Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.528 item publik

Publikasi

Halaman 109 dari 127

STUDI LITERATUR UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TUMBUHAN PUTAT (Barringtonia acutangula) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

NATALLISA DELVY BURING
2020 · Book · Open Access

Tumbuhan putat (Barringtonia acutangula) merupakan tumbuhan alam yang berpotensi sebagai antibakteri. Secara empiris tumbuhan putat (Barringtonia acutangula) memiliki khasiat sebagai obat diare, penyakit kulit, radang, pilek. Bakteri yang menyebabkan infeksi kulit salah satunya Staphylococcus aureus. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri tumbuhan putat (Barringtonia acutangula) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Studi literatur ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, serta dokumen yang terkait seperti jurnal ilmiah. Tahapan penelitian mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama berupa hasil Uji aktivitas antibakteri tumbuhan putat (Barringtonia acutangula) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penyajian data, yaitu data dalam tabel deskriptif berupa data penelitian sebelumnya, data hasil aktivitas antibakteri. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil uji aktivitas antibakteri Rata-rata zona hambat yang terbentuk di setiap bagian tumbuhan yang di uji adalah biji dengan konsentrasi 1000 µg/ml (22.4±0.55mm) dan 125 µg/ml (21.3±0.65 mm) dan kulit batang dengan konsentrasi 30 µg/ml (12 mm) dan 50 µg/ml (12 mm). Terdapat dari hasil uji aktivitas antibakteri yang di uji kesetiap bagian tumbuhan dimana aktivitas antibakteri yang lebih baik adalah di konsentrasi 30 µg/ml 12 mm dimana dengan konsentrasi terkecil sudah masuk dalam kategori kuat.

EVALUASI FISIK SEDIAAN LILIN AROMATERAPI

FITRIA
2020 · Book · Open Access

Aromaterapi merupakan suatu metode pengobatan alternatif yang berasal dari bahan tanaman mudah menguap, dikenal pertama kali dalam bentuk minyak atsiri. Minyak atsiri yang diuapkan juga dianggap sebagai komponen utama dalam aromaterapi yang digunakan untuk merelaksasikan tubuh salah satunya lilin aromaterapi yang memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai alat penerangan, media terapi dan penyegar ruangan. Lilin aromaterapi akan menghasilkan aroma yang memberikan efek terapi dan bau bila dibakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik lilin aromaterapi yang dihasilkan Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah artikel. Tahapan penelitian meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data pada studi ini menggunakn metode analisis deskriptif. Kesimpulan yang dapat diambil adalah kombinasi paraffin dan stearin dengan perbandingan (40:60), (10:30), (10:90) dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan lilin aromaterapi yang memenuhi persyaratan SNI 0385-1989-A/II 0348-1980. Lilin aromaterapi dengan minyak atsiri minyak lavender, minyak jeruk lemon dan minyak nilam memberikan efek nyaman. Lilin dengan minyak minyak mint, minyak rosemary dan minak nilam memberikan efek rileks. Sedangankan, lilin dengan minyak atsiri jasmine memberikan efek segar dan rileks.

GAMBARAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI DUAN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan DAUN PULAU (Alstonia scholaris R.B. r) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis

SHASA NAJMIATI
2020 · Book · Open Access

Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan pulai (Alstonia scholaris R. B.r) adalah tumbuhan dengan famili yang sama yaitu Apocynaceae dan memiliki kandungan metabolit sekunder yang sama seperti tanin, flavonoid, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri. Studi ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakteri daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan daun pulai (Alstonia scholaris R. .B.r) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Penelitian yang dilakukan adalah studi literatur, analisis data dilakukan denan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah, skripsi, serta karya tulis ilmiah. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul Pada daun selutui puka dengan ekstrak etanol menggunakan konsentrasi 10% dengan zona hambat yang didapat adalah 6,25 mm. Pada daun pulai dengan ekstrak metanol menggunakan konsentrasi 10% dengan zona hambat yang didapat adalah 6,75 mm. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun selutui puka menghasilkan zona hambat yang lebih kecil dibandingkan dengan ekstrak metanol daun pulai.

STUDI LITERATUR PENETAPAN KADAR PEMANIS BUATAN (Na-Siklamat) PADA MINUMAN RINGAN

ANIN DITA PUTRI
2020 · Book · Open Access

Minuman ringan adalah minuman olahan berbentuk cair yang mengandung bahan tambahan lainnya baik alami atau buatan, salah satu bahan tambahan pangan yang sering digunakan adalah pemanis buatan yaitu siklamat. Siklamat adalah senyawa kimia yang sering digunakan sebagai pemanis buatan. Kadar kemanisannya 30-50 kali lebih tinggi daripada gula. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil penetapan kadar pemanis buatan siklamat pada minuman ringan dengan dua metode berbeda yaitu alkalimetri dan gravimetri. Data yang dipakai pada studi literatur ini adalah data sekunder yang diambil dari beberapa penelitian. Pada penelitian menggunakan metode alkalimetri sampel yang diuji memiliki hasil yang berbeda-beda. Beberapa sampel tidak mengandung pemanis buatan siklamat namun beberapa sampel positif mengandung siklamat serta melebihi batas penggunaan pada pemanis buatan. Kemudian pada penelitian yang menggunakan metode gravimetri beberapa sampel yang diuji mengandung kadar siklamat malampaui kadar yang ditetapkan SNI 01-6993-2004 pada minuman ringan. Ketentuan pemanis buatan pada minuman ringan menurut SNI 01-6993-2004 adalah 1000 gr/kg sehingga dari keseluruhan sampel yang diambil kadar siklamat yang terkandung dalam minuman ringan beberapa melampaui kadar yang ditetapkan SNI 01-6993-2004.

STUDI LITERATUR PENETAPAN RENDEMEN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) DAN DAUN JAMBU BOL (Syzygium malaccense L.) SECARA MASERASI DAN SOXHLETASI

MUHAMMAD ADE DWI PUTRA
2020 · Book · Open Access

ABSTRAK Tumbuhan salam (Syzygium polyanthum (wight.) Walp) Dan Daun Jambu Bol (Syzygium malaccense L.) termasuk ke dalam famili Myrtaceae. Daun dari kedua tumbuhan tersebut memilki zat aktif yang berkhasiat obat. Zat aktif dalam tumbuhan dapat di piashkan dari campuran dengan ekstraksi, sehingga nilai rendemen dapat diketahui. Tujuan penelitian untuk mengetahui nilai rendemen ekstrak daun salam dan daun jambu bol yang di ekstraksi secara maserasi dan sokletasi. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur dengan tahapan penelitian yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan Analisa data pada penelitian ini adalah analisa deskriptif, yaitu berupa nilai rendemen daun salam dan jambu bol berdasarkan metode maserasi dan soklet Hasil yang diperoleh dari perbandingan metode ekstraksi didapatkan nilai maserasi pada daun jambu bol 10,92% dan sokletasi 11,56% dan pada daun salam maserasi 22% dan sokletasi 44%.

STUDI LITERATUR AKTIVITAS SEDATIF DAUN KRATOM (Mitragyna Speciosa Korth)

LINDA PUSPITA SARI
2020 · Book · Open Access

ABSTRAK Daun kratom adalah tumbuhan berkhasiat obat termasuk famili Rubiaceae. Daun kratom merupakan salah satu tanaman obat yang menghasilkan efek stimulan (pada dosis rendah) dan efek sedatif (pada dosis tinggi). Studi ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sedatif daun kratom antara esktrak n-heksan, fraksi etanol, ekstrak etanolik dan ekstrak infusa dengan menggunakan dosis yang bervariasi. Spesies hewan yang digunakan yaitu mencit jantan galur BALB/c dan menggunakan diazepam sebagai kontrol positif. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang dihasilkan dari beberapa penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan memiliki dosis efektif 96 mg/kgBB yang artinya memberikan kemampuan efek sedatif lebih baik jika dibandingkan dengan diazepam. Fraksi etanol menunjukkan dosis efektif 27,20 mg/20g BB. Dosis efektif ekstrak etanolik yaitu 48,57 mg/20gBB, sedangkan ekstrak infusa efek sedatif yang diperoleh yaitu dengan dosis 7,80 g/KgBB namun potensinya masih lemah. Kesimpulan yang dapat diambil adalah efek sedatif pada ekstrak infusa lebih rendah jika dibandingkan dengan ekstrak n-heksan, fraksi etanol dan ekstrak etanolik. Hasil efek sedatif yang diperoleh bervariasi, tergantung pada pelarut yang digunakan dan dosis untuk pengujian efek sedatif sehingga terdapat perbedaan antara ekstrak n-heksan, fraksi etanol, ekstrak etanolik dan infusa. Semakin tinggi dosis yang diberikan maka semakin besar efek sedatif yang dihasilkan.

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN PROFIL PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN ASMA DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA DAN RUMAH SAKIT KHUSUS PARU RESPIRA YOGYAKARTA

MELINDA
2020 · Book · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk membandingkan profil penggunaan obat asma pada pasien asma di dua Rumah Sakit yang berbeda yaitu Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta dan RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Asma adalah gangguan inflamasi kompleks pada saluran pernafasan, melibatkan aktivasi dan pelepasan mediator inflamasi yang mengakibatkan perubahan patofisiologis khas seperti peradangan bronkial, peningkatan hiperesponsif jalan nafas. Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta adalah rumah sakit dengan jumlah pasien asma yang relatif tinggi, asma merupakan salah satu diantara 10 besar penyakit yang paling sering diderita oleh pasien rawat jalan, sementara RSUD Dr. Moewardi Surakarta juga merupakan rumah sakit dengan rujukan asma tertinggi untuk daerah kota Surakarta dan sekitnya.Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Pada Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta golongan antiasma yang digunakan adalah golongan kortikosteroid 28,30%, beta adrenergik agonis 25,82%, mukolitik 23,63%, xantin 12,91%, antihistamin 8,52%, dan adrenergik 0,82%. Sementara pada RSUD Dr. Moewardi Surakarta golongan antiasma yang digunakan adalah golongan beta adrenergik agonis 41,97%, kortikosteroid 18,23%, ekspektorans 15,10%, xantin 10,98%, kombinasi 8,04%, dan mukolitik 5,68%. Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat perbedaan profil penggunaan obat asma pada kedua Rumah Sakit tersebut.

PENENTUAN KADAR NATRIUM BENZOAT PADA SAUS TOMAT DENGAN METODE ALKALIMETRI DAN SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

AZIZAH
2020 · Book · Open Access

Natrium benzoat merupakan bahan yang berfungsi sebagai pengawet dan bahan yang diperbolehkan terdapat dalam produk pangan, salah satunya adalah saus tomat. Saus tomat umumnya digunakan sebagai penyedap dan pelengkap makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Natrium Benzoat pada saus tomat dengan metode Alkalimetri dan Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini bersifat Studi Literatur. Tahapan penelitian ini meliputi pengumpulan artikel, pemilahan artikel, perbandingan hasil pada artikel dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dari Isran, dkk (2016), Sella (2013), Suryandari (2011), Yulinda (2015) dan Dewi (2011) saus tomat yang digunakan dari berbagai kota di Indonesia positif mengandung pengawet natrium benzoat dan memiliki kadar yang melebihi batas maksimum pemakaian. Peraturan yang berlaku mempersyaratkan kandungan maksimum natrium benzoat pada saus tomat yaitu sebesar 1000 mg/kg berat bahan. Hasil dari penentuan kadar pengawet natrium benzoat pada saus tomat dengan metode alkalimetri diperoleh sebesar 732-8.928 mg/kg berat bahan, sedangkan dengan metode spektrofotometri UV-Vis adalah 2.440 mg/kg berat bahan.

IDENTIFIKASI BORAKS PADA PENTOL BAKSO MENGGUNAKAN METODE UJI NYALA API DAN UJI WARNA KERTAS TUMERIK

MAYA PUSPITA SARI
2020 · Book · Open Access

Boraks banyak disalahgunakan dalam pembuatan berbagai macam makanan seperti bakso, mie basah, siomay, lontong, ketupat, pangsit, dan lemper. Boraks digunakan oleh pedagang atau produsen yang curang sebagai pengawet pada makanan dan membuat makanan menjadi lebih kenyal. Tujuan penelitian studi literatur ini adalah untuk mengetahui hasil identifikasi boraks pada pentol bakso menggunakan perbandingan metode yaitu metode uji nyala api dan uji warna kertas tumerik. Hasil studi literatur dari kelima jurnal yang ditelaah terdapat 2 penelitian pada jurnal yang menunjukkan bahwa 3 sampel pentol bakso dari 10 sampel dan 1 sampel dari 7 sampel pentol bakso positif mengandung boraks yang ditunjukkan dengan pada uji nyala api menghasilkan warna nyala hijau dan pada uji warna kertas tumerik menghasilkan warna merah kecoklatan dan pada 3 penelitian lainnya hasil identifikasi boraks pada pentol bakso yaitu negatif yang ditunjukkan dengan warna nyala api tidak berwarna hijau dan tidak adanya perubahan warna pada kertas tumerik (tetap berwarna kuning).

PERBANDINGAN TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocapa Jack) DAN DAUN KAMBOJA PUTIH (Plumeria alba L) TERHADAP LARVA Artenia salina Leach

NI PUTU DYAH CLAUDIA SARI
2020 · Book · Open Access

ABSTRAK Pemakaian setiap bahan atau zat memiliki potensi yang bersifat toksik atau menyebabkan keracunan tergantung takarannya. Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) secara empiris digunakan sebagai obat sakit gigi, tumor, dan kanker. Kamboja putih (Plumeria alba L.) digunakan masyarakat sebagai obat sakit gigi, pencahar, dan antigatal. Khasiat kedua famili Apocynaceae ini selain digunakan masyarakat sebagai obat sakit gigi juga dilaporkan pada pemakaian jumlah tertentu dapat menyebabkan keracunan atau toksik di dalam tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan LC50 ekstrak etanol daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan daun kamboja putih (Plumeria alba L.) terhadap larva Artemia Salina Leach. Penelitian yang dilakukan adalah studi literatur. Objek yang diteliti adalah toksisitas ekstrak etanol daun selutui puka dan daun kamboja putih terhadap larva Artemia salina Leach. Analisa yang dilakukan adalah menggunakan metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data terkumpul. Hasil penelitian menunjukan toksisitas pada daun selutui puka menghasilkan nilai LC50 0,7440 µg/mL dan untuk nilai LC50 ekstrak etanol daun kamboja putih adalah 132,340 µg/mL. Kedua tumbuhan ini masuk dalam kategori sangat toksik.

STUDI LITERATUR IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT SIBUTRAMIN HCL PADA JAMU PELANGSING DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS

INDRI ANGRAINI
2020 · Book · Open Access

Sibutramin HCl adalah obat terapi tambahan dalam program penurunan berat badan dan hanya diperoleh menggunakan resep dokter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi bahan kimia obat Sibutramin HCl pada jamu pelangsing dengan metode Kromatografi Lapis Tipis. Jenis penelitian adalah penelitian studi literatur menggunakan data sekunder yang telah ditelaah dari beberapa literatur dan dituangkan dalam bentuk tabel. Tahapan penelitian yaitu: (1) melakukan kompilasi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan (2) penyajian data, yaitu data dalam tabel deskriptif penarikan kesimpulan (3) melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Penelitian ini menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis dan hasil identifikasi bahan kimia obat sibutramin HCl pada jamu pelangsing didapatkan hasil sampel positif dengan menggunakan 2 eluen. Eluen I etil asetat : n-heksan (7:3) dan eluen II aseton : kloroform (7:3) dan dihasilkan nilai Rf yang sama dengan nilai Rf pembanding.

PERBANDINGAN IDENTIFIKASI (MEDICATION ERROR) PADA TAHAP PERESEPAN (PRESCRIBING) DI RUMAH SAKIT KALIMANTAN DAN SULAWESI

NOVIYA MIRANDA
2020 · Book · Open Access

Kesalahan dalam tahap prescribing merupakan kesalahan yang terjadi pada proses penulisan resep kesalahan penulisan resep yang di maksud ialah ketidak lengkapan resep dan resep tidak terbaca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan apa saja yang terjadi pada tahap peresepan di Rumah Sakit Kalimantan dan di Rumah Sakit Sulawesi. Penelitian dilakukan merupakan penelitian study literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan sumber-sumber yang relevan, mempelajari dan menelaah dokumen yang terkait seperti karya tulis ilmiah dan jurnal ilmiah. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah kesalahan pengobatan (medication error) yang terjadi pada tahap peresepan (prescribing) di Rumah Sakit Kalimantan dan di Rumah Sakit Sulawesi pada persyaratan administrasi dan persyaratan farmasetik dalam resep. Hasil penelitian persentase kesalahan tertinggi yang terdapat pada peryaratan administrasi ialah nama pasien RS X di Kota Manado 4,98%, umur pasien RS Bhayangkara Tk. III Manado 80,12%, nama dokter RSUD Taman Husada Bontang 1,5%, paraf dokter RSUD Taman Husada Bontang 7,5%, tanggal resep RS Dirgahayu Samarinda 10%. dan pada persyaratan farmasetik ialah nama obat RSUD Taman Husada Bontang 12%, bentuk sediaan RSUD Bintung 74,53%, dosis dan kekuatan sediaan RS Dirgahayu Samarinda 41,75%, jumlah obat RS X di Kota Manado 0,33%, dan pada aturan pakai RSUD Taman Husada Bontang 1,75%.

PENETAPAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS DAN BILANGAN PEROKSIDA MINYAK JELANTAH

ANIS FADHILAH
2020 · Book · Open Access

Minyak jelantah adalah minyak goreng yang sudah dipanaskan dan digunakan untuk menggoreng secara berulang kali sehingga mengalami perubahan pada komposisi kimianya. Minyak jelantah apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama akan membahayakan tubuh karena mengandung asam lemak jenuh yang sangat tinggi yang dapat memicu berbagai penyakit degeneratif. Keberadaan asam lemak bebas dan bilangan peroksida dalam minyak jelantah dapat digunakan sebagai indikator kerusakan minyak. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian studi literatur. Objek penelitian adalah hasil penetapan kadar asam lemak bebas dan bilangan peroksida minyak jelantah yang disesuaikan dengan standar persyaratan SNI 7709:2012. Metode yang digunakan pada beberapa penelitian yaitu titrimetri dengan penetapan kadar asam lemak bebas menggunakan titrasi alkalimetri dan penetapan bilangan peroksida menggunakan titrasi iodometri. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Berdasarkan hasil literatur, minyak goreng yang digunakan lebih dari 5 kali sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Ditemukan kadar asam lemak bebas tertinggi minyak jelantah sebesar 0,64% dan kadar bilangan peroksida tertinggi sebesar 78,9 mek O2/kg, kedua kadar tersebut didapatkan dari pedagang makanan kaki lima pada minyak jelantah yang berwarna hitam.

PERBANDINGAN RENDEMEN HASIL MASERASI DENGAN PELARUT ETANOL PADA TUMBUHAN Famili Euphorbiaceae

KHOIRUN NISA
2020 · Book · Open Access

Jatropha dan Euphorbia termasuk famili Euphorbiaceae yang telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat salah satunya dalam bidang kesehatan. Daun jarak pagar (Jatropha curcas) dan daun jarak merah (Jatropha gossypifolia) digunakan untuk mengatasi sakit perut dan demam. Daun patikan kebo (Euphorbia hirta) digunakan untuk mengatasi sesak napas dan radang tenggorokan. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan hasil rendemen dengan etanol 70% dan etanol 96% ekstrak etanol daun jarak pagar (Jatropha curcas), daun jarak merah (Jatropha gossypifolia) dan daun patikan kebo (Euphorbia hirta). Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Hasil rendemen etanol 70% pada tumbuhan (Jatropha curcas), daun jarak merah (Jatropha gossypifolia) dan daun patikan kebo (Euphorbia hirta) masing-masing sebesar 21,5%, 21,23% dan 30%. Selain itu, pada etanol 96% masing-masing sebesar 11,28%, 4,38% dan 11,261%. Kesimpulan yang dapat diambil adalah nilai rendemen pada etanol 70% lebih besar dibandingkan dengan etanol 96%.

KARAKTERISTIK EKSTRAK ETANOL DAUN KEREHAU (Callicarpa longifolia), DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum) DAN DAUN JERUJU (Acanthus illicifolius)

TITIN MURTININGSIH
2020 · Book · Open Access

Daun kerehau (Callicarpa longifolia) memiliki manfaat sebagai antiinflamasi dan antimalaria. Daun Kemangi (Ocimum sanctum ) digunakan sebagai penurun kadar asam urat. Jeruju (Acanthus illicifolius) digunakan sebagai antidiabetes dan antirematik. Karakterisasi adalah langkah awal untuk mengetahui mutu ekstrak, tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristik ekstrak etanol daun kerehau, daun kemangi dan daun jeruju. Penelitian ini berupa studi literatur. Tahapan penelitian yaitu, reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas; penyajian data; penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Karakteristik ekstrak daun kerehau, daun kemangi dan daun jeruju secara organoleptis yaitu: warna coklat tua, rasa pahit, bau khas dan ekstrak kental; hijau kecoklatan, rasa pahit, bau aromatis dan ekstrak kental; kecoklatan, rasa pahit, bau khas dan ekstrak kental. Senyawa metabolit sekunder pada ekstrak daun Kerehau, daun kemangi dan daun jeruju yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid/terpenoid. Kadar sari larut air dan etanol dari ekstrak etanol daun Kerehau, daun kemangi dan daun jeruju berurutan adalah 40,4% dan 39,9%; 6,74% dan 22,83%; (-). Kadar air, kadar abu dan kadar abu tidak larut asam ekstrak etanol daun Kerehau, daun kemangi dan daun jeruju beurutan adalah 15%, 3,5% dan 0,3%; (-), 4,8% dan 4,53%; 25,40%, 15,6% dan 0,74%.

STUDI LITERATUR KARAKTERISTIK FISIK DAN DISOLUSI SEDIAAN TABLET OBAT ANTIHIPERTENSI

BAHARUDDIN
2020 · Book · Open Access

Penyediaan obat yang bermutu dengan harga yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat menjadi hal yang penting dalam pelayanan kesehatan. Masyarakat seringkali beranggapan bahwa harga selalu berbanding lurus dengan kualitas obat. Oleh sebab itu perlu dilakukan studi pustaka terhadap karakteristik fisik dan disolusi obat antihipertensi sebagai parameter kualitas suatu sediaan tablet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik fisik dan disolusi sediaan tablet obat antihipertensi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur dengan objek penelitian berupa karakteristik fisik dan disolusi tablet. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data karakteristik fisik meliputi uji keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur serta disolusi tablet antihipertensi. Uji karakteristik fisik obat inovator, obat bermerek dagang dan produk obat generik meliputi uji keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur memenuhi persyaratan yang tertera pada Farmakope Indonesia Edisi III dan pustaka penunjang lainnya. Namum, beberapa obat tidak memenuhi uji keseragaman bobot dan kekerasan hal tersebut dikarenakan setiap pabrik mempunyai formula dan metode pembuatan yang berbeda-beda. Profil disolusi menunjukkan hasil bahwa obat antihipertensi produk inovator, bermerek dagang dan produk obat generik memenuhi persyaratan pustaka yang terkait serta ekivalen antar produk berdasarkan parameter pengujian disolusi.

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella sp

BESTARI YUNITA
2020 · Book · Open Access

Studi ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Salmonella sp. Aktivitas antibakteri dapat menggambarkan zona hambat yang terbentuk. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Konsentrasi ekstrak etanol yang digunakan dalam menghambat bakteri Escherichia coli yaitu 30%, 40%, 50%, 60% dan 70% dengan rerata diameter zona hambat 1,7 mm, 2,7 mm, 4,7 mm, 6,8 mm dan 6,5 mm. Berbeda dengan konsentrasi yang digunakan pada bakteri Staphylococcus aureus yaitu 25%, 50% dan 75% dengan rerata diameter zona hambat 6,3 mm, 6,7 mm dan 6,8 mm. Bakteri Salmonella sp dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20% dengan rerata diameter zona hambat 37,0 mm, 32,0 mm dan 46,0 mm. Kesimpulan yang diperoleh bahwa ekstrak etanol daun mengkudu memberikan hambatan terkuat pada bakteri Salmonella sp dibandingkan dengan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli pada pengujian dengan konsentrasi terendah yaitu 10% dengan diameter zona hambat sebesar 37,0 mm.

STUDI LITERATUR PENETAPAN KADAR HIDROKUINON DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis PADA KRIM PEMUTIH WAJAH

DELA MONIKA
2020 · Book · Open Access

ABSTRAK Hidrokuinon adalah bahan yang sering digunakan dalam krim pemutih wajah, hidrokuinon digunakan dalam produk pemutih kulit sebagai agen depigmentasi dengan mekanisme menghambat enzim tirosinase yang bertanggung jawab dalam pembentukan melanin. Studi ini bertujuan untuk mengetahui berapa kadar hidrokuinon dengan metode spektrofotometri uv-vis pada krim pemutih wajah yang beredar dibeberapa kota dan m hasil engetahui kadar hidrokuinon yang beredar dibeberapa kota dengan menggunakan metode spektrofotometri uv-vis telah memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.445/MENKES/PER/V/1998. Hasil studi literatur dari kelima jurnal semua krim pemutih wajah positif mengandung hidrokuinon dengan kadar yang masih aman atau kurang dari 2%, akan tetapi terdapat 1 penelitian pada jurnal yang menunjukan bahwa 2 sampel krim pemutih wajah yang beredar di kabupaten Sidoarjo yang diperjual belikan di Klinik Kecantikan dengan kadar melebihi batas yang telah ditetapkan yaitu krim dengan kode CW1 = 4,05% dan krim dengan kode CW2=3,09%.

PERBANDINGAN PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI INSTALASI RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT

MUCHDITTA SARI
2020 · Book · Open Access

Infeksi saluran kemih (ISK) memiliki keterlibatan bakteri tersering di komunitas dan hampir 10% orang pernah terkena ISK selama hidupnya. Sekitar 150 juta penduduk di seluruh dunia tiap tahunnya terdiagnosis menderita infeksi saluran kemih. Antibiotik termasuk kelompok obat yang paling sering digunakan dalam infeksi. Banyaknya jenis antibiotik menjadikan hal tersebut perlu dikaji untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik yang digunakan untuk infeksi saluran kemih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan profil penggunaan antibiotik pada pasien infeksi saluran kemih di instalasi rawat inap pada rumah sakit di Sulawesi dan Jawa. Penelitian ini adalah jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan mengumpulkan gambaran dari data-data rekam medik pada pasien ISK di instalasi rawat inap yang didapat dari jurnal ilmiah dan skripsi meliputi penggunaan antibiotik di rumah sakit yang dipilih. Hasil penelitian menunjukan penggunaan antibiotik di Rumah Sakit Sulawesi menggunakan Ciprofloxacin, sedangkan pada Rumah Sakit di Jawa menggunakan antibiotik Ceftriaxon. Untuk ketepatan dosis antibiotik didapati Rumah Sakit di Sulawesi dan Jawa memiliki persentase tepat yang tinggi. kecuali untuk RSUP X Klaten yang memiliki persentase tepat yang rendah. Untuk durasi ketepatan dalam pemberian antibiotik didapati Rumah Sakit di Sulawesi menunjukan tidak tepat yang tinggi, sedangkan pada Rumah Sakit di Jawa menunjukan tepat yang tinggi.

EFEK ANTI-AGING PADA MASKER WAJAH DARI EKSTRAK BAHAN ALAM

YOANDA APRILIA UTAMA
2020 · Book · Open Access

Penuaan dini merupakan proses dari penuaan kulit yang lebih cepat dari seharusnya. Namun, penuaan dini dapat dicegah dengan menggunakan perawatan anti-aging. Anti-aging merupakan proses mencegah atau memperlambat penuaan dini. Perawatan anti-aging dapat dilakukan dengan menggunakan masker wajah dari bahan alami. Studi ini bertujuan untuk membandingkan efek anti-aging masker wajah dari ekstrak bahan alam yaitu ekstrak etanol buah andaliman 5%, ekstrak teh hijau 5%, dan ekstrak etanol kentang kuning 6%. Rancangan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah skripsi dan jurnal ilmiah. Objek penelitian yaitu data uji fisik dan data pengukuran efek anti-aging pada sediaan masker wajah ekstrak bahan alam. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan melihat data uji fisik dan data pengukuran efek anti-aging pada sediaan masker wajah ekstrak bahan alam. Data berupa persentase rata-rata pemulihan parameter yang diukur dengan alat skin analyzer. Masker ekstrak etanol kentang kuning memiliki persentase rata-rata pemulihan kadar air, kehalusan, pori-pori, dan noda yang paling besar. Persentasenya secara adalah kadar air 30,4%, kehalusan 23,075, pori-pori 34%, noda 36,2%. Persentase rata-rata pemulihan keriput yang paling besar ada pada masker ekstrak teh hijau sebesar 21,25%.