Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

1.289 item publik

Publikasi

Halaman 60 dari 65

KARAKTERISTIK SIMPLISIA DAUN JERUK LEMON (Citrus limon (L.) Burm.f.) DAN DAUN JERUK LIMAU (Citrus amblycarpa (Hassk.) Osche)

ANGEN IBAN
2020 · Thesis · Open Access

Studi literatur bertujuan untuk membandingkan hasil karakteristik simplisia daun jeruk lemon(Citrus limon (L.) Burm.f.) dan daun jeruk limau(Citrus amblycarpa (Hassk.) Osche).Citrus merupakan genus dari famili Rutaceae, yang memiliki manfaat bagi kesehatan manusia. Daun jeruk lemon memiliki manfaat untuk mengatasi penyakit kanker, jantung dan liver. Daun jeruk limau memiliki manfaat sebagai obat kesemutan, mengatasi kram dan sebagai analgesik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik simplisia daun jeruk lemon dan daun jeruk limau. Data yang dipakai adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Tahapan penelitian yaitu reduksi data untuk mendapatkan data utama inti tulisan, verifikasi dan tinjauan ulang data, penarikan simpulan. Hasil penelitian simplisia daun jeruk lemon diperoleh susut pengeringan 69,29%, kadar abu total 6,40%, abu tidak larut asam 1,23%, kadar sari larut etanol 17,73%, kadar sari larut air 24,79%, Hasil skrining fitokimia daun jeruk lemon mengandung alkaloid, flavonoid, steroid/triterpenoid dan tanin. Hasil penelitian simplisia daun jeruk limau diperoleh kadar abu total 9,732% ± 0,864%, kadar abu tidak larut asam 0,597% ± 0,0021%, kadar abu larut air 1,458% ± 0,028%, kadar air 4,492% ± 0,0043%, Hasil skrining fitokimia daun jeruk limu mengandung senyawa golongan flavonoid, pilifenol, tanin, glikosida , dan minyak atsiri.

PENGARUH VARIASI PELARUT TERHADAP RENDEMEN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera L)

FEBTA MELDISIA
2020 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui nilai rendemen ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L) yang diekstraksi menggunakan berbagai pelarut. Daun kelor (Moringa oleifera L) tanaman ini telah dikenal selama berabad-abad sebagai salah satu tanaman sayuran yang multiguna padat nutrisi, hampir semua bagian dari tanaman kelor ini dapat dijadikan sumber makanan karena mengandung senyawa aktif dan gizi lengkap. Daun kelor mengandung metabolit primer seperti protein, lemak karbohidrat, berbagai mineral, vitamin dan asam amino sehingga dapat dimanfaatkan sebagai makanan alternatif pada kasus malnutrisi, selain itu daun kelor juga mengandung, metabolit sekunder. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehungga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil dari studi literatur ini, didapatkan bahwa nilai rendemen terbesar pada ekstrak etanol 70% sebesar 12,69% dengan kandungan senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, tanin, steroid dan, saponin. Bahwa ternyata daun kelor banyak tersari pada pelarut yang polar, maka bisa disimpulkan senyawa metabolit sekunder yang ada dalam daun kelor lebih banyak bersifat polar.

PERBANDINGAN TOKSISITAS AKUT EKSTRAK DAUN DAN BUAH SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

IHSAN KAMIL
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Selutui puka adalah tumbuhan yang berasal dari Kutai Barat Kalimantan Timur. Berdasarkan empiris yang beredar dikalangan masyarakat daun dan buah Selutui puka digunakan sebagai obat sakit gigi, namun beberapa masyarakat sekitar juga menyatakan buah Selutui puka memiliki efek racun. Studi ini bertujuan untuk membandingkan uji toksisitas akut ekstrak daun dan buah Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) sehingga didapatlan perbedaan nilai LC50 dan potensi toksik terhadap larva Artemia salina Leach. Uji toksisitas menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) dan menggunakan analisis probit untuk menentukan nilai LC50. Didapatkan nilai LC50 daun selutui puka sebesar 0,7440 µg/mL dan buah selutui puka sebesar 77,62 µg/mL, ekstrak daun selutui puka lebih toksik dibandingkan ekstrak buah selutui puka. Daun selutui puka mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Sedangkan buah selutui puka mengandung flavonoid dan alkaloid. Kesimpulan dari studi literatur ini adalah ekstrak daun dan buah selutui puka memiliki potensi ketoksikan dengan kategori sangat toksik.

UJI ANTIBAKTERI PADA AIR PERASAN DAGING BUAH NANAS (Ananas Comosus (L) Merr)

AHMAD ALI SAHID
2020 · Thesis · Open Access

Antibakteri merupakan senyawa yang dapat membasmi bakteri terutama bakteri patogen. Senyawa antibakteri harus mempunyai sifat toksisitas efektif, yaitu berbahaya bagi parasit tetapi tidak berbahaya bagi inangnya. Meningkatnya resistensi bakteri di dunia kesehatan, perlu adanya penemuan obat baru yang berasal dari bahan alam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah air perasan daging buah nanas (Ananas comosus (L) Meer) memiliki daya hambat antibakteri. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah artikel. Tahap penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan, penyajian data, penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa air perasan daging buah nanas (Ananas comosus (L) Merr) memiliki daya antibakteri. Semakin tinggi konsentrasi air perasan daging buah nanas maka semakin kuat daya antibakterinya.

STUDI LITERATUR KAJIAN KELANGKAPAN PENULISAN RESEP DI APOTEK

SALWI SAQRI
2020 · Thesis · Open Access

Resep adalah permintaan tertulis dari dokter atau dokter gigi kepada apoteker, baik dalam bentuk kertas maupun elektronik untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penulisan resep di apotek dengan persyaratan kelengkapan resep secara administratif. Jenis penelitian adalah Studi Literatur dengan analisis secara deskriptif. Objek penelitian adalah kajian administratif kelengkapan resep di apotek. Data diperoleh dengan cara mengamati data atau jurnal yang telah terkumpul dan dilakukan perbandingan. Analisis data dilakukan secara deskriptif yaitu menggambarkan hasil dari literatur yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terjadi ketidaksesuain dalam penulisan resep di apotek. Berdasarkan keseluruhan aspek administratif, ketidaksesuaian yang paling sering terjadi adalah pada penulisan jenis kelamin dan berat badan.

STUDI LITERATUR PROFIL PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS

DJAYA SAPUTRA PAKIDING
2020 · Thesis · Open Access

Penyimpanan obat merupakan suatu kegiatan pengaturan terhadap obat yang diterima agar aman terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia dan mutunya tetap terjamin dengan persyaratan yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana profil penyimpanan obat di Puskesmas Teling Atas, Puskesmas di Kota Palangkaraya, Puskesmas Tanjung Redep, Puskesmas Marangkayu, Puskesmas yang berada di Kota Kediri. Metode penelitian ini merupakan penelitian Studi Literatur. Sampel dalam penelitian ini adalah Puskesmas Teling Atas, Puskesmas Pesantren II, Puskesmas Sukorame, Puskesmas Pahandut, Puskesmas Bukit Hindu, Puskesmas Tanjung Redep, Puskesmas Marangkayu. Hasil Penelitian bahwa pada aspek persyaratan penyimpanan obat, pengaturan penyimpanan obat, tata cara penyimpanan obat pada Puskesmas Teling atas, Puskesmas di Kota Kediri, Puskesmas di Kota Palangkaraya, Puskesmas Tanjung Redep, Puskesmas Marangkayu sudah memenuhi persyaratan Dirjen Binfar dan DepKes RI, 2008.

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH ARA (Ficus racemosa L.)

DINDA MUDAYANI NUR
2020 · Thesis · Open Access

Tumbuhan Ara (Ficus racemosa L.) secara empiris digunakan oleh masyarakat sebagai antidiare, antelmentik, antiinflamasi, antitusif, antibakteri, dan antioksidan. Secara farmakologi, buah ara telah diteliti memiliki aktivitas sebagai sebagai penurun gula darah dalam tubuh, dan penurun lemak darah atau kolesterol. Tumbuhan buah ara mempunyai kandungan senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai aktivitas antioksidan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kandungan aktivitas antioksidan yang terdapat pada ekstrak buah ara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah buku - buku, majalah ilmiah serta jurnal ilmiah dan skripsi. Tahapan penelitin meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Objek penelitian yaitu nilai IC50 aktivitas antioksidan dan metabolit sekunder esktrak buah ara. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan melihat data perbandingan nilai IC50 aktivitas antioksidan dan metabolit sekunder pada ekstrak buah ara. Hasil uji skrining fitokimia yang terdapat dalam ekstrak buah ara memiliki metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Senyawa metabolit yang terkandung pada ekstrak buah ara dengan pelarut toluen (alkaloid, flavonoid, saponoin, steroid,dan tanin), etanol (alkaloid, flavonoid, steroid, dan tanin), etil asetat (alkaloid dan flavonoid). Ekstrak buah ara (Ficus racemosa L.) yang memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat terdapat dalam pelarut toluen dengan nilai IC50 0,75 ppm.

STUDI LITERATUR PROFIL PENYIMPANAN OBAT DI GUDANG FARMASI PUSKESMAS

VIRZA SORAYA VAUZA
2020 · Thesis · Open Access

Puskesmas merupakan sarana pelayanan kesehatan masyarakat, yang di dalamnya dilakukan banyak kegiatan salah satunya adalah penyimpanan obat. Penyimpanan obat merupakan kegiatan memelihara atau menyimpan perbekalan farmasi yang diterima pada tempat yang dinilai aman. Tujuan penelitian mengetahui profil penyimpanan obat di gudang farmasi Puskesmas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 checklist di Puskesmas Tanjung Redeb Kab. Berau (34) 85% checklist persyaratan gudang obat, pengaturan penyimpanan obat, kondisi penyimpanan obat, tata cara penyusunan obat sudah memenuhi persyaratan dan yang tidak memenuhi persyaratan (6) 15% checklist. Puskesmas Maubesi Kab. Timor Tengah termasuk kategori baik dengan nilai presentase sebesar 85% pengaturan , penyimpanan, pencatatan dan pengamatan. Puskesmas Kota Palangkaraya penyimpanan, pengaturan, kondisi penyimpanan, tata cara penyimpanan dan pengamatan mutu obat secara umum sudah memenuhi persyaratan. Puskesmas Tompobulu Kab. Maros penerimaan, pengaturan, pengeluaran, stock opname, pencatatan dan pelaporan obat rata-rata diatas 50% sehingga disimpulkan sudah memenuhi persyaratan. Puskesmas Haekto hasil penelitian terhadap sistem penyimpanan obat di gudang obat berdasarkan pengaturan tata ruang sebesar (71,43%) termasuk kategori cukup, sedangkan cara penyimpanan sebesar (78,57%) termasuk kategori baik, pencatatan kartu stok sebesar (100%) termasuk kategori baik dan pengamatan mutu sebesar (80%) termasuk kategori baik. Puskesmas Haekto termasuk kategori baik yakni 82,5%. Sehingga dapat disimpulkan beberapa Puskesmas telah memenuhi persyaratan sesuai dengan pengelolaan obat yang telah diatur namun masih harus dilakukan perbaikan dan evaluasi.

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KULIT BATANG SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) DAN KULIT BATANG PULAI (Alstonia Scholaris R.Br)

MELDA AGUS HARIYANTI
2020 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan kulit batang selutui puka dengan kulit batang pulai. Tumbuhan yang berasal dari family apocynaceae banyak digunakan untuk pengobatan tradisional. Beberapa tumbuhan family apocynaceae dibudidayakan untuk kepentingan penelitian ilmiah dan beberapa spesiesnya seperti kulit batang selutui puka dan pulai diketahui mengandung senyawa antioksidan alami yaitu senyawa golongan fenolik flavonoid dan tanin serta golongan alkaloid, steroid, triterpenoid, dan saponin.Konsentrasi kulit batang selutui puka yang digunakan yaitu 5, 10, 25, 50 dan 100 bpj dan konsentrasi kulit batang pulai yang digunakan yaitu 400, 200, 100, 50, dan 25 µg/ml. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel diskriptif, selanyutnya dilakukan penerikan kesimpulan. Hasil telaah studi literatur didapatkan bahwa aktivitas antioksidan dari kulit batang selutui puka dan kulit batang pulai memiliki aktivitas antioksidan tergolong kuat. Ekstrak etanol kulit batang selutui puka memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 48,103 µg/ml dalam kategori sangat kuat (≤ 50 ppm). Ekstrak etanol Kulit batang pulai termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sangat lemah, karena memiliki nilai IC50 sebesar 211,54 µg/ml (≥ 200 ppm). Kesimpulanya aktivitas antioksidan terkecil dengan nilai IC50 sebesar 48,103 µg/ml pada ekstrak etanol kulit batang selutui puka sedangkan aktivitas antioksidan terbesar pada ekstrak etanol kulit batang pulai dengan nilai IC50 sebesar 211,54 µg/ml.

IDENTIFIKASI KANDUNGAN MERKURI PADA BEBERAPA KOSMETIK

AJIFA EED LUTFY DISKA RISALDY
2020 · Thesis · Open Access

Kosmetika sejak dulu dikenal sebagai penunjang penampilan agar tampak lebih menarik. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, beragam kosmetik muncul di pasaran. Namun tidak semua kosmetika itu memenuhi aturan farmasetika yaitu aman, berkhasiat, dan berkualitas. Merkuri (Hg) atau air raksa termasuk logam berat berbahaya, pada konsentrasi kecilpun dapat menimbulkan racun. Biasanya merkuri terdapat pada kosmetik yang digunakan untuk memucatkan flek Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, serta dokumen yang terkait seperti beberapa jurnal ilmiah. Tahap penelitian meliputi reduksi data, penyajian data yaitu data dalam tabel dekriptif. Hasil identifikasi studi literatur didapatkan kandungan merkuri yang paling banyak pada sampel facial whitening cream sebanyak 14 sampel, masker pemutih wajah 3 sampel, krim pemutih wajah 1 sampel, dan tidak ada kandungan merkuri pada sampel whitening body lotion dan lotion pemutih wajah.

PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA DI PUSKESMAS

NINA RAHMADANI PUTRI SUJOKO
2020 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada pasien penderita ISPA. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur dengan objek penelitian profil penggunaan antibiotik pada penyakit ISPA di Puskesmas. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan varifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan analisis data secara deskriptif yaitu mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap data yang sudah terkumpul yaitu data penggunaan antibiotik pada pasien penderita ISPA. Berdasarkan hasil studi literatur menunjukan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien penderita ISPA di beberapa puskesmas menunjukkan bahwa antibiotik golongan penisilin yaitu amoxicillin adalah antibiotik yang paling banyak digunakan pada pasien penderita ISPA, dengan data terbanyak penderita ISPA di derita oleh perempuan.

EFEKTIVITAS ARANG AKTIF TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI ADSORBEN DALAM PEMURNIAN MINYAK JELANTAH

RIO ADI SAPUTRA
2020 · Thesis · Open Access

Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Minyak goreng yang digunakan secara berulang disebut minyak jelantah. kerusakan pada minyak jelantah dapat diliat dari warna yang gelap dan muncul bau tengik akibat terjadinya oksidasi sehinga perlu dimurnikan untuk mengurangi warna pucat dan menurunkan nilai FFA (free fatty acid) dan bilangan peroksida. Tujuan dari studi literatur ini adalah mengetahui efektifitas arang aktif tempurung kelapa dalam pemurninan minyak jelantah. Tahapan penelitian ini yaitu reduksi data, penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi dan tinjauan, obyek penelitian adalah efektivitas arang aktif tempurung kelapa sebagai adsorben dalam pemurnian minyak jelantah. Parameter uji penelitian yaitu FFA dan bilangan peroksida. Analis data menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil Penelitian menunjukan arang aktif dari tempurung kelapa dapat menurunkan nilai FFA (free fatty acid) dengan variasi berbeda pada 4 kali penggorengan sebesar 0,1420% dan yang ke 6 kali sebesar 0,1183%. Pada variasi waktu pengadukan 1 jam sebesar 0,19968%, pengadukan 2 jam sebesar 0,17152% pengadukan 3 jam sebesar 0,22272%, pengadukan 4 jam sebesar 0,22016% dan pengadukan 5 jam 0,2048%. Pada bilangan peroksida variasi berbeda pada 2 kali penggorengan sebesar 0,8734 meq, 4 kali penggorengan 1,1714 meq dan 6 kali penggorengan sebesar 1,9352 meq, dengan variasi waktu 2 jam pengadukan sebesar 9,2 meq. Hal ini menunjukan bahwa arang aktif dari tempurung kelapa dapat menurunkan nilai FFA dan bilangan peroksida.

STUDI LITERATUR PENGARUH VARIASI KONSENTRASI PVA PADA SIFAT FISIK MASKER GEL PEEL-OFF

HASTI MAWARINAH
2020 · Thesis · Open Access

Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi polivinil alkohol (PVA) pada hasil evaluasi sifat fisik masker gel peel-off yang mengandung senyawa antioksidan alami. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi dengan mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif sehingga kerusakan sel akan dihambat. Sumber antioksidan alami salah satunya terdapat pada kulit buah naga merah, kulit buah manggis, buah dengen, dan buah terong belanda. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah literatur. Tahapan penelitian yaitu reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga di dapatkan data utama inti tulisan tentang pengaruh variasi konsentrasi PVA pada sifat fisik masker gel peel-off. Penyajian data dalam tabel deskriptif dan penarikan kesimpulan dengan cara melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data dari sumber literatur tentang formulasi masker gel peel-off. Objek penelitian yaitu sifat fisik masker gel peel-off. Kesimpulan dari studi literatur ini adalah terdapat pengaruh variasi konsentrasi polivinil alkohol (PVA) pada sifat fisik masker gel peel-off yaitu semakin tinggi konsentrasi PVA maka nilai viskositas semakin tinggi, daya sebar semakin rendah dan waktu kering semakin cepat.

STUDI LITERATUR KELENGKAPAN ASPEK ADMINISTRATIF PENULISAN RESEP DI APOTEK

ARIWITARSA
2020 · Thesis · Open Access

Ketidaklengkapan dalam penulisan resep dapat menimbulkan permasalahan antara penulisan resep dan pembaca resep. Resep yang lengkap harus memenuhi persyaratan administratif, farmasetis dan klinis seperti tanggal penulisan resep, nama, umur, nama dokter, nomor SIP, jenis kelamin pasien, berat badan pasien, alamat, nomor telpon, dan tanda tangan dokter. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur dengan objek penelitian kajian administratif kelengkapan penulisan resep di apotek.Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan varifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan analisis data secara deskriptif yaitu mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap data yang sudah terkumpul yaitu data kelengkapan penulisan administratif resep. Hasil studi literatur menunjukan bahwa penulisan resep di beberapa apotek belum sesuai dengan aspek kelengkapan resep secara administratif. Berdasarkan 10 (sepuluh) aspek administratif yang paling banyak tidak terpenuhi adalah pada umur dan berat badan yang berpotensi terjadi kesalahan dalam pemberian dosis obat yang membahayakan pasien.

EFEKTIVITAS ADSORBEN BENTONIT PADA PEMURNIAN MINYAK JELANTAH

GATRA TYTAH BRAMANANDA
2020 · Thesis · Open Access

Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok manusia. Selain berfungsi sebagai media penggoreng yang sangat penting dan kebutuhannya semakin meningkat. Namun minyak goreng yang digunakan berulang kali atau minyak jelantah berbahaya bagi kesehatan karena mengandung senyawa berbahaya. Minyak jelantah selanjutnya dibuang menjadi limbah yang mencemari lingkungan berupa naiknya kadar chemical oxygen demands dan biology oxygen demands dalam perairan, selain itu juga menimbulkan bau busuk akibat degradasi biologi. Pencemaran lingkungan dapat dikurangi dengan mendaur ulang minyak jelantah menjadi bahan baku produk lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas adsorben bentonit pada pemurnian minyak jelantah. Pada penelitian ini dilakukan studi literatur. Tahapan penelitian yaitu reduksi data, penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi dan tinjauan. Objek penelitian adalah efektivitas adsorbensi bentonit pada pemurnian minyak jelantah. Parameter uji penelitian yaitu asam lemak bebas dan bilangan peroksida. Analisis data menggunakan metode analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian studi lietratur ini adalah bentonit teraktivasi larutan HCl 1 M memiliki daya adsorpsi yang lebih besar dibandingkan dengan adsorben bentonit teraktivasi pemanasan suhu 250℃ dan bentonit ditambah karbon aktif berdasarkan parameter uji kadar asam sebesar 0,2626 mgKOH/g dan bilangan peroksidanya sebesar 1,6478 meq/kg, dengan waktu yang efisien sebesar 30 menit.

STUDI LITERATUR PENGARUH PENAMBAHAN NaOH DAN KOH PADA FORMULASI SABUN MINYAK JELANTAH

CERLITA RAHAYU
2020 · Thesis · Open Access

Limbah minyak jelantah adalah minyak yang diperoleh dari sisa proses penggorengan. Minyak jelantah jika tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan penyakit. Perlu dilakukan pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk sabun dalam sediaan padat, lunak, dan cair. Sabun yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan mutu sabun SNI. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Data yang dipakai dalam studi literatur ini adalah data sekunder yang berasal dari tiga jurnal penelitian. Rancangan penelitian dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Objek penelitian yaitu mutu fisik sabun minyak jelantah dengan variasi jumlah NaOh dan KOH serta waktu pengadukannya dan analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa penggunaan alkali NaOH sebanyak 35mL dan waktu pengadukan 35 menit menghasilkan sabun padat yang baik dan memenuhi persyaratan SNI. Penggunaan alkali KOH sebanyak 15g dan waktu pengadukan 50 menit menghasilkan sabun lunak yang memenuhi persyratan SNI. Penggunaan alkali KOH sebanyak 30mL dan waktu pengadukan 40 menit menghasilkan sabun cair yang memenuhi persyaratan SNI. Terdapat pengaruh penambahan jumlah NaOH dan KOH pada mutu fisik sabun minyak jelantah.

STUDI LITERATUR TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI RUMAH SAKIT

RISKI MAHAKAM RIPALDI
2020 · Thesis · Open Access

Rumah Sakit adalah instituisi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. Kepuasan konsumen merupakan tanggapan pelanggan atau pengguna jasa untuk setiap pelayanan yang diberikan. Kepuasan konsumen (pasien) dapat dikatakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit atau Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat kepuasan masyarakat terhadap Pelayanan Kefarmasin di Rumah Sakit. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah serta dokumen yang terkait seperti Karya Tulis Ilmiah (KTI). Objek penelitian pada penelitian ini adalah tingkat kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Berdasarkan hasil penelitian studi Literatur perbandingan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit didapatkan hasil rata-rata kepuasaan tertinggi adalah di Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru dengan persentase 84,48% dengan kriteria sangat puas. dari 5 dimensi yang digunakan, hasil rata-rata tingkat kepuasan tertinggi juga ada pada Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin pada dimensi tangible dengan persentase 90,58% dengan kriteria sangat puas.hasil rata-rata tingkat kepuasan terendah terdapat Pada Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin pada dimensi responsiveness dengan persentase 57% dengan kriteria tidak puas.

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI AIR PERASAN DAGING BUAH NANAS (Ananas comosus) TERHADAP BAKTERI Klebsiella pneumonia, Propionibacterium acnes, dan Staphylococcus aureus

SULIS
2020 · Thesis · Open Access

Nanas (ananas comosus) salah satu buah dengan produksi tertinggi di Indonesia setelah pisang, mangga, dan jeruk. Pada air perasan buah nanas terdapat kandungan bromelin yang dipercaya memiliki aktivitas atibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada ekstrak buah nanas terhadap Propionibacterium acnes. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan uji aktivitas antibakteri air perasan buah nanas terhadap bakteri klebsiella pneumonia, propionibacterium acnes, dan staphylococcus aureus. Data yang di pakai dalam sudi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah artikel. Tahapan penelitian meliputi reduksi data, penyajin data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data pada studi ini menggunakan metode analisis deskriptif. Kesimpulan yang dapat di ambil adalah terdapat perbedaan daya hambat antibakteri air perasan daging buah pada bakteri klebsiella pneumonia, propionibacterium acnes, dan staphylococcus aureus.

STUDI LITERATUR PROFIL PENYIMPANAN OBAT DI GUDANG FARMASI RUMAH SAKIT

JUWITA NUR AWALIA
2020 · Thesis · Open Access

Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan cara menempatkan obat – obatan yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat. Tujuan penyimpanan obat adalah untuk menjaga mutu obat tetap baik, memelihara kelangsungan obat, serta memudahkan petugas kesehatan dalam pencarian dan pengawasan obat. Studi ini bertujuan untuk mengetahui profil penyimpanan obat di gudang farmasi rumah sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, jurnal-jurnal serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah. Objek penelitian ini adalah gudang farmasi rumah sakit. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yang disajikan dalam tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan secara berurutan adalah Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas belum sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, RSUP DR. R. D Kandou Manado sudah sesuai dengan Standar Pelayanan Farmasi Rumah sakit, RSUD Noongan secara keseluruhan belum sesuai, Rumah Sakit Siloam Manado dalam menerapkan prosedur penyimpanan obat di gudang sebagian besar sudah sesuai dengan ketentuan dalam standar pelayanan kefarmasian rumah sakit

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL TUMBUHAN OBAT SUKU MYRTACEAE

OCTAVIANI
2020 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak metanol tumbuhan obat dari suku myrtaceae. Tumbuhan yang berasal dari suku myrtaceae banyak digunakan untuk pengobatan tradisional. Beberapa genus tumbuhan suku myrtaceae sengaja dibudidayakan untuk kepentingan ekonomi dan penelitian ilmiah dan beberapa spesiesnya seperti jambu bol, salam, jamblang, dewandaru dan karamunting diketahui mengandung senyawa antioksidan alami yaitu senyawa golongan fenolik seperti flavonoid dan tanin serta golongan alkaloid, minyak atsiri dan saponin. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil telaah studi literatur, didapatkan bahwa aktivitas antioksidan dari beberapa tanaman obat suku myrtaceae memiliki aktivitas antioksidan yang tergolong kuat. Nilai IC50 Ekstrak metanol daun dewandaru (22,329 ppm), jambu bol (22,598 ppm) salam (32,549 ppm) dan karamunting (59,66 ppm) memiliki aktivitas antioksidan dalam kategori sangat kuat sampai kuat. Daun jamblang (162,197ppm) termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan lemah.