 2 Rumah Sakit yaitu, RSUD Dr. Murjani Sampit hasil rata-rata (68%) dalam kategori puas dan RS Sekarwangi Cibadak hasil rata-rata (74,4%) dalam kategori puas. Dan RSD Idaman Banjarbaru hasil rata-rata (85,1%) dalam kategori sangat puas.

STUDI LITERATUR GAMBARAN KELENGKAPAN ASPEK ADMINISTRATIF PENULISAN RESEP DI PUSKESMAS

NANDA NUR TASYA FEBRIYANTI
2023 · Thesis · Open Access

Studi literatur bertujuan untuk mengetahui gambaran kelengkapan resep pada aspek administratif di Puskesmas sesuai dengan Permenkes No.74 tahun 2016. Resep yang baik harus memuat cukup informasi yang memungkinkan ahli kefarmasian yang bersangkutan mengerti obat apa yang akan diberikan kepada pasien. Dilakukan pengkajian terhadap kelengkapan administratif pada resep apakah memenuhi ketentuan Permenkes No 74 tahun 2016. Objek penelitian yaitu aspek kelengkapan administratif resep di Puskesmas, yakni meliputi kelengkapan data pasien (Nama, umur, jenis kelamin, berat badan pasien) , kelengkapan data dokter (Nama dan paraf dokter) tanggal penulisan resep dan ruangan asal/unit di Puskesmas Cilamaya di Kabupaten Karawang, Puskesmas Tamalanrea Kota Makassar dan Puskesmas Sarolangun Puskesmas menurut Permenkes No 74 tahun 2016. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisa dengan disajikan dalam bentuk berupa tabel data-data yang terkumpul Hasil analisis berupa persentase dan dinarasikan dalam bentuk paragraf. kelengkapan resep dari 3 jurnal aspek administratif berdasarkan nama pasien diperoleh persentasi keseuaian berkisar 100%, berdasarkan umur pasien berkisar 98,2%, jenis kelamin berkisar 33,3%, berat badan berkisar 32,2%, nama dokter berkisar 58,4%, paraf dokter berkisar 65,6%, tanggal penulisan resep berkisar antara 92,7% dan ruangan asal 25,3%.

Studi Literatur Pola Pengobatan Pasien Covid-19 Di instalasi rawat inap Rumah Sakit

WAHYU NOVIANTI
2023 · Thesis · Open Access

Tingginya kasus Covid-19 mendorong untuk terus dilakukannya evaluasi dan mobitoring terhadap penggunaan obat termasuk bagaimana pola pengobatan yang sudah dilakukan. Studi literatur ini bertujuan untuk dapat melihat pola pengobatan yang diberikan kepada pasien Covid-19 yang dirawat di instalasi rawat inap rumah sakit. Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan bagi fasilitas pelayanan kesehatan serta menjadi referensi bagi penelitian terkait penggunaan obat pada pasien Covid-19. Rancangan penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini yaitu pola pengobatan pasien Covid-19 pada instalasi rawat inap di Rumah Sakit Brayat Minulya Surakarta, Rumah Sakit Indriati Boyolali dan Rumah Sakit dr. La Palaloi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa data karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat keparahan serta data pola penggunaan obat antibiotik, antivirus, vitamin, dan suplemen. Berdasarkan hasil studi literatur menunjukkan bahwa karakteristik pasien yang terpapar Covid-19 berdasarkan usia yaitu pada lansia, jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap virus Covid-19. Tingkat keparahan terbanyak yaitu tingkat keparahan sedang Pasien dengan penyakit komorbid didominasi oleh pasien lanjut usia. Penggunaan antibiotik terbanyak yaitu Azitromycin 86,6%, penggunaan antivirus terbanyak yaitu oseltamivir sebanyak 65,8%, penggunaan vitamin terbanyak yaitu Vitamin C 63,2% penggunaan multivitamin sebanyak 49,39% dan suplemen sebanyak 12%.

Formulasi Lulur Kocok Beras Merah (Oryza nivara Linn.) Kombinasi Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Sebagai Antioksidan

RIZKA AYU FITRIANA DEWI
2023 · Thesis · Open Access

Kulit manusia berfungsi sebagai proteksi, fungsi proteksi akan terganggu jika kulit sering terpapar polusi dan radikal bebas dari sinar UV matahari. Melawan radikal bebas dapat diberikan antioksidan. Sumber antioksidan dapat dijumpai pada biji Alpukat (Persea americana Mill.) dan beras merah (Oryza nivara L.). Biji alpukat memiliki sumber senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan dan beras merah memiliki senyawa antosianin sebagai antioksidan, selain itu beras merah berfungsi mengangkat sel kulit mati. Sediaan topikal sangat dibutuhkan untuk melindungi kulit dari serangan radikal bebas, sediaan topikal dapat berupa lulur kocok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik dan mengetahui kandungan aktivitas antioksidan dalam sediaan lulur kocok. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Biji alpukat diekstrak menggunakan pelarut etanol 95% yang diformulasikan menjadi sediaan lulur kocok beras merah kombinasi ekstrak biji alpukat, dengan konsentrasi ekstrak biji alpukat 2,5%, 5% dan 7,5%. Evaluasi sediaan lulur kocok meliputi uji organoleptis, uji viskositas, uji sedimentasi, uji redispersi dan uji aktivitas antioksidan metode DPPH dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji mutu fisik menunjukkan bahwa F0, F1, F2, F3 memenuhi persyaratan yang baik pada uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH , uji sedimentasi dan uji redispersi. Pada pengujian pH memenuhi syarat pH kulit 4,5-8, pada pengujian viskositas F0 memiliki viskositas yang baik dari minggu 0 hingga minggu 4. Pada F1, F2 dan F3 mengalami peningkatan viskositas. Pada pengujian sedimentasi memenuhi syarat memiliki harga mendekati 1 dan pada pengujian redispersi memiliki syarat tidak lebih dari 30 detik. Nilai antioksidan pada F1 dengan konsentrasi ekstrak biji alpukat 2,5% menghasilkan nilai IC50 1.655,11 ppm, nilai IC50 pada F2 dengan konsentrasi 5% menghasilkan nilai IC50 956,51 ppm, dan pada F3 dengan konsentrasi 7% menghasilkan nilai IC50 725 ppm. Sediaan lulur kocok tergolong ke dalam antioksidan lemah.

Karakterisasi simplisia serta ekstrak etanol daun dan buah limpasu (baccaurea lanceolata)

MELY KURNIA FEBRIYANTI
2022 · Thesis · Open Access

Baccaurea lanceolata merupakan tumbuhan obat yang berada di hutan lindung Samboja yang dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan limpasu. Secara empiris limpasu (Baccaurea lanceolata) digunakan oleh masyarakat suku Dayak Bakumpai sebagai obat diabetes dan buah limpasu dimanfaatkan sebagai bahan pencampur bedak dingin yang dipercaya dapat menghaluskan kulit wajah. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakterisasi simplisia serta ekstrak etanol pada daun dan buah limpasu (Baccaurea lanceolata). Penelitian tentang karakterisasi (Baccaurea lanceolata) baik parameter spesifik dan parameter non spesifik belum pernah dilaporkan. Hasil penelitian organolpetis simplisia serta ekstrak daun dan buah limpasu meliputi ekstrak kental, berbau khas, berwana hijau tua kehitaman pada ekstrak daun, berwarna coklat merah bata pada ekstrak buah, dan rasa pahit. Hasil makroskopik daun limpasu yaitu daunnya tunggal, berseling, tersusun secara spiral, pangkal tepi daunnya biasanya mengandung kelenjar, daun berbentuk bulat telur hingga bulat sungsang, daging daun tipis, panjang daun 27 cm, lebar daun 9 cm. Hasil mikroskopik fragmen pengenal pada daun yaitu epidermis, berkas pembuluh, parenkim, rambut pembuluh dan stomata. Hasil uji parameter spesifik simplisia daun, simplisia buah, ekstrak daun, ekstrak buah kadar sari larut air yaitu 3,27 %, 7,77 %, 9,18 %, 25 %, kadar sari larut etanol 3,07 %, 24 %, 14,2 % dan 45 %. Hasil uji skrining fitokimia pada simplisia dan ekstrak daun limpasu mengandung alkaloid, flavonoid dan steroid, sedangkan simplisia dan ekstrak buah limpasu mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan steroid. Hasil uji parameter non spesifik simplisia daun, simplisia buah, ekstrak daun dan ekstrak buah kadar air yaitu 15 %, 18 %, 0 %, 5,67 %. Kadar abu 0,26 %, 0,16 %, 0,14 %, 0,16 %, kadar abu tidak larut asam 0,20 %, 0,14 %, 0,18 %, 0,17 %. Bobot jenis simplisia serta ekstrak daun dan buah limpasu 0,90 g/ml, 0,98 g/ml pada daun, 0,98 g/ml, 0,99 g/ml pada buah. Hasil dari total cemaran mikroba pada simplisia serta ekstrak daun dan buah limpasu sebanyak 1,6 × 10-2 koloni/g, 10 × 10-3 koloni/g, 6,1 × 10-2 koloni/g dan 6,9 × 10-2 koloni/g serta angka kapang/khamir 5,5 × 10-2 koloni/g, 3 × 10-3 koloni/g, 2,8 × 10-2 koloni/g dan 0 koloni/g.

UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK KULIT BATANG SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocapa Jack.) TERHADAP LARVA Artemia Salina Leach DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

NI PUTU DYAH CLAUDIA SARI
2022 · Thesis · Open Access

Selutui puka adalah salah satu tumbuhan liar secara empiris oleh masyarakat suku dayak di Desa Karangan, Kecamatan Mook Manar Bulant, Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur yang digunakan sebagai obat kanker pada bagian kulit batang. Tujuan penelitian untuk mengetahui sifat toksik dan nilai LC50 ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol kulit batang selutui puka (Tabernaemontana macrocapa Jack) terhadap larva Artemia salina Leach. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tahapan penelitian yaitu pengambilan sampel, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol, skrining fitokimia, penetasan telur larva Artemia salina Leach dan uji toksisitas akut ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol terhadap larva Artemia salina Leach dengan masing-masing konsentrasi 50 ppm, 100 ppm dan 200 ppm. Diperoleh ekstrak kental n-heksana sebanyak 4,34 g (rendemen 2,17%), ekstrak etil asetat sebanyak 2,7 g (rendemen 1,35%) dan ekstrak etanol sebanyak 7,05 g (rendemen 3,53%). Hasil skrining fitokimia kulit batang selutui puka ekstrak n-heksana mengandung senyawa alkaloid dan triterpenoid. Ekstrak etil asetat mengandung senyawa flavonoid dan triterpenoid. Ekstrak etanol mengandung senyawa alkaloid, triterpenoid, flavonoid, tannin, saponin, dan triterpenoid. Nilai LC50 ekstrak n-heksana 241,617 ppm (sangat toksik), ekstrak etil asetat 140,955 ppm (sangat toksik) dan ekstrak etanol 103,618 ppm (sangat toksik).

Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Aktif Kulit Batang Sekilang (embelia borneensis Scheff) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Dengan Metode Difusi Cakram

MAGDALENA RISKA ANANDA
2022 · Thesis · Open Access

Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit adalah Propionibacterium acnes.  Propionibacterium acnes dapat  menyebabkan infeksi  kulit  ringan  seperti  jerawat  dengan  cara memproduksi metabolit yang dapat bereaksi dengan sebum sehingga menyebabkan inflamasi. Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang biasa dikenal dengan sebutan acne vulgaris, yaitu suatu keadaan dimana pori-pori kulit tersumbat. Sekilang merupakan salah satu tumbuhan yang ada di Kalimantan Utara dan terdapat di Hutan Ampan Ibau. Tumbuhan ini secara empiris digunakan oleh masyarakat Desa Long Temuyat sebagai racun dari bahan alami untuk menangkap ikan dan sebagai pengusir lintah. Kandungan senyawa aktif dalam ekstrak kulit batang sekilang diantaranya adalah alkaloid, tanin, saponin, flavonoid. Tujuan  penelitian  ini adalah untuk mengetahui potensi fraksi kulit batang sekilang (Embelia borneensis Scheff) sebagai antibakteri untuk menghambat aktivitas bakteri Propionibacterium acnes. Metode  penelitian yang  dilakukan  adalah  metode  eksperimental.  Objek  yang  diteliti  adalah  aktivitas  kulit batang sekilang  sebagai  antibakteri  Propionibacterium acnes.  Tahapan  penelitian  meliputi    pengumpulan  bahan  baku,  pengolahan  sampel,  ekstraksi  dengan  menggunakan  metode  maserasi  menggunakan  pelarut  etanol 70%,  skrining  fitokimia,  fraksinasi, uji  aktivitas  antibakteri  ekstrak  kulit batang sekilang dengan konsentrasi 10 %, 20% dan 30%. Klindamisin 0,1 % digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO 1% sebagai kontrol negatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, berupa zona hambat antibakteri dari ekstrak kulit batang sekilang. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak kulit batang sekilang mengandung senyawa bioaktif alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang sekilang terhadap Propionibacterium acne terbesar terdapat pada fraksi etil asetat dengan konsentrasi 30% dengan kategori kuat. Aktivitas antibakteri diduga disebabkan adanya kandungan senyawa bioaktif alkaloid, flavonoid, saponin dan Fraksi n-heksan, etil asetat dan etanol air kulit batang sekilang (Embelia bornensis Scheff) dapat menghambat pertumbuhan pada bakteri Propionibacterium acnes  dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30%. %. Hasil  pengukuran zona hambat tersebut dianalisis secara statistik dengan uji One-way ANOVA yang hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan dari hasil perlakuan daya hambat antibakteri masing-masing dengan nilai (p) 0,025 >0,05.

Uji Aktivitas antioksidan ekstrak Etanol buah limpasu dengan metode abts dan DPPH

RAULI DIMAS NUR RAHMAN
2022 · Thesis · Open Access

Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh yang berlanjut kepada penyakit kronis seperti kanker, penyakit neurodegeneratif, arthritis dan diabetes. Antioksidan merupakan suatu zat yang memiliki kemampuan untuk memperlambat proses oksidasi yang disebabkan radikal bebas. Ekstrak etanol buah Limpasu (Baccaurea lanceolata) memiliki kandungan senyawa flavonoid dan tanin, metabolit sekunder seperti flavonoid dan tanin ini memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan buah Limpasu menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-3-Ethylbenzothiazoline-6-Sulfonic Acid) dan DPPH (1,1-difenil-2- pikrilhidrazil) melalui nilai IC50. Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental. Objek penelitian ini adalah aktivitas antioksidan dari metode ABTS dan DPPH. Variabel bebas penelitian ini adalah ekstrak etanol buah Limpasu konsentrasi 100; 200; 300; 400 500 ppm pada uji DPPH dan konsentrasi 30; 40; 50; 60; 70 ppm pada uji ABTS, variabel terikat adalah aktivitas antioksidan buah Limpasu. Konsentrasi ekstrak etanol buah Limpasu diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mendapatkan persen inhibisi dari sampel. Persen inhibisi kemudian dimasukkan kedalam persamaan regresi linear untuk mendapatkan nilai IC50 dari kedua metode uji. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai IC50 sebesar 721,19 ppm pada metode DPPH yang tergolong antioksidan tidak aktif, sedangkan pada uji ABTS didapatkan nilai IC50 sebesar 118,70 ppm yang dimana tergolong antioksidan sedang.

FORMULASI LIP BALM DARI EKSTRAK BAWANG TIWAI (Eleutherine palmifolia (L.)Merr) SEBAGAI TABIR SURYA

INDRIAYANI LESTARI
2022 · Thesis · Open Access

Lip balm merupakan salah satu bentuk sediaan kosmetik yang diaplikasikan pada bibir berfungsi sebagai pelembab dan melindungi dari sinar UV. Salah satu bahan alam yang mengandung senyawa flavonoid dan memiliki potensi sebagai tabir surya adalah bawang tiwai (Eleutherine palmifolia (L.) Merr). Bawang tiwai berpotensi diformulasi ke dalam sediaan lip balm. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ekstrak bawang tiwai dapat diformulasi dalam sediaan lip balm dan mengetahui nilai SPF pada formulasi sediaan lip balm ekstrak bawang tiwai sebagai tabir surya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Objek yang diteliti adalah mutu fisik dan aktivitas tabir surya lip balm eksrak bawang tiwai. Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi ekstrak bawang tiwai 2%, 3%, 4% dan 5%. Evaluasi fisik lip balm meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, titik leleh, kekerasan dan aktivitas tabir surya. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak bawang tiwai dapat diformulasi menjadi sediaan lip balm tabir surya yang memenuhi persyaratan uji organoleptis, homogenitas, titik leleh, pH dan kekerasan lip balm.Nilai SPF tertinggi didapatkan sebesar 0,7025 pada formula 4 konsentrasi ekstrak 5%.

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS TABIR SURYA SEDIAAN LIP GLOSS DARI EKSTRAK ETANOL BAWANG TIWAI (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.)

NITA ASTINA PUTRI
2022 · Thesis · Open Access

Bibir tidak memiliki melanin sebagai pelindung dari sinar UV sehingga memerlukan tabir surya. Salah satu kosmetik bibir yang memiliki aktivitas tabir surya adalah lip gloss. Bahan alam yang dapat digunakan sebagai tabir surya pada lip gloss adalah bawang tiwai. Bawang tiwai (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) mengandung flavonoid yang dapat mengurangi melanogenesis dan hiperpigmentasi kulit karena gugus kromofor senyawa tersebut dapat menyerap sinar UV sehingga mengurangi intensitas pembentukan melanin pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai SPF dan mutu fisik sediaan lip gloss dari ekstrak etanol bawang tiwai. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Obyek yang diteliti adalah mutu fisik dan aktivitas tabir surya sediaan lip gloss dari ekstrak etanol bawang tiwai. Variabel bebas dari penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak etanol bawang tiwai. Variabel terikat dari penelitian ini adalah aktivitas tabir surya dan hasil uji stabilitas fisik dari sediaan lip gloss ekstrak etanol bawang tiwai. Variabel terkontrol dari penelitian ini adalah tempat pengambilan sampel, metode pembuatan, metode evaluasi serta jenis dari bawang tiwai. Evaluasi sediaan lip gloss meliputi pengamatan organoleptis, homogenitas, pengukuran pH, uji daya sebar, uji viskositas, uji daya oles, serta uji penentuan nilai SPF dari sediaan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa sediaan lip gloss ekstrak etanol bawang tiwai memiliki mutu fisik yang baik dan telah memenuhi persyaratan organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya oles, uji daya sebar, dan uji viskositas sediaan lip gloss. Nilai SPF lip gloss ekstrak etanol bawang tiwai tertinggi ada pada formula IV, yaitu 0,6417 dan nilai SPF lip gloss ekstrak etanol bawang tiwai terendah ada pada formula I, yaitu 0,3381.

FORMULASI KAPSUL ANTI DIABETES EKSTRAK UMBI BAWANG DAYAK (Eleuhterine palmifolia (L) Merr. DENGAN VARIASI KONSENTRASI AVICEL 101 DAN PREGELATINIZED STARCH

KADEK AGUS INDRIAWAN
2022 · Thesis · Open Access

Diabetes Melitus (DM) merupakan kelainan heterogen yang ditandai oleh naiknya kadar glukosa dalam darah atau hiper glikemia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bawang dayak mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida, dan saponin yang memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah yang sangat bermanfaat untuk pengobatan diabetes mellitus. Flavonoid yang terdapat dalam bawang dayak mampu mengembalikan fungsi jaringan pancreas dengan meningkatkan pelepasan insulin oleh sel β, yang menurunkan kadar gula darah dan juga dapat memperbaiki sensitivitas sel perifer terhadap insulin. Mengingat besarnya potensi bawang dayak sebagai antidiabetik maka perlu pengembangan dalam sediaan yang lebih praktis dan dapat menjamin keseragaman dosis dari produk yang digunakan salah satunya adalah sediaan farmasi dalam bentuk kapsul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sifat fisik dan aktivitas antioksidan kapsul ekstrak umbi bawang dayak dengan variasi konsentrasi avicelPH 101 dan pregelatinized starch sebagai bahan pengisi. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan tiga formula dengan variasi konsentrasi bahan pengisi dengan perbandingan antara avicel PH 101 dan danpregelatinized starch yaitu formula I (1:0), formula II (0,5:0,5) dan formula III (0:1). Dilakukan pengujian sifat fisik dan stabilitas dari kapsul dan selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan spektrofotometri. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa formula dengan komposisi avicel PH 101 dan pregelatinized starch dengan perbandingan (0:1) memberikan hasil uji sifat fisik yang paling baik. Hasil uji kadar lembab 3,4%, uji sifat alir 12,82 gram/detik, uji kompresibilitas 8%, uji densitas massa 0,544 dan uji waktu hancur 3 menit 37 detik. Sedangkan hasil uji aktivitas antioksidan menunjukan bahwa 200 mg kapsul ekstrak umbi bwang dayak menunjukan aktivitas antioksidan yang tergolong sedang yaitu 229,71 ppm.

Validasi Metode Analisis Tablet Allopurinol dengan Metode Spektrofotometri Ultraviolet

AZIZAH
2022 · Thesis · Open Access

Sediaan obat membutuhkan penjaminan mutu dengan metode yang tervalidasi. Salah satu sediaan obat yang bisa divalidasi adalah allopurinol. Allopurinol adalah sediaan obat yang bisa digunakan untuk pengobatan penyakit asam urat. Metode yang bisa digunakan untuk melakukan validasi metode analisis adalah Spektrofotometri Ultraviolet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelarut terbaik yang dapat digunakan dalam melakukan validasi metode analisis Allopurinol dengan spektrofotometri UV dan mengetahui hasil validasi metode spektrofotometri UV dengan pelarut terbaik dengan parameter validasi analisis meliputi linearitas, LOD (limit fo detection), LOQ (limit of quantitation), akurasi, presisi, dan selektivitas jika digunakan untuk penetapan kadar tablet allopurinol menurut persyaratan Farmakope Indonesia Edisi V Tahun 2014. Objek penelitian ini adalah parameter-parameter yang meliputi linearitas, LOD (limit of detection), LOQ (limit of quantitation), akurasi, presisi, dan selektivitas. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu metode pengambilan sampel berdasarkan dengan kriteria peneliti. Kriteria yang digunakan adalah sediaan tablet allopurinol 100 mg yang bemerek generik dan dagang. Penelitian ini menggunakan variasi pelarut yaitu pelarut HCl 0,10 N dan KOH 0,10 N. Berdasarkan hasil uji yang sudah dilakukan diperoleh data bahwa pelarut HCl 0,10 N adalah pelarut terbaik yang dapat digunakan dalam validasi metode analisis Allopurinol dengan spektrofotometri UV. Panjang gelombang maksimum yang diperoleh pada pelarut HCl 0,10 N adalah 250 nm. Hasil uji validasi metode spektrofotometri UV pada pelarut HCl 0,10 N menunjukkan nilai linieritas, akurasi, presisi dan selektivitas yang baik. Pelarut HCl dengan konsentrasi 0,10 N juga menunjukkan bahwa kadar Allopurinol yang diperoleh dalam sediaan tablet memenuhi persyaratan menurut Farmakope Indonesia Edisi V Tahun 2014 (93,0 % - 107,0%) dari jumlah yang tertera pada etiket. Data kadar tablet Allopurinol bermerk generik dan dagang dianalisis dengan uji normalitas shapiro wilk/liliefors dan diperoleh hasil pengujian bahwa data berdistribusi normal, selanjutnya data di analisis kembali dengan uji homogenitas yaitu uji t dua sampel berpasangan menggunakan Microsoft excel dan diperoleh hasil pengujian data kadar tablet Allopurinol merk generik dan dagang tidak ada perbedaan rata-rata kadar, data yang diperoleh homogen.

Pemanfaatan Kulit Buah dan Kulit Umbi Sebagai Indikator Asam-Basa Alternatif Alami Dengan Perbandingan Variasi Suhu Pengeringan

NYDA NATHALIA
2022 · Thesis · Open Access

Indikator asam basa alami dapat dibuat dengan mengesktrak bagian dari tanaman, seperti batang, daun, bunga, buah dan kulit buah atau kulit umbi. Antosianin merupakan sub-tipe senyawa organik dari keluarga flavonoid. Antosianin adalah pigmen larut air yang secara alami terdapat pada berbagai jenis tumbuhan. Kestabilan antosianin dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu transformasi struktur, pH, suhu, cahaya dan oksigen. Kadar antosianin akan menurun pada suhu 100oC karena terjadi degradasi pada antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu pengeringan pada kulit buah dan kulit umbi terhadap pembuatan indikator asam- basa. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental dengan teknik sampling yang digunakan adalah metode Purposive Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah kulit buah naga, kulit buah manggis dan kulit ubi jalar ungu. Sampel diperoleh dari pasar tradisional Kota Samarinda. Tahapan penelitian ini dimulai dengan determinasi tumbuhan, pengumpulan bahan baku yaitu kulit buah naga, kulit buah manggis dan kulit umbi jalar ungu, persiapan sampel, mengeringkan sampel dengan variasi suhu 30oC, 40oC, 50oC, 60oC, dan 70oC selama 8 jam, pembuatan ekstrak dari kulit buah dan umbi yang kemudian akan digunakan sebagai indikator asam-basa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi suhu pengeringan berpengaruh terhadap hasil kertas indikator asam basa alami. Kulit buah naga, kulit buah manggis dan kulit ubi ungu memiliki potensi untuk dijadikan indiktor asam basa alternatif dan ekstrak dari simplisia kulit ubi ungu yang dikeringkan dengan suhi 60oC dan 70oC memiliki potensi yang paling besar untuk dijadikan kertas indikator asam basa alternatif karena dapat memberikan hasil perbedaan warna ketika diujikan dengan larutan asam kuat, basa kuat, asam lemah dan basa lemah

GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN PENGGUNAAN OBAT PASIEN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) SELAMA PANDEMI COVID-19 TAHUIN 2020-2021 DI RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA

TARIS AMAZIDA ZATAYUMNI
2022 · Thesis · Open Access

Pada masa pandemi COVID-19, banyak penyakit menular selain penyakit COVID-19 sering terabaikan penyebarannya. Salah satu penyakit infeksi yang cukup banyak terjadi adalah Infeksi Menular Seksual (IMS). IMS merupakan infeksi pada saluran reproduksi yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual. Tingginya angka kejadian IMS merupakan bukti bahwa masih rendahnya pengetahuan masyarakat akan IMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat dan karakteristik pasien IMS selama pandemi COVID-19 pada tahun 2020-2021 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian noneksperimental. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang dilakukan secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 48 pasien IMS, yang terdiri dari 17 pasien pada tahun 2020 dan meningkat menjadi 31 pasien pada tahun 2021. Pada tahun 2020, karakteristik pasien IMS terbanyak berjenis kelamin laki-laki (64,7%), usia pasien penderita IMS terbanyak berasal dari kelompok usia 17-25 tahun (41,2%), pasien penderita IMS terbanyak bekerja sebagai karyawan swasta (47,1%), tingkat pendidikan SLTA (76,5%), status pernikahan belum menikah (52,9%) dan jumlah kunjungan terbanyak sebanyak 2x (41,2%). Karakteristik pasien selama periode 2021 memiliki mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (64,5%), usia pasien penderita IMS terbanyak berasal dari kelompok usia 17-25 tahun (48,4%), penderita IMS terbanyak bekerja sebagai karyawan swasta (54,8%), tingkat pendidikan SLTA (67,7%), status pernikahan belum menikah (61,3%) dan jumlah kunjungan terbanyak sebanyak 3x (51,6%). Jenis IMS dengan kasus terbanyak pada tahun 2020 adalah gonore (35,3%) dan pada tahun 2021 adalah sifilis (51,6%). Pengobatan yang paling sering digunakan selama periode 2020-2021 adalah injeksi benzatin penisilin untuk sifilis (76,2%), azitromisin untuk gonore (42,9%), cefiksim ciprofloksasin untuk kondiloma akuminata (33,3%), dan asiklovir untuk herpes genital (100%).

Identifikasi Jenis Saponin dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Kulit Batang Sekilang (Embelia borneensis Scheff.) Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus mutans

MARIA F. K. HAYON
2022 · Thesis · Open Access

Kulit Batang Sekilang (Embelia borneensis Scheff.) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder antara lain, alkaloid, flavonoid, tanin, saponin. Senyawa saponin dibagi menjadi dua jenis yaitu steroid dan triterpenoid yang memiliki kemampuan sebagai antibakteri, antijamur, antidiabetes dan ekspektoran. Tujuan penelitian mengetahui jenis saponin dan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol kulit batang sekilang terhadap bakteri Streptococcus mutans dan Pseudomonas aeruginosa. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan metanol, skrining fitokimia, identifikasi jenis saponin dan uji aktivitas antibakteri ekstrak metanol kulit batang sekilang dengan metode difusi cakram terhadap bakteri Streptococcus mutans dan Pseudomonas aeruginosa dengan konsentrasi 15%, 20%, 25%, 30%, dan 35%. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak metanol kulit batang sekilang memiliki kandungan saponin jenis triterpenoid dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans pada konsentrasi 15%, 20%, 25%, 30%, dan 35% dengan zona hambat yang terbentuk masing-masing sebesar 7,65 mm, 7,89 mm, 7,67 mm, 7,98 mm, dan 7,13 mm kriteria kekuatan antibakteri dikategorikan sedang. Ekstrak metanol kulit batang sekilang tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa, karena tidak terbentuk zona hambat di sekitar kertas cakram. Kontrol positif yang digunakan yaitu amoxicillin 0,1% dan kontrol negatif menggunakan DMSO 1%.

Formulasi Sediaan Spray Gel Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides.L) Sebagai Antinyamuk

ANASTASIA RENI MANGALIK
2022 · Thesis · Open Access

Terdapat banyak jenis nyamuk yang menyebabkan penyakit pada manusia salah satunya nyamuk Anopheles penyebab penyakit malaria. Tanaman bandotan dimanfaatkan untuk mengobati kolik, flu, demam, antidisetri, diare. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides.L) yang memberikan sifat fisik dan aktifitas anti nyamuk terbaik dalam sediaan spray gel. Metode penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental. Objek yang diteliti adalah formulasi sediaan daun bandotan sebagai anti nyamuk. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, identifikasi senyawa metabolit sekunder, pembuatan formula spray gel, dan evaluasi sediaan. Ekstrak daun bandotan diformulasikan menjadi sediaan spray gel anti nyamuk dengan varian konsentrasi 10%, 15%, 20%, dan menggunakan kontrol positif spray antinyamuk merek X sebagai pembandingnya. Pengujian sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, dan uji daya tolak nyamuk. Hasil pengambilan data dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun bandotan dapat diformulasikan menjadi sediaan spray gel dan stabil secara uji fisik. Berdasarkan daya tolak nyamuk pada formula I, II, III memiliki rata-rata aktivitas antinyamuk masing-masing 22,83%, 57,83%, 66,33% dan kontrol positif dengan merek X 99,30%.

ANALISIS HUBUNGAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP STRATEGI BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) DI APOTEK FAJAR FARMA SAMARINDA

NOVIA SAPUTRI
2022 · Thesis · Open Access

Apotek merupakan salah satu bentuk fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat, dengan jumlah apotek yang semakin meningkat pesat berdampak positif bagi masyarakat yaitu dapat membandingkan harga pada apotek satu dengan apotek yang lain, sehingga masing-masing apotek dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dengan harga yang bersaing. Bauran pemasaran merupakan seperangkat alat pemasaran terkontrol yang dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan Kepuasan yang diinginkan pasar sasaran. Model bauran pemasaran menekankan pada berbagai faktor yang kemudian dikenal dengan istilah 7P yaitu product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepuasan konsumen terhadap bauran pemasaran di Apotek Fajar Farma. Penelitian ini adalah penelitian non experimental dengan analisis data secara deskriptif kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah konsumen yang membeli obat di Apotek Fajar Farma. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling yaitu purposive sampling. Variabel bebas pada penelitian ini berupa strategi bauran pemasaran di Apotek Fajar Farma dan variabel terikat pada penelitian ini adalah hasil Kepuasan konsumen terhadap strategi bauran pemasaran di Apotek Fajar Farma. Analisis data pada penelitian adalah metode deskriptif yang merupakan metode yang bermaksud tanpa membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi dan statistik inferensial dipakai dalam menganalisis sebuah data sampel sehingga hasilnya diberlakukan untuk populasi.