Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.528 item publik

Publikasi

Halaman 28 dari 127

Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Klinik Kimia Farma Sutomo Samarinda

WIDYA FIANY
2024 · Book · Open Access

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian di dunia karena berisiko tinggi terhadap kesakitan dan kematian. Prevalensi ISPA di Indonesia mencapai 25% dengan insidensi berada pada rentang 17,5%- 41,4%. Salah satu tatalaksana untuk mengobati penyakit ISPA yaitu dengan memberikan antibiotik. Pada saat pemberian obat antibiotik diperlukan perhatian dalam penggunaannya, namun saat ini masih banyak ditemukan permasalahan dalam pemberian antibiotik, salah satunya penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Per tahun 2019, terdapat sekitar 17,1-19,8% pemberian antibiotik yang tidak rasional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penggunaan antibiotik yang tepat pada pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Klinik Kimia Farma Sutomo Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian restrospektif dengan pengumpulan data yang dilakukan secara sekunder. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang didiagnosis ISPA dan diberikan pengobatan antibiotik di Klinik Kimia Farma Sutomo Samarinda periode Oktober – Desember 2023. Teknik pengambilan sampel adalah non-probability sampling. Analisis data akan dilakukan secara deskriptif. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien ISPA terdiri dari Amoxicillin 500 mg sebanyak 124 (67,8%), diikuti oleh Cefadroxil 500 mg sebanyak 28 (15,3%), Cefixime 100 mg dan Clindamycin masing-masing sebanyak 11 (6%), Ciprofloxacin 500 mg sebanyak 6 (3,3%). Cotrimoxazole 480 mg, Chloramphenicol 1% ear drop, dan Ofloxacin ear drop masing-masing diberikan pada 1 pasien (0,6%). Analisa mengenai evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien ISPA terdiri atas tepat indikasi yaitu sebanyak 86,6%, tepat obat sebanyak 100%, tepat pasien sebanyak 100%, dan tepat dosis sebanyak 80,3%.

STUDI ETNOFARMASI PENGGUNAAN TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL SUKU DAYAK BAHAU DI DESA UJOH BILANG KECAMATAN LONG BAGUN KABUPATEN MAHAKAM ULU

MONICA DEVITA MEIDY
2024 · Book · Open Access

Penggunaan obat dan cara pengobatan tradisional menggunakan bahan alam dari suatu etnis merupakan bagian dalam bidang etnofarmasi, obat tradisional yang ada di Indonesia merupakan warisan budaya negara, baik yang tumbuh liar atau yang ditanam sendiri perlu teliti, digali dan dikembangkan untuk dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat dalam bidang kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan apa saja yang digunakan, cara memperolah, cara pengolahan dan bagain tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat suku Dayak Bahau Desa di Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif menggunakan teknik Snowball sampling. Objek penelitian yang digunakan adalah semua jenis tumbuhan berkhasiat obat yang dimanfaatkan dan digunakan oleh Masyarakat suku Dayak Bahau di Desa Ujoh Bilang. Wawancara dilakukan secara semi struktur menggunakan tipe pertanyaan open-ended. Penelitian kuantitatif dianalisis menggunakan analisis data Use Value (UV), Informant Concensus Factor (ICF) dan Fidelity Level (FL). Variabel bebas pada penelitian ini adalah pengetahuan tentang tumuhan obat. Variabel terikat pada penelitian ini adalah manfaatan tumbuhan obat yang digunakan oleh suku Dayak Bahau di Desa Ujoh Bilang. Hasil penelitian menunjukan 8 informan dengan wawancara, didapatkan 32 jenis tumbuhan obat. Bagian tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat suku Dayak Bahau di desa Ujoh Bilang yaitu bunga, buah, akar, rimpang, batang dan bagian terbanyak adalah daun dengan presentase sebesar 62,50% (20 jenis tumbuhan). Cara pengolah tumbuhan obat yang umum digunakan oleh masyarakat suku Dayak Bahau adalah direbus sebanyak 46,88% (15 jenis tumbuhan) dan cara penggunaan tumbuhan obat terbanyak yaitu diminum 84,38% (27 jenis tumbuhan). Nilai Uv tertinggi terdapat pada tumbuhan akar kuning, brotowali, pasak bumi, temulawak dan bajakah. Nilai ICF tertinggi terdapat pada kategori penyakit infeksi mikroorganisme dan neolplasia. Tumbuhan yang memiliki nilai FL tertinggi adalah akar kuning (100%) dan brotowali (87,5%).

Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium Polyanthum)

YENI EKA PURWANTI
2024 · Book · Open Access

Tanaman salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai obat yang telah di manfaatkan secara turun temurun sebagai obat tradisional oleh masyarakat. Bagian tanaman salam yang banyak dimanfaatkan ialah daun. Daun salam mempunyai khasiat mengobati kolesterol, diabetes, diare dan hipertensi. Tanaman salam memiliki senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Kandungan bahan aktif yang terdapat pada tanaman dipengaruhi oleh proses pengeringan bahan baku simplisia. Metode pengeringan yang tepat diperlukan agar memperoleh simplisia daun salam yang baik sehingga diharapkan simplisia tidak mudah rusak selama penyimpanan dan ekstrak yang dihasilkan memiliki kadar flavonoid yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode pengeringan simplisia terhadap kadar flavonoid ekstrak etanol daun salam. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Tahapan penelitian ini dimulai dari determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia dengan perbedaan metode pengeringan yaitu pengeringan dengan sinar matahari langsung, kering angin, dan oven suhu 50°C, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, skrining fitokimia, dan uji kadar flavonoid ekstrak etanol daun salam menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Perbandingan metode pengeringan dianalisis dengan statistik uji one way ANOVA untuk mengetahui perbedaan jumlah kadar flavonoid ketiga metode pengeringan. Hasil kadar flavonoid ekstrak daun salam pada pengeringan menggunakan matahari tidak langsung (dilapisi kain hitam) sebesar 2,3034% ± 0,085, pengeringan dengan kering angin sebesar 1,5711% ± 0,032 dan pengeringan menggunakan oven dengan suhu 50°C sebesar 2,7190% ± 0,078. Analisis data statistik kadar flavonoid menggunakan uji one way ANOVA dengan sig 0,05 dan didapatkan sig 0,000 yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara metode pengeringan matahari, kering angina dan oven. Nilai kadar flavonoid menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada kadar flavonoid ekstrak daun salam dengan perbedaan cara pengeringan.nilai kadar flavonoid tertinggi terdapat pda ektrak etanol daun salam dengan metode pengeringan oven suhu 50°C sebesar 2,7190% ± 0,078.

STUDI ANALISIS INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KUDUNGGA SANGATTA KUTAI TIMUR

ZULFIA TITA ADHARANI
2024 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan salah satu dari 10 penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian tertinggi yang ditandai dengan nilai tekanan darah yang melebihi batas normalnya. Pada terapi pengobatan hipertensi umumnya dengan menggunakan monoterapi atau kombinasi terapi obat yang dapat memungkinkan terjadinya interaksi obat. Interaksi obat merupakan terdapatnya dua atau lebih obat yang diberikan secara bersamaan yang dapat memberikan efek masing-masing obat. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis obat antihipertensi yang menyebabkan interaksi obat. Jenis penelitian yang dilakukan secara deskriptif non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif. Objek yang diteliti adalah data interaksi obat antihipertensi yang diperoleh berdasarkan hasil rekam medis pasien hipertensi rawat jalan. Sampel penelitian ini adalah data rekam medis pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Kudungga Sangatta Kutai Timur periode bulan Januari-Juni tahun 2023. Data yang telah diidentifikasi selanjutnya diolah untuk mengetahui interaksi obat antihipertensi. Peninjauan data menggunakan situs drugs.com untuk mengetahui interaksi obat yang terjadi serta analisis data dengan menggunakan aplikasi Microsoft excel. Penelitian ini memaparkan persentase dalam bentuk tabel hasil dari data interaksi obat dengan kategori yang telah didapatkan. Hasil penelitian yang diperoleh obat antihipertensi yang menyebabkan interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan minor 2 kasus (2%), moderate 58 kasus (48%) dan mayor 17 kasus (14%). Berdasarkan mekanisme interaksi obat farmakodinamik sejumlah 44 kasus (59%) dan farmakokinetik sejumlah 30 kasus (41%). Obat antihipertensi yang mengalami interaksi terbanyak adalah penggunaan obat amlodipin dan bisoprolol sebanyak 17 kasus (30%) dengan tingkat keparahan interaksi obat moderate.

PENENTUAN AKTIIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria) BERDASARKAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT

SALSABIL DEA SAFITRI
2024 · Book · Open Access

Paparan sinar matahari memiliki efek negatif pada kulit manusia, oleh karena itu salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai tabir surya adalah rimpang temu putih (Curcuma zedoaria). Temu putih mengandung senyawa antioksidan, kurkuminoid, flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, fenolik, triterpenoid, steroid dan glikosida. Salah satunya fenolik mempunyai gugus kromofor yang merupakan sistem aromatik terkonjugasi yang memiliki kemampuan untuk menyerap sinar ultraviolet. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai SPF ekstrak temu putih dengan variasi konsentrasi etanol 30%, 50%, dan 70%. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling yaitu pada rimpang temu putih dengan umur 9-11 bulan. Tahapan penelitian ini dimulai dengan determinasi tanaman, pengumpulan rimpang temu putih dan pembuatan simplisia yang dilakukan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional di TawangMangu, Karang Anyar, Jawa Tengah. Tahapan selanjutnya penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak dengan variasi konsentrasi etanol 30%, 50%, dan 70%, penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan penentuan aktivitas tabir surya menggunakan spektrofotometri secara in vitro dilakukan di Laboratorium Biologi Farmasi dan Laboratorium Kimia Analisis Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda. Analisis data yang digunakan dengan metode SPPS IBM 25 dengan taraf kepecayaan 95%. Hasil penelitian diperoleh ekstrak temu putih dengan variasi konsentrasi etanol 30%,50% dan 70% nilai SPF etanol 30% sebesar 14,14± 0,0652 (rendah) dan etanol 70% 33,65 ± 0,9517 (tinggi). Analisis data statistik ekstrak temu putih menggunakan uji Kruskal-wallis dan didapatkan nilai Asymp.sig. 0,05.

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Temu Putih (Curcuma zedoaria) Dengan Variasi Konsentrasi Pelarut Etanol Menggunakan Metode ABTS (2,2-azinobis-(3-etilbenzotiazolin-6-asam sulfonat)

NURFADILLA
2024 · Book · Open Access

Temu putih (Curcuma zedoaria) merupakan salah satu tanaman yang termasuk dalam famili Zingiberaceae, dengan genus curcuma yang banyak ditemukan di India dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Temu putih memiliki sifat antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Perbedaan konsentrasi pelarut dapat mempengaruhi kelarutan senyawa bioaktif dan aktivitas farmakologi suatu ekstrak. Konsentrasi pelarut etanol divariasikan untuk mengetahui konsentrasi pelarut yang menghasilkan ekstrak temu putih dengan aktivitas antioksidan tertinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol temu putih dengan variasi konsentrasi pelarut etanol (70%, 50%, 30%) menggunakan metode ABTS. Penelitian ini melalui beberapa tahapan yang dimulai dengan determinasi tanaman, penyiapan simplisia, penetapan susut pengeringan, skrining fitokimia, pembuatan ekstrak etanol (70%, 50%, 30%) temu putih menggunakan metode maserasi, penetapan kadar air, pengujian antioksidan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dengan metode ABTS dan vitamin C (pembanding). Hasil penetapan susut pengeringan sebesar 11,17%. Hasil skrining fitokimia simplisia temu putih menunjukkan adanya kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Hasil rendemen dan kadar air ekstrak etanol (70%, 50%, 30%) berturut-turut adalah rendemen (32,30%, 23,66%, 19,27%), kadar air (13,90%, 18,69%, 12,70%). Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol (70%, 50%, 30%) temu putih diperoleh nilai IC50 berturut-turut sebesar 4,54, 6,98, 16,86 ppm, dan vitamin C (pembanding) 0,68 ppm, sehingga semua ekstrak temu putih termasuk dalam kategori antioksidan yang sangat kuat. Aktivitas antioksidan yang paling tinggi terdapat pada ekstrak etanol 70% temu putih.

KARAKTERISASI DAN ANALISIS VITAMIN C DALAM TEH KOMBUCHA BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) DENGAN VARIASI LAMA FERMENTASI

ALWAN DARWISSY ANNAZA
2024 · Book · Open Access

Biji alpukat mengandung beberapa mineral dan vitamin C, biji ini dapat difermentasi menjadi teh dengan kultur kombucha yaitu SCOBY (Symbiotic Cultures of Bacteria and Yeats). Lama fermentasi akan berdampak pada kandungan vitamin C yang ada dalam teh. Biji alpukat mengandung senyawa fenolik, flavonoid, dan tanin serta memiliki aktivitas farmakologi sebagai antihiperglikemik, antikanker, antiinflamasi, antihiperkolesterolemia, antioksidan, antimikroba, dan antineurogeneratif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan kandungan vitamin C berdasarkan variasi lama waktu fermentasi dari teh kombucha biji alpukat. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dan menggunakan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan variasi lama fermentasi lteh kombucha. Variabel bebas penelitian ini adalah lama waktu fermentasi (1, 3, 5, 7, 9, dan 11 hari), variabel terikatnya adalah karakteristik organoleptik, berat selulosa SCOBY, pH, kandungan vitamin C dalam teh kombucha, dan variabel kontrol penelitian ini adalah suhu media, konsentrasi gula, konsentrasi teh, dan SCOBY. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pengolahan simplisia, pembuatan teh kombucha berdasarkan variasi lama waktu fermentasi, uji karakteristik, analisis kualitatif dan kuantitatif vitamin C, dan analisis data menggunakan SPSS IBM 25 dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian diperoleh kadar vitamin C teh kombucha biji alpukat dengan lama fermentasi 1 hari sebesar 0,4628 ± 0,0099%, lama fermentasi 3 hari sebesar 0,4740 ± 0,0059%, lama fermentasi 5 hari sebesar 0,5081 ± 0,0118%, lama fermentasi 7 hari sebesar 0,6439 ± 0,0148%, lama fermentasi 9 hari sebesar 0,7048 ± 0,0255% dan lama fermentasi 11 hari sebesar 0,6216 ± 0,0411%. Analisis data statistik kadar vitamin C menggunakan uji One Way ANOVA dengan p0,05 dan didapatkan nilai signifikansi 0,0000 yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara keenam lama fermentasi. Nilai kadar vitamin C tertinggi terdapat pada teh kombucha biji alpukat dengan lama fermentasi 9 hari dengan kadar vitamin C sebesar 0,7048 ± 0,0255%.

PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) BERDASARKAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT ETANOL

SULLY MARGARETA
2024 · Book · Open Access

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) saat ini semakin populer di Indonesia karena dikenal mempunyai berbagai manfaat kesehatan, bunga telang menjadi sebagai sumber flavonoid. Konsentrasi pelarut yang digunakan sebagai cairan penyari dapat berpengaruh terhadap kadar senyawa aktif yang terkandung dalam ekstrak bahan alam. Flavonoid adalah salah satu kandungan senyawa yang dimiliki ekstrak bunga telang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar flavonoid ekstrak bunga telang berdasarkan variasi konsentrasi pelarut etanol yaitu 50, 70 dan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai susut pengeringan simplisia bunga telang sebesar 7,12 ± 1,89%. Hasil skrining semua ekstrak menunjukkan terdapat senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Data lain yang diperoleh meliputi rendemen, kadar air, dan kadar flavonoid pada tiga variasi konsentrasi pelarut etanol yaitu 50%, 70% dan 95%. Data rendemen yang diperoleh berturut-turut sebesar 57,14%, 54,08%, dan 40,72%. Sedangkan pada penetapan kadar air berturut-turut sebesar 9,44 ± 2,17%, 8,99 ± 2,12%, dan 7,75 ± 1,97%. Hasil penetapan kadar flavonoid ekstrak etanol bunga telang berdasarkan variasi konsentrasi pelarut etanol, diperoleh kadar tertinggi pada etanol 95% (1,2939 ± 0,0880 %), etanol 70% (0,6958 ± 0,0573%), dan etanol 50% (0,5811% ± 0,0142%). Hasil analisis statistika pada uji ANOVA menunjukan bahwa ada perbedaan rata-rata yang signifikan pada tiga kelompok data.

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKTRAK ETANOL BIJI BUAH NYIRIH (Xylocarpus granatum) DENGAN METODE DPPH SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

MUTMAINNA TAMRIN
2024 · Book · Open Access

Tumbuhan nyirih (Xylocarpus granatum) merupakan salah satu jenis mangrove yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun sebagai obat tradisional oleh masyarakat pesisir untuk mengobati diare, kolera dan pembersih luka, serta mengandung metabolit sekunder berupa flavonoid. Senyawa flavonoid merupakan kelompok polifenol yang memiliki potensi sebagai antioksidan yang dapat meredam radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol biji buah nyirih. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian non-eksperimental, tahapan penelitian ini dimulai dari determinasi tumbuhan dan pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi dengan etanol 70%, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH sebagai radikal bebas yang diukur menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 520 nm. Hasil penelitian yang diperoleh, ekstrak etanol biji buah nyirih positif mengandung metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol biji buah nyirih diperoleh nilai IC50 sebesar 8,2729 ppm dengan kategori antioksidan sangat kuat.

Karakterisasi dan Skrining Fitokimia Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.)

BEBIE AYU RISMAYUTI
2024 · Book · Open Access

Bahan baku obat tradisional harus memenuhi persyaratan mutu sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Karakterisasi merupakan langkah untuk mengetahui mutu dari suatu ekstrak bahan alam, yang meliputi parameter spesifik, parameter non spesifik, dan skrining fitokimia. Skrining fitokimia merupakan langkah awal untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik spesifik dan non spesifik dan senyawa metabolit sekunder ekstrak bunga telang. Penelitian yang dilakukan bersifat non eksperimental. Objek yang diteliti adalah karakterisasi dan skrining fitokimia ekstrak etanol bunga telang. Variabel bebas, pada penelitian ini adalah ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.). Variabel terikat adalah karakteristik yang meliputi organoleptik, kadar sari larut dalam air, kadar sari larut dalam etanol, kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam dan kadar abu larut dalam air serta golongan senyawa kimia metabolit sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif.

Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Favipiravir Pada Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda Tahun 2022

YASON LUKIUS
2024 · Book · Open Access

COVID-19 penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2), pertama kali muncul pada 12 Desember 2019 di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Hingga saat ini berbagai jenis obat digunakan dalam pengobatan COVID-19 salah satu diantaranya adalah Favipiravir. Untuk menilai kerasionalan penggunaan Favipiravir pada pasien COVID-19, evaluasi penggunaan obat dapat digunakan sebagai alat untuk menjamin obat yang digunakan sesuai indikasi, efektif, aman, dan terjangkau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien COVID-19 berdasarkan usia, jenis kelamin, komorbid dan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan Favipiravir pada pasien COVID-19 di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda pada tahun 2022 berdasarkan kriteria tepat pasien, tepat diagnosis, tepat obat, tepat dosis, tepat interval waktu pemberian, tepat lama pemberian, dan waspada efek samping obat. Penelitian ini merupakan penelitian secara non-eksperimental yang dilakukan dengan observasional deskriptif, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode total sampling secara retrospektif berdasarkan pada data rekam medis pasien COVID-19 di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda pada tahun 2022. Karakteristik pasien COVID-19 pada penelitian ini sebanyak 60% berusia 26-45 tahun, dengan dominasi pasien berjenis kelamin perempuan sebesar 72%, dan komorbid terbanyak adalah diabetes melitus yaitu sebesar 7%. Untuk menentukan rasionalitas penggunaan Favipiravir dilakukan dengan menggunakan literatur Informatorium Obat COVID-19 di Indonesia Edisi 4, dengan hasil tepat pasien`(100%), tepat diagnosis (100%), tepat obat (100%), tepat dosis (83%), tepat interval waktu pemberian (100%), tepat lama pemberia (100%), dan waspada efek samping obat (100%).

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack) R. M.Sm.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Sp.

DIVYA MIRANTI
2023 · Book · Open Access

Senyawa antibakteri merupakan senyawa kimiawi atau biologis baik alami maupun sintetik yang dapat menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri. Bunga kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) mempunyai aktivitas efektif terhadap antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar ekstrak etanol bunga kecombrang asal desa Pampang (100-500 mdpl), Kalimantan timur yang optimal dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Dengan objek yang diteliti yaitu, zona hambat ekstrak bunga kecombrang terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode sumuran dengan konsentrasi ekstrak 10%, 20%, 40%, 60% dan kontrol positif kloramfenikol, dianalisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil pada penelitian ini adalah ekstrak etanol 96% bunga kecombrang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi optimal 60% memiliki daya hambat kategori sedang yaitu 5,933 mm.

Telaah Kelengkapan Administratif, Farmasetik Dan Klinis Resep Poli Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahrani Samarinda Tahun 2022.

CHRISTINA EMILIA
2023 · Book · Open Access

Resep adalah suatu permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi atau dokter hewan kepada apoteker untuk membuatkan obat dalam bentuk sediaan tertentu dan menyerahkannya kepada pasien. Penulisan resep harus ditulis degan jelas, lengkap dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Resep yang ditulis tidak jelas akan menimbulkan terjadinya kesalahan saat peracikan, penyiapan obat dan penggunaan obat yang diresepkan. Kelengkapan resep meliputi administrasi, farmasetik dan klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan resep pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahrani Samarinda pada tahun 2022 sesuai dengan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit Tahun 2019. Metode penelitian yaitu secara observasional yang bersifat dekskriptif dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Objek dalam penelitian ini adalah kelengkapan dan kejelasan resep pasien di RSUD Abdul Wahab Sjahrani tahun 2022. Sampel yang digunakan adalah resep pasien poli rawat jalan yang masuk ke RSUD Abdul Wahab Sjahrani pada tahun 2022 dengan teknik sampling yaitu simpel random sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan dihitung dalam besaran persentase sehingga menghasilkan angka persentase kelengkapan dan kejelasan resep pada kajian administratif, farmasetik dan klinis.

Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kadar Fenolik Ekstrak Etanol Kulit Buah Limpasu Limpasu (Baccaurea Lanceolata) Menggunakan Spektrofotometri UV-vis

ANDIKA PERMANA PUTRA
2023 · Book · Open Access

Limpasu merupakan salah satu spesies tumbuhan yang banyak ditemukan di Kalimantan Selatan yang mempunyai data empiris sebagai tanaman obat. Ekstrak kulit limpasu mengandung senyawa metabolit sekunder, salah satunya adalah senyawa fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap kadar fenolik ekstrak etanol kulit buah limpasu (Baccaurea lanceolata). Penelitian dilakukan secara eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi sampel, pengambilan sampel, pembuatan simplisia menggunakan pengeringan matahari dan pengeringan oven pada suhu 50°C, ekstrasi secara maserasi, penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan penetapan kadar fenolik menggunakan perbandingan asam galat dengan konsentrasi 12,5 25; 50; 100; dan 200 ppm. Nilai absorbansi diukur menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang dianalisis secara deskriptif.

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Biji Markisa Ungu (Passiflora edulis var. edulis) Dengan Metode DPPH (2,2 diphenyl-1-picrylhydrazyl)

WELLEN MEILIANA WARANG GAMAS
2023 · Book · Open Access

High exposure to free radicals on the skin can cause damage to skin cells or tissues. Damage to cells or tissues in the skin will result in the skin being susceptible to diseases such as autoimmunity, skin cancer, and premature aging. Antioxidants function to protect the body from free radicals, both internally and externally. The part of the body that is often exposed to free radicals externally is the skin, such as ultraviolet radiation and cigarette smoke. One of the plants that has the potential for antioxidant compounds is the seeds of passion fruit. Purple passion fruit seed extract contains flavonoids, tannins, saponins and triterpenoids which are secondary metabolites. The research method included sample preparation,determination, simplicia manufacture, sample extraction using methanol solvent, thickening process by maceration process, phytochemical screening, and testing of antioxidant activity using the DPPH (2,2diphenyl-1-picrylhydrazyl) method by UV-Vis spectrophotometry.

Pengaruh metode pengeringan pada fraksi etil asetat dan n-heksan terhadap kadar fenolik total ekstrak biji buah alpukat (Persea americana Mill.)

FADHILAH RAHMAN
2023 · Book · Open Access

Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki aneka tanaman hortikultura seperti sayuran dan buah – buahan salah satunya adalah buah alpukat yang permintaanya meningkat setiap tahunnya. Buah alpukat merupakan buah yang termasuk paling sering dikonsumsi. Masyarakat memanfaatkan pada buahnya saja sedangkan bagian lainnya seperti bijinya kurang dimanfaatkan. Pengeringan menggunakan oven dapat menghasilkan berat kering konstan lebih cepat, yang dipengaruhi oleh suhu yang digunakan sehingga dapat meningkatkan biaya produksi sedangkan pengeringan dengan sinar matahari dapat memberikan keuntungan dari segi biaya produksi yang murah dengan waktu yang singkat namun sinar matahari dapat mendegradasi senyawa fitokimia yang terkandung dalam simplisia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perlakuan pengeringan matahari langsung dan pengeringan oven serta menguji kadar fenolik total dengan fraksi etil asetat dan n-heksan biji buah alpukat (Persea americana Mill.). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Tahapan penelitian ini meliputi determinasi sampel, pengambilan sampel, pembuatan simplisia dengan cara pengeringan alami secara matahari langsung dan pengeringan buatan dengan oven pada suhu 60oC, ekstraksi secara maserasi, fraksinasi dengan etil asetat dan n-heksan, skrining fitokimia, dan penetapan kadar fenolik total secara spektrofotometri UV-Vis. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif berupa data kualitatif dan kuantitatif.

Analisis persepsi orang tua terhadap pencegahan stunting siswa sekolah dasar negeri 005 di samarinda seberang

REGINA GUSTI CAHYANI FACHSI
2023 · Book · Open Access

Stunting adalah suatu kondisi dimana anak mempunyai tinggi badan lebih pendek dibandingkan dengan tinggi badan orang seumuran pada umumnya. Kurang gizi dan multivitamin dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak. Status gizi pada anak dipengaruhi oleh faktor asupan makanan,multivitamin, pendapatan, pendidikan, dan pola asuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan persepsi orang tua SDN 005 Samarinda Seberang terhadap pencegahan Stunting. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode cross sectional yaitu rancangan penelitian dengan melakukan pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu. Data diambil menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji korelasi spearman rank.

Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata) Berdasarkan Perbedaan Metode Ekstraksi

MA'RIFATUL AWALIAH
2023 · Book · Open Access

Buah labu kuning merupakan tanaman yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia, tetapi kulit dari buah labu kuning jarang dimanfaatkan bahkan dianggap limbah yang tidak terpakai. Di sisi lain, kulit labu kaya akan metabolit sekunder seperti kandungan flavonoid, alkaloid, saponin dan terpenoid. Bahkan kulit buah labu kuning juga memiliki aktivitas antioksidan yang termasuk kategori kuat. Kandungan senyawa aktif dalam tumbuhan dapat dipisahkan dengan cara ekstraksi. Metode ekstraksi yang digunakan akan berpengaruh terhadap senyawa aktif yang diperoleh, sehingga dapat mempengaruhi aktivitas farmakologinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak kulit labu kuning berdasarkan perbedaan metode ekstraksi maserasi dan refluks. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental melalui beberapa tahapan dimulai dari determinasi tanaman, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi dan refluks, uji aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometer dengan metode DPPH (2,2 Difenil-1-Pikrihidrazil). Analisis data yang digunakan berupa data deskriptif yang diperoleh dari pengamatan langsung dan diolah dalam bentuk tabel, grafik, dan narasi agar dapat dipaparkan secara baik dan diinterpretasikan secara mudah.

Pengaruh Suhu Pengeringan Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Akar Alang-Alang (Imperata cylindrica L.) Dengan Metode DPPH (1,1-Difenil-2- pikrihidrazil)

HANNA RAHIMMANUELIA
2023 · Book · Open Access

Alang-alang (Imperata cylindrica L. ) merupakan tumbuhan liar yang dapat tumbuh di daerah kering, digunakan oleh masyarakat sebagai tumbuhan berkhasiat obat. Tumbuhan ini memiliki banyak sekali potensi terapeutik termasuk aktivitas antioksidan. Pengeringan merupakan tahapan terpenting dalam menjaga kestabilan senyawa pada simplisia dan sangat berpengaruh untuk menghasilkan kualitas bahan yang baik dalam aktivitas antiokidan yang terkandung dalam simplisia. Antioksidan merupakan zat penghambat reaksi oksidasi akibat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengeringan terhadap konsentrasi aktivitas antioksidan dari akar alang-alang. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Objek yang diteliti adalah aktivitas antioksidan ekstrak etanol akar alang-alang. Tahapan penelitian dimulai dari pengumpulan sampel, determinasi dan pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrihidrazil) secara spektofotomeri UV-Vis. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik menggunakan SPSS.

Uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol daging buah pare (Momordica chanrantia L.) Dengan Menggunakan Metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil).

NORSYIFA
2023 · Book · Open Access

Buah pare (Momordica charantia L.) adalah salah satu tanaman yang penyebarannya cukup luas di Indonesia dan sangat mudah ditemukan, seagian besar masyarakat juga meyakini bahwa buah pare yang pahit ini banyak manfaatnya untuk mengobati segala macam penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya aktivitas antioksidan dari ekstrak daging buah pare. Kandungan dari ekstrak metanol daging buah pare mengandung flavonoid, saponin, dan terpenoid. Salah satu kandungan didalam daging buah pare yang berfungsi sebagai antioksidan adalah flavonoid Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Tahap penelitian meliputi pengumpulan sampel, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol, penentuan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1 difenil-2-pikrilhidrazil) dan sebagai pembanding digunakan Vitamin C secara spektrofotometri UV – Vis. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan niai IC50 yaitu konsentrasi ekstrak yang mampu menghambat aktivitas suatu radikal bebas 50 %. Hasil rendemen ekstrak daging buah pare diperoleh sebanyak 6,08%. Sedangkan hasil dari aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC50 ekstrak metanol daging buah pare termasuk dalam kategori sangat lemah yaitu sebesar 512,0606 ppm dan Vitamin C sebagai pembanding termasuk dalam kategori sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 17,9956 ppm.