Abstrak
Kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan atau hambatan pada pertumbuhan, baik sel tubuh maupun sel otak. Ikan baung memiliki kandungan zat besi yang baik untuk tubuh sehingga berpotensi sebagai alternatif untuh mencegah anemia. Kekurangan kadar Hb dalam darah dapat menimbulkan gejala lesu, lemah, letih, lelah dan cepat lupa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kadar zat besi pada ikan baung yang dianalisis dengan dua metode yaitu ICP-MS (Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry) dan Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Objek yang diteliti adalah kadar zat besi pada tepung ikan baung. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu ICP-MS (Iductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry) dan Spektrofotometer UV-Vis. Variabel terikat pada penelitian ini adalah kandungan zat besi dalam tepung ikan baung dan variabel kontrol pada penelitian ini yaitu tepung ikan baung. Penelitian ini menggunakan sampel ikan baung yang diolah menjadi tepung ikan. Tahapan penelitian mencakup derteminasi hewan, pengumpulan sampel, pengolahan sampel, uji organoleptis, analisis kualitatif, analisis kuantitatif dan analisis data seacara independent t-test menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan zat besi yang di analisis dengan ICP-MS lebih akurat dan dapat dijadikan acuan utama dalam penentuan kadar zat dalam smpel tepung ikan baunga. Hasil spektrofotometri UV-Vis tetap dapat digunakan sebagai data pendukung.