Abstrak
Diabetes Melitus (DM) merupakan kelainan heterogen yang ditandai oleh naiknya kadar glukosa dalam darah atau hiper glikemia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bawang dayak mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida, dan saponin yang memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah yang sangat bermanfaat untuk pengobatan diabetes mellitus. Flavonoid yang terdapat dalam bawang dayak mampu mengembalikan fungsi jaringan pancreas dengan meningkatkan pelepasan insulin oleh sel β, yang menurunkan kadar gula darah dan juga dapat memperbaiki sensitivitas sel perifer terhadap insulin. Mengingat besarnya potensi bawang dayak sebagai antidiabetik maka perlu pengembangan dalam sediaan yang lebih praktis dan dapat menjamin keseragaman dosis dari produk yang digunakan salah satunya adalah sediaan farmasi dalam bentuk kapsul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sifat fisik dan aktivitas antioksidan kapsul ekstrak umbi bawang dayak dengan variasi konsentrasi avicelPH 101 dan pregelatinized starch sebagai bahan pengisi. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan tiga formula dengan variasi konsentrasi bahan pengisi dengan perbandingan antara avicel PH 101 dan danpregelatinized starch yaitu formula I (1:0), formula II (0,5:0,5) dan formula III (0:1). Dilakukan pengujian sifat fisik dan stabilitas dari kapsul dan selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan spektrofotometri. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa formula dengan komposisi avicel PH 101 dan pregelatinized starch dengan perbandingan (0:1) memberikan hasil uji sifat fisik yang paling baik. Hasil uji kadar lembab 3,4%, uji sifat alir 12,82 gram/detik, uji kompresibilitas 8%, uji densitas massa 0,544 dan uji waktu hancur 3 menit 37 detik. Sedangkan hasil uji aktivitas antioksidan menunjukan bahwa 200 mg kapsul ekstrak umbi bwang dayak menunjukan aktivitas antioksidan yang tergolong sedang yaitu 229,71 ppm.