ELLES CHRISTMYER ALUNG
2025 · Book · Open Access
Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan memicu berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan berperan dalam menetralkan radikal bebas, di mana sumber alami seperti tumbuhan dianggap lebih aman dibandingkan antioksidan sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol dan fraksi daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) berdasarkan nilai IC₅₀ menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis (3-thylbenzothiqzolin)-6-Sulfonic Acid). Penelitian dilakukan secara eksperimental in vitro meliputi ekstraksi dengan etanol 70% secara maserasi, fraksinasi menggunakan n-heksan, etil asetat, dan air, serta uji aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 743 nm. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan tanin; fraksi etil asetat mengandung flavonoid, steroid dan tanin; fraksi air mengandung saponin, triterpenoid dan, tanin; sedangkan fraksi n-heksan mengandung alkaloid, flavonoid, saponin dan, steroid. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas tertinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 2,3287 ± 0,05 ppm, diikuti ekstrak etanol (3,0569 ± 0,4 ppm), fraksi air (6,0675 ± 0,4 ppm), dan fraksi n-heksan (10,4843 ± 2,14 ppm), sedangkan vitamin C sebagai kontrol positif menunjukkan IC₅₀ sebesar 0,7767 ± 0,1 ppm. Disimpulkan bahwa fraksi etil asetat memiliki potensi antioksidan paling tinggi di antara sampel uji, meskipun masih di bawah vitamin C. Hasil uji ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan antar sampel (p = 0,000), dan uji lanjut Games-Howell menunjukkan bahwa fraksi etil asetat berbeda signifikan dari fraksi air (p 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa daun senduduk memiliki potensi tinggi sebagai sumber antioksidan alami, khususnya pada fraksi etil asetat.
VERIDIANA PING
2025 · Book · Open Access
Tumbuhan labu kuning Cucurbita moschata Duch memiliki banyak manfaat daunnya memiliki aktivitas farmakologi sebagai antioksidan, dan antimikroba. ekstrak bahan alam yang akan digunakan sebagai obat perlu distandarisasi terlebih dahulu untuk menjamin kualitas, manfaat dan keamanannya. Sebagai langkah awal pada penelitian ini dilakukan skrining fitokimia dan karakterisasi ekstrak. Pertama daun labu kuning diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan didapatkan rendeman sebesar 12,195%. Hasil karakterisasi spesifik dari uji organoleptik simplisia berupa serbuk, warna hijau tua, rasa pahit dan getir (sepat) dengan aroma khas pada ekstrak kental, berwarna hijau tua kehitaman, rasa pahit dengan aroma khas. Kadar rata- rata senyawa terlarut dalam air ekstrak 3,2 %, sedangkan rata-rata kadar senyawa yang terlarut dalam etanol ekstrak 88,33 %. Hasil karakterisasi non spesifik ekstrak etanol daun labu kuning didapatkan kadar air ekstrak sebesar 11,8%. Kadar abu total ekstrak 0,2824 ± 0,666% kadar abu tidak larut asam ekstrak sebesar 0,0368%. Bobot jenis ektrak rata- rata 0,9529g/ml. Uji cemaran mikroba angka lempeng total ekstrak 4,5 x 10-3 koloni/g, sedangkan angka kapang khamir pada ekstrak sebanyak 1,4 x 10-2 koloni/g. Pada pengujian skrining fitokimia ekstrak etanol daun labu kuning positif mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, steroid.
MUHAMMAD FAJAR SYAHDI
2025 · Book · Open Access
Kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan atau hambatan pada pertumbuhan, baik sel tubuh maupun sel otak. Ikan baung memiliki kandungan zat besi yang baik untuk tubuh sehingga berpotensi sebagai alternatif untuh mencegah anemia. Kekurangan kadar Hb dalam darah dapat menimbulkan gejala lesu, lemah, letih, lelah dan cepat lupa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kadar zat besi pada ikan baung yang dianalisis dengan dua metode yaitu ICP-MS (Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry) dan Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Objek yang diteliti adalah kadar zat besi pada tepung ikan baung. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu ICP-MS (Iductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry) dan Spektrofotometer UV-Vis. Variabel terikat pada penelitian ini adalah kandungan zat besi dalam tepung ikan baung dan variabel kontrol pada penelitian ini yaitu tepung ikan baung. Penelitian ini menggunakan sampel ikan baung yang diolah menjadi tepung ikan. Tahapan penelitian mencakup derteminasi hewan, pengumpulan sampel, pengolahan sampel, uji organoleptis, analisis kualitatif, analisis kuantitatif dan analisis data seacara independent t-test menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan zat besi yang di analisis dengan ICP-MS lebih akurat dan dapat dijadikan acuan utama dalam penentuan kadar zat dalam smpel tepung ikan baunga. Hasil spektrofotometri UV-Vis tetap dapat digunakan sebagai data pendukung.
MEI LIKA SYAROH
2025 · Book · Open Access
ABSTRAK Nama : Mei Lika Syaroh NIM : 21482011255 Judul Skripsi : Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Etanol Madu Kelulut (Heterotrigona itama) dan Fraksinya dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis. Pembimbing : 1. Henny Nurhasnawati, S.Si., M.Si. 2. apt. Siti Jubaidah, S.Far., M.Pd. Madu kelulut merupakan madu yang berasal dari lebah tanpa sengat (Heterotrigona itama) yang memiliki manfaat aktivitas bioligis sebagai antibakteri, antiinflamasi dan penyembuh luka, serta memiliki senyawa metabolit sekunder salah satunya yaitu fenolik. Senyawa fenolik merupakan senyawa kimia yang memiliki ikatan rangkap terkonjugasi dan gugus kromofor. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui kadar fenolik total ekstrak etanol pada madu kelulut dan fraksinya dari Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Data kualitatif diperoleh melalui skrinning fitokimia madu kelulut, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari penetapan kadar senyawa fenolik pada madu kelulut. Tahapan penelitian meliputi determinasi hewan, pengumpulan bahan baku, pengolahan simplisia madu kelulut, ekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 95%, fraksinasi bertingkat, skrining fitokimia, dan uji kadar fenolik total ekstrak etanol dengan metode spektrofotometri UV-Vis menggunakan pembanding asam galat. Hasil penelitian menunjukkan kadar fenolik ekstrak etanol 95% adalah 1,2958±0,1362 mgGAE/g, fraksi n-heksana 1,2535±0,0254 mgGAE/g, fraksi etil asetat 2,9765±0,0733 mgGAE/g, dan fraksi etanol-air 1,1712±0,0175 mgGAE/g. Uji normalitas menunjukkan kadar fenolik total dari keempat kelompok uji adalah normal dan uji homogenitas nilai kadar fenolik total menghasilkan nilai p-value 0,05 (tidak homogen). Berdasarkan Uji Kruskal-Wallis, nilai signifikansi (Sig.) 0,055 ( 0,05) menunjukkan bahwa rata-rata kadar fenolik dari keempat kelompok perlakuan (ekstrak etanol 95%, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol-air) tidak ada perbedaan yang signifikan.
ARFIATIN NURHIDAYAH
2025 · Book · Open Access
Madu kelulut (Heterotrigona itama) adalah madu alami yang dihasilkan oleh lebah tanpa sengat seperti yang banyak dibudidayakan di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa jenis madu tanpa sengat memiliki senyawa metabolit sekunder yang bermanfaat bagi kesehatan, salah satunya yaitu flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid total madu kelulut budidaya dan fraksinya dari Kecamatan Loa Janan Ilir Kota Samarinda Kalimantan Timur dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dengan objek atau sampel yang diteliti adalah madu hasil lebah kelulut (Heterotrigona itama). Prosedur penelitian meliputi determinasi hewan, pengumpulan bahan baku, ekstraksi menggunakan pelarut etanol 95% dengan metode maserasi, fraksinasi ekstrak kental menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat dan etanol, skrinning fitokimia dan uji kadar flavonoid total menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pembanding kuersetin. Kadar flavonoid total dinyatakan dalam satuan mgQE/gram ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan kadar flavonoid ekstrak etanol 95% adalah 0,0607±0,0064 mgQE/g, fraksi n-heksana 0,0571±0,0012 mgQE/g, fraksi etil asetat 0,2031±0,0017 mgQE/g, dan fraksi air 0,0198±0,0008 mgQE/g. Uji normalitas menunjukkan distribusi nilai kadar flavonoid total dari keempat kelompok uji adalah normal dan uji homogenitas nilai kadar flavonoid total menghasilkan nilai p-value 0,05 (tidak homogen). Berdasarkan Uji Kruskal-Wallis, nilai signifikansi (Sig.) 0,025 ( 0,05) menunjukkan bahwa rata-rata kadar flavonoid dari keempat kelompok perlakuan (ekstrak etanol 95%, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol-air) berbeda secara signifikan.
NATANAEL
2025 · Book · Open Access
Luka bakar merupakan luka yang cukup sering terjadi dan dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada lapisan kulit, bahkan hingga jaringan yang lebih dalam. Berbagai alternatif terapi alami mulai banyak dikembangkan, salah satunya dengan memanfaatkan senyawa bioaktif dari tumbuhan yang memiliki potensi sebagai agen penyembuh luka. Daun kokang sendiri dipercayai oleh masyarakat suku Dayak Benuaq memiliki khasiat menyembuhkan luka dan menghilangkan bekas luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) dalam penyembuhan luka bakar pada punggung mencit jantan (Mus musculus). Penelitian ini bersifat kuantitatif dan kualitatif eksperimental. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak etanol daun kokang dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30%. Tahapan penelitian ini meliputi pengambilan sampel, determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi sampel, skrining fitokimia, pembuatan konsentrasi dosis ektrak, penyiapan hewan uji, pembuatan luka bakar, perawatan luka bakar dan pengamatan penyembuhan luka bakar. Pengolahan data dilakukan dengan One Way ANOVA (Analysis Of Variant) dan dilanjutkan dengan pengujian data LSD (Least Significant Diference).
DARMA KUSUMA
2025 · Book · Open Access
Stabilitas sediaan pulveres sangat penting untuk memastikan obat dapat memberikan efek terapi yang optimal serta aman bagi pasien. Faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas tersebut meliputi kelembapan, suhu, pH dan pengaruh waktu penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hasil evaluasi stabilitas sediaan obat pulveres. Metode yang digunakan dalam studi literatur ini melibatkan pengumpulan data dari berbagai jurnal dan artikel yang membahas stabilitas sediaan pulveres. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data data yang terkumpul. Hasil dari pengujian terhadap interval waktu tertentu, yaitu uji organoleptis tidak terdapat perubahan warna dan bau serta uji kelembapan serbuk tidak mengalami kelembapan hal ini bisa dilihat bahwa serbuk tidak mengalami penggumpalan atau lengket di kertas pembungkus, uji pH tidak mengalami perubahan dan masih sesuai standar range yang telah ditentukan, dan uji kadar dengan menggunakan alat spektrofotometri tidak terdapat perubahan kadar obat yang siginifikan. Kesimpulan racikan pulveres stabil secara fisik dan kimia (organoleptis, kelembapan, pH dan kadar zat aktif) selama 28 hari pada suhu penyimpanan tertentu sehingga hasil ini sesuai dengan ketentuan Beyond Use Date Chapter 795
DICIA NESSA AFRILLIA
2025 · Book · Open Access
BLASIUS BITH
2025 · Book · Open Access
HASHIFA SAHDANIA OEMAR
2025 · Book · Open Access
GRACE HAPPY NATALIA
2025 · Book · Open Access
Tuberkulosis hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan global, termasuk di Indonesia. Strategi DOTS menjadi pendekatan utama dalam penanggulangan TBC yang menekankan pentingnya ketersediaan sarana dan prasarana, serta keterlibatan tenaga kesehatan untuk memastikan diagnosis dan pengobatan TB yang cepat. Fasilitas pelayanan kesehatan juga berperan penting dalam melakukan pencatatan dan pelaporan kasus TBC secara terpadu dan terintegrasi melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan efektivitas strategi DOTS dalam penanggulangan tuberkulosis melalui penggunaan SITB di Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah penelitian non-experimental metode deskriptif. Rancangan penelitian ini bersifat kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah Tenaga Kesehatan yang bertugas dalam pengelolaan program TBC di Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Tahap pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam. Analisis data pada pengujian ini disusun dan disajikan dalam bentuk narasi atau naskah, dan tabel.
MUHAMMAD YUSUF SAPRIZAL
2025 · Book · Open Access
Kanker payudara adalah penyebab utama kematian pada wanita, dengan sel MCF-7 sebagai model penelitian yang sering digunakan. Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai antikanker, menawarkan pengobatan alami dengan efek samping lebih rendah dibanding kemoterapi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sitotoksisitas fraksi kloroform umbi Bawang Dayak terhadap sel MCF-7. Ekstraksi dan fraksinasi umbi Bawang Dayak dilakukan menggunakan pelarut kloroform. Uji organoleptik dan fitokimia kualitatif dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif dalam fraksi kloroform. Selanjutnya, analisis kuantitatif dilakukan dengan menguji sitotoksisitas fraksi kloroform dan kontrol positif (doxorubicin), menghitung viabilitas sel, persen inhibisi, dan nilai IC50. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test untuk membandingkan nilai IC50 antara fraksi kloroform dan doxorubicin.
SALVIANNEY PICHA CLARITA
2025 · Book · Open Access
Matoa (Pomenia pinnata) merupakan tumbuhan endemik yang berasal dari Papua. Tumbuhan ini memiliki banyak kandungan metabolit sekunder diantaranya flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki manfaat sebagai antioksidan, antimikroba dan antikanker. Senyawa-senyawa tersebut dapat diekstraksi dengan metode maserasi. Kadar senyawa aktif dalam ekstrak dapat dipengaruhi oleh lama waktu maserasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui waktu maserasi optimum yang menghasilkan kadar fenolik total terbesar pada daun matoa. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimental, dengan objek penelitian waktu maserasi daun matoa. Variabel bebas pada penelitian ini adalah lama waktu maserasi 24, 48 dan 72 jam. Variabel terikat berupa kadar fenolik total ekstrak daun matoa. Variabel kontrol adalah simplisia daun matoa, pelarut etanol, spektrofometri UV-Vis. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia,susut pengeringan , ekstraksi secara maserasi dengan variasi lama waktu maserasi ( 24,48 dan 72 jam ), penetapan kadar air ekstrak, identifikasi senyawa fenolik , dan penetapan kadar fenolik total secara spektrofotometri UV-Vis menggunakan pereaksi Folin-Ciocalteu dengan pembanding asam galat. Diperoleh hasil kadar susut pengeringan sebesar 3,71% dan untuk kadar air diperoleh hasil sebesar 14,58%. Kata Kunci: Pometia pinnata, fenolik total, waktu maserasi
KURNIA WULAN FEBRIANTI
2025 · Book · Open Access
INUL OCTAVIA
2025 · Book · Open Access
ANNISA NABILA PUTRI
2025 · Book · Open Access
Daun matoa (Pometia pinnata) mengandung berbagai senyawa fitokimia flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan steroid. Senyawa fenolik meliputi kuinon fenolik, flavonoid, fenil propanoid, fenol monosiklik, polifenol, dan kuinon fenolik. Senyawa fenolik merupakan jenis senyawa metabolit sekunder yang memiliki sifat astringen, antidiare, antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar fenolik total dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun matoa. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengolahan simplisia, penetapan susut pengeringan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi, penetapan kadar air, uji skrining fitokimia dan penetapan kadar fenolik total dengan pereaksi folin-ciocalteu dengan pembanding asam galat dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan pembanding vitamin C. Berdasarkan hasil penelitian pada ekstrak etanol daun matoa terdapat metabolit sekunder yaitu fenolik, flavonoid, dan steroid. Rendemen ekstrak etanol daun matoa yang diperoleh sebesar 22,30%. Hasil perhitungan dari penetapan kadar fenolik total ekstrak etanol daun matoa sebesar 260,3177± 0,5388 mg GAE/g yang berarti dalam setiap ekstrak etanol daun matoa setara dengan 260,3177 mg asam galat. Hasil perhitungan dari aktivitas antioksidan ekstrak daun matoa diperoleh IC50 sebesar 13,40 ppm termasuk kategori aktivitas antioksidan yang sangat kuat.
ANDI.M.KHAIDIR
2025 · Book · Open Access
PRIYANTI
2025 · Book · Open Access
Medication error merupakan permasalahan serius dalam dunia kesehatan yang dapat membahayakan keselamatan pasien. Salah satu bentuknya adalah prescribing error, yaitu kesalahan yang terjadi pada tahap peresepan obat. Diberbagai rumah sakit di Indonesia, tingkat kejadian prescribing error pada resep manual masih tergolong tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kejadian prescribing error pada resep manual dan resep elektronik di Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah jurnal ilmiah tentang prescribing errror pada resep manual dan elektronik yang dilakukan di beberapa Rumah Sakit. Hasil Kejadian medication error yang ditemukan di Rumah Sakit Diponegoro pada fase prescribing 45% resep manual, 14% e-resep sedangkan pada Rumah Sakit Umum Madyang Palopo esep manual 58,78% dan tingkat prescribing error pada resep elektronik 8,4%. Kesimpulan menunjukkan bahwa tingkat prescribing error pada resep manual lebih tinggi dari pada tingkat prescribing error pada resep elektronik
MUHAMMAD JIKRIE NABIEL AJIANDA
2025 · Book · Open Access
Salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan yang serius saat ini adalah hipertensi. Akibat terburuk dari penyakit ini adalah kematian karena hampir 90% kasus hipertensi tidak diketahui penyebab sebenarnya bahkan pada sebagian besar kasus hipertensi tidak memberikan gejala. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan tekanan darah di puskesmas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai pentingnya kepatuhan dalam penggunaan obat antihipertensi kepada masyarakat. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah berbagai sumber terkait seperti skripsi, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu. Objek penelitian ini yaitu hubungan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan tekanan darah di puskesmas. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran hubungan antara kepatuhan penggunaan obat dengan usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan obat hipertensi yang digunakan.
AMALYA RIZKY RACHMAYANI
2025 · Book · Open Access
Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) merupakan tumbuhan asli Kalimantan yang memiliki beragam manfaat sebagai obat tradisional. Umbi bawang dayak mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, seperti alkaloid, flavonoid, glikosida, steroid, tanin dan senyawa golongan polifenol, yang memiliki potensi sebagai antioksidan serta berperan dalam menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa yang terkandung dalam fraksi air umbi bawang (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) dan mengetahui profil metabolit umbi bawang dayak menggunakan LC-HRMS. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian ekperimental. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, determinasi sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak secara maserasi, pembuatan fraksi air umbi bawang dayak, uji aktivitas antioksidan, dan pengujian profil metabolit menggunakan LC-HRMS. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah umbi bawang dayak, sedangkan uji profil metabolit sampel dianalisis dengan fase gerak air-asetonitril yang mengandung asam format menggunakan kolom Phenyl Hexyl dalam gradien elusi dengan LC-HRMS. Data yang diperoleh pada aktivitas antioksidan dilakukan dengan analisis statistik uji independent sampel t-test, sedangkan uji profil metabolit dianalisis dengan LC-HRMS secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi air Umbi bawang dayak memiliki aktivitas antioksidan dengan rata-rata nilai IC50 yaitu 152.8208 ppm yang tergolong sedang dan hasil analisis profil metabolit adanya keberadaan senyawa bioaktif Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE), Hydroquinone, dan Menaquinone. Penelitian ini diperkuat oleh uji analisis statistik meliputi uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan data terdistribusi normal pada IC50 vitamin C dan IC50 fraksi air, yaitu 0.262 dan 0.153 karena uji Independent t-tes menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0.010 (p0.05).