Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.528 item publik

Publikasi

Halaman 30 dari 127

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata Duch.) Terhadap Bakteri Escherichia coli Berdasarkan Variasi Konsentrasi Pelarut

MUHAMMAD YOGI
2023 · Book · Open Access

Aktivitas farmakologi senyawa aktif bahan alam dapat dipengaruhi oleh konsentrasi pelarut saat ekstraksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi pelarut etanol terhadap aktivitas antibakteri Escherichia coli. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang bersifat eksperimental, tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pengolahan simplisia, ekstraksi secara maserasi dengan varisi konsentrasi pelarut etanol, skrining fitokimia, penetapan kadar air dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi ekstrak 2,5%, 5%, 7,5%, 10% dan 12,5. Kontrol positif berupa kloramfenikol 0,1% dan kontrol negatif larutan DMSO 1%. Analisis data berupa deskriptif dan statistik inferensial berupa diameter zona hambat yang terbentuk diskitar cakram, selanjutnya dianalisis menggunakan Anova

Uji Antikolesterol Ekstrak Etanol Daun Sembung (Blumea Balsamifera L) Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Secara In-Vitro

SRI RAHMAWATI
2023 · Book · Open Access

Peningkatan kolesterol yang disebabkan oleh pola makan yang buruk dapat mengakibatkan terjadinya hiperkolesterolemia yaitu penyakit jantung iskemik dan stroke. Penurunan kadar kolesterol dapat dibantu dengan terapi non farmakologi yaitu herbal salah satunya adalah penggunaan daun sembung. Bagian daun tanaman sembung secara empiris telah digunakan oleh masyarakat dengan cara ekstraksi atau infusa menjadi jamu yang bernanfaat sebagai minuman fungsional yang memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti minyak atsiri, tanin, sterol, flavonoid dan sesquiterpen yang memiliki potensi sebagai antikolesterol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antikolesterol ekstrak etanol daun sembung (Blumea balsamifera L.) secara in-vitro. Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental menggunakan pereaksi Liebermann-Burchard dengan seri konsentrasi 100; 200; 300; 400; dan 500 ppm. Analisis data dilakukan secara deskriptif yang diperoleh dari pengamatan langsung untuk menentukan nilai absorbansi dari masing-masing konsentrasi untuk selanjutnya diolah data dalam bentuk tabel, grafik dan narasi.

Pengaruh Variasi Konsentrasi DPPH Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Paku Resam (Gleicheniar linearis)

ARDANI
2023 · Book · Open Access

Tumbuhan paku resam mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh yang berlanjut kepada penyakit kronis seperti kanker, arthritis dan diabetes. Antioksidan merupakan suatu zat yang memiliki kemampuan untuk memperlambat proses oksidasi yang disebabkan radikal bebas. Pengujian antioksidan dapat dilakukan menggunakan metode DPPH (1,1 difenil-2- pikrilhidrazil) dengan berbagai konsentrasi, antara lain 40-80 ppm. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun paku resam (Dicranopteris linearis) berdasarkan nilai IC50 menggunakan variasi konsentrasi DPPH. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel daun paku resam, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, dilanjutkan dengan skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan menggunakan variasi konsentrasi DPPH secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV- Vis. Variabel bebas penelitian ini ialah variasi konsentrasi DPPH. Variabel terikat penelitian ini ialah aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun Paku Resam (Dicranopteris linearis). Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang dianalisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Deskriptif merupakan upaya untuk menampilkan data agar data tersebut dipaparkan secara baik dan dapat dipahami dengan mudah.

PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH LIMPASU (Baccaurrea lanceolata) BERDASARKAN PERBEDAAN CARA PENGERINGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

SA'DIAH MULIAWATI
2023 · Book · Open Access

ABSTRAK Nama :Sa’diah Muliawati Program studi :Sarjana Farmasi Judul skripsi :Penetapan Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Kulit Buah Limpasu (Baccaurea lanceolata) Berdasarkan Perbedaan Cara Pengeringan Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis. Pembimbing : 1. apt. Supomo, M.Si. 2. apt. Fitri Handayani, M.Si. Flavonoid merupakan salah satu metabolit sekunder yang telah diketahui dapat memberikan efek farmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid pada ekstrak etanol kulit buah limpasu (Baccaurrea lanceolata) berdasarkan perbedaan cara pengeringan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Tahapan penelitian ini meliputi: pengumpulan sampel, determinasi, pembuatan simplisia menggunakan metode pengeringan sinar matahari dan oven, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, dan penetapan kadar flavonoid. Ekstrak etanol kulit buah limpasu menggunakan perbandingan kuersetin konsetrasi 100 ppm dengan seri konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm. Nilai absorbansi diukur dengan Spektrofotometri UV- Vis. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif yang diperoleh dari pengamatan langsung untuk menilai absorbansi dari masing-masing konsentrasi untuk diolah data dalam bentuk tabel, grafik dan narasi. Hasil penelitian pada P. oven ekstrak etanol kulit buah limpasu memiliki kadar flavonoid sebanyak 1,1075± 0,0746 dan P. matahari ekstrak etanol kulit buah limpasu memiliki kadar flavonoid sebanyak 1,4438± 0,0274. pengeringan matahari memberikan hasil kadar flavonoid yang lebih tinggi di bandingkan pengeringan oven.

FORMULASI SEDIAAN KRIM LEMAK TENGKAWANG (Shorea mecystopteryx) SEBAGAI TABIR SURYA

YULIANA
2023 · Book · Open Access

Tabir surya dapat menyerap, menghamburkan atau memantulkan sinar UV (ultraviolet) yang mengenai kulit, sehingga dapat digunakan untuk melindungi struktur kulit manusia dari bahayanya sinar UV. Salah satu kandungan bahan yang dapat berfungsi sebagai tabir surya adalah senyawa flavonoid. Salah satu bahan alam yang mengandung flavonoid adalah lemak tengkawang. Lemak tengkawang adalah lemak nabati hasil ekstraksi biji tanaman tengkawang yang termasuk dalam famili Dipterocarpaceae yang mengandung senyawa terpenoid, flavonoid, arilpropanoid dan turunan asam galat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi lemak tengkawang sebagai sediaan krim tabir surya dan berapakah nilai SPF dari sediaan krim lemak tengkawang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Konsentrasi lemak tengkawang pada penelitian ini 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi yang dilakukan pada penelitian sediaan krim ini meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, tipe krim, dan nilai SPF. Hasil dianalisis secara deskriptif yaitu upaya menampilkan data dalam bentuk tampilan yang mudah terbaca secara lengkap. Kata kunci: lemak tengkawang (Shorea mecystopteryx), krim, tabir surya, SPF

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Shigella dysentriae.

ANDRA ADITYA IHSAN
2023 · Book · Open Access

Penyakit infeksi bakteri masih menjadi masalah serius di Indonesia, diantaranya adalah bakteri Staphylococcus aureus yang menyebabkan infeksi kulit dan bakteri Shigella dysenteriae yang menyebabkan diare disentri. Tumbuhan jambu biji (Psidium guajava L.) khususnya bagian daun memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun jambu biji terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Shigella dysentriae. Penelitian ini dilakukan dengan mengekstraksi daun jambu biji menggunakan etanol 95% dengan metode maserasi, kemudian ekstrak yang diperoleh dibuat beberapa konsentrasi yaitu 5%, 10% dan 15% dengan kontrol positif klindamisin 0,25% dan kontrol negatif DMSO 1%. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik dengan metode uji ANOVA. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jambu biji memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Shigella dysentriae yang ditandai dengan adanya zona hambat. Pada bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 5% diperoleh zona hambat 7,5±0,5 mm, pada konsentrasi 10% diperoleh zona hambat 9±0,5 mm, konsentrasi 15% diperoleh zona hambat 10,6±0,28 mm, kontrol positif klindamisin diperoleh zona hambat sebesar 15,56±0,35 mm dan pada bakteri Shigella dysentriae pada konsentrasi 5% diperoleh zona hambat 8,5±0,5 mm, konsentrasi 10% diperoleh zona hambat 10,6±0,57 mm, konsentrasi 15% diperoleh zona hambat 12,5±0,5 mm, sedangkan kontrol positif klindamisin diperoleh zona hambat sebesar 17,93±0,37 mm, dan kontrol negatif DMSO tidak diperoleh zona hambat. Hasil uji statistik ANOVA diperoleh data uji normalitas berdistribusi normal (>0,05) dan uji homogenitas diperoleh data yang homogen yaitu (>0,05).

Evaluasi Tingkat Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus Terhadap Penggunaan Obat Antidiabetik di Puskesmas

NURHAYATI PUTRIAJULI SALSYABRINA
2023 · Book · Open Access

​Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian nomor 3 di Indonesia setelah stroke dan jantung koroner. Evaluasi penggunaan obat dilakukan untuk menjamin penggunaan obat yang rasional sehingga mendapat keberhasilan terapi dalam menjalani pengobatan dan mengurangi efek samping yang tidak diinginkan. Kepatuhan pasien DM dalam penggunaan obat antidiabetik menjadi faktor penting agar gula darah pasien dapat terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetik pada pasien DM di Puskesmas Kaliorang. Objek pada penelitian ini adalah pasien DM yang menjalani pengobatan di Puskesmas Kaliorang. Penelitian dilakukan secara observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner kepatuhan MMAS-8. Data yang diperoleh di analisis secara statistik menggunakan uji Chi Square.

Penetapan Kadar Flavonoid Terhadap Ekstrak Biji Xylocarpus Granatum Dengan Berbagai Pelarut Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-VIs

NOVI VIJAYANTI
2023 · Book · Open Access

Salah satu sumber daya alam di Indonesia adalah hutan mangrove. Mangrove merupakan ekosistem yang terletak di wilayah intertidal. Mangrove yang dimanfaatkan masyarakat pesisir secara tradisional adalah Xylocarpus granatum. Xylocarpus granatum memiliki biji yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan, pencerah kulit, minyak rambut dan antibakteri. Xylocarpus granatum mengandung metabolit sekunder flavonoid. Flavonoid sangat efektif untuk digunakan sebagai antioksidan. Flavonoid dapat dihasilkan berdasarkan jenis pelarut polar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid pada ekstrak biji Xylocarpus granatum menggunakan pelarut metanol dan etanol 70% dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian eksperimental. Objek yang diteliti kadar flavonoid pada ekstrak biji Xylocarpus granatum menggunakan pelarut metanol dan etanol 70%. Tahapan penelitian dimulai dari determinasi tanaman, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dengan menggunakan pelarut metanol dan etanol 70%, mengidentifikasi senyawa flavonoid menggunakan kromatografi lapis tipis dan penetapan kadar flavonoid dengan metode spektrofotometri UV- Vis. Hasil penelitian menunjukkan kadar flavonoid dengan nilai tertinggi diperoleh dengan rata-rata 1,947% adalah ekstrak etanol Xylocarpus granatum dan nilai terendah diperoleh dengan rata-rata 1,855% adalah ekstrak metanol Xylocarpus granatum.

FORMULASI DAN EVALUASI DARI SEDIAAN KRIM LEMAK TENGKAWANG (Shorea mecystopteryx Ridl.)

PUTRI AMANDA
2023 · Book · Open Access

Lemak tengkawang (Shorea mecistopteryx Ridley) adalah lemak yang berasal dari proses ekstraksi biji tengkawang. Lemak biji tengkawang memiliki kandungan lemak nabati yang dimanfaatkan sebagai basis dalam pembuatan sediaan kosmetika. salah satu sediaan kosmetik.adalah krim yang ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit. peneltian ini bertujan untuk apakah lemak tengkawang dalam bentuk sediaan krim yang memenuhi uji sifat fisik dan mengetahui nilai potensi iritasi pada kulit manusia. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental formulasi krim dari variasi konsentrasi ekstrak lemak tengkawang 0%, 5%, 10%, 15%. Analisis data hasil penelitian terbagi menjadi data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil pengamatan langsung oleh peneliti terhadap organoleptis, tipe krim, dan homogenitas, data kuantitatif berupa hasil uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas dan uji freeze thaw serta uji potensi iritasi dari sediaan krim. Hasil penelitian menunjukan bahwa lemak tengkawang dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan krim. Hasil evaluasi menunjukan krim dengan penyimpanan selama 28 hari dan pengujian freeze thaw selama 3 siklus dengan konsentrasi lemak tengakawang 0%, 5%, 10% dan 15%, memenuhi persyaratan uji fisik organoleptis, homogenitas, pH, dan viskositas namun tidak memenuhi persyaratan uji daya lekat dan uji daya sebar. Formulasi krim dengan lemak tengkawang pada konsentrasi 0%, 5%, 10% dan 15%, tidak memberikan efek iritasi kepada responden yang dapat dikategorikan aman dalam formulasi sediaan krim. Hasil uji statistik menunjukan adanya perbedaan bermakna pada uji viskositas, daya lekat dan daya sebar antar formula, tetapi tidak berbeda bermakna antar formula pada uji fisik lainnya,

FORMULASI SEDIAAN LIP CREAM DARI LEMAK TENGKAWANG (Shorrea Mecystoterix) – LIGNIN SEBAGAI TABIR SURYA

WIDIA INDRIANI
2023 · Book · Open Access

Efek buruk akibat sinar matahari sekarang lebih berbahaya dikarenakan berkurangnya lapisan ozon pada atmosfir bumi dan dapat menyebabkan eritema (kemerahan) pada kulit, pigmentasi yang berlebihan penebalan sel tanduk dan aging (penuaan dini). Kulit area bibir memiliki tekstur yang tipis dan cenderung lebih halus membuat area ini rentan terhadap sinar UV, cara mengatasinya dengan menggunakan sediaan tabir surya. Bahan dari alam memiliki potensi untuk melindungi kulit dari sinar matahari salah satu yang memiliki potensi tabir surya ialah lemak tengkawang dan lignin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah lemak tengkawang-lignin dapat diformulasikan ke dalam sediaan lip cream dan mengetahui nilai SPF dari lip cream lemak tengkawang-lingnin. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Objek yang diteliti adalah formulasi sediaan lip cream lemak tengkawang-lignin terhadap nilai SPF. Variabel bebas pada penelitian ini adalah konsentrasi lemak tengkawang-lignin dalam formulasi lip cream, variabel terikat adalah nilai SPF dari lip cream lemak tengkawang-lignin dan variabel kontrol adalah evaluasi fisik dan tempat pengambilan sampel. Lip cream dibuat dalam 4 formulasi dengan konsetrasi lemak tengkawang –lignin yang sudah dicampur yaitu 5%, 10% dan 15% dan evaluasi lip cream meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya oles, daya sebar, daya lekat, pH dan SPF.

Penetapan Kadar Fenolik Ekstrak Biji Nyireh (Xylocarpus Granatum J. Koening) Menggunakan Pelarut Metanol Dan Etanol Dengan Metode Spektrofotometri UV- Vis

DEVI SAPITRI
2023 · Book · Open Access

Nyireh (Xylocarpus granatum J. Koenig) merupakan tumbuhan mangrove yang banyak ditemukan di Kalimantan. Terbukti secara empiris penggunaan biji nyireh sebagai bedak tradisional untuk perawatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik pada ekstrak biji Xylocarpus granatum menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah eksperimental. Objek yang diteliti adalah kadar fenolik pada ekstrak biji Xylocarpus granatum menggunakan pelarut metanol dan etanol 70%. Sampel dipilih yang masih dalam keadaan baik yaitu buah berwarna hijau kecoklatan. Pengujian penetapan kadar fenolik ekstrak biji nyireh menggunakan metode spektrofotometri. Data dianalisis menggunakan persamaan regresi linier. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dari pengukuran menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan menggunakan dua pelarut yaitu metanol dan etanol 70% didapatkan kadar fenolik ekstrak metanol biji nyireh sebesar 340,0186 ± 4,2184 (mg/GAE/g) yang berarti dalam setiap gram ekstrak metanol biji nyireh setara dengan 340,0186 sedangkan kadar fenolik ekstrak etanol biji nyireh sebesar 328,1198 ± 5,4190 (mg/GAE/g) yang berarti dalam setiap gram ekstrak metanol biji nyireh setara dengan 328,1198. Data hasil penetapan kadar fenolik dari kedua pelarut yang diperoleh dari analisis secara statistik. Pertama melakukan data dengan uji normalitas yaitu uji Shapiro-Wilk menunjukkan data terdistribusi normal dengan nilai signifikan pelarut metanol sebesar 0,188 dan nilai signifikan pelarut etanol sebesar 0,051 (0,188 dan 0,051 P>0,05) data berdistribusi normal karena nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05. Kedua uji homogenitas dengan uji Levene nilai signifikan yang diperoleh nilai signifikan 0,653 (0,653 P> 0,05) data mempunyai varian yang sama atau homogen karena nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05, ketiga dilanjut dengan uji Independent T-Test didapatkan hasil nilai signifikansi 2-tailed 0,005 yang menyatakan (P 0,05).

Penentuan Nilai SPF ( Sun Protection Factor ) Asplenium nidus Linn., Asplenium adiantum-nigrum L., dan Nephrolepis biserrata (Sw.) Schott.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis.

INDRA
2023 · Book · Open Access

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan yang banyak tersebar diwilayah Indonesia, salah satunya di Kalimantan. Senyawa metabolit sekunder yang dimiliki tumbuhan paku yaitu flavonoid, tanin, saponin, alkaloid dan senyawa fenol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi tabir surya yang dilihat dari nilai SPF (Sun Protection Factor) tumbuhan paku yaitu Asplenium nidus Linn., Asplenium adiantum-nigrum L., dan Nephrolepis biserrata (Sw.) Schott. Penelitian dilakukan secara non eksperimental. Tahapan penelitian dimulai dengan determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak skrining fitokimia dan penentuan nilai SPF masing-masing tumbuhan paku. Variabel bebas penelitian ini adalah ekstrak etanol tumbuhan paku pada konsentrasi 500, 1000 dan 1500 ppm pada uji spektrofotometri. Konsentrasi ekstrak etanol tumbuhan paku diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mendapatkan nilai SPF dari sampel. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai SPF tumbuhan paku Asplenium nidus Linn. pada konsentrasi 500 ppm termasuk kategori rendah dengan nilai SPF 6,96366, pada konsentrasi 1000 ppm termasuk kategori sedang dengan nilai SPF 13,81804, dan pada konsentrasi 1500 ppm termasuk kategori sedang dengan nilai SPF 20,55046. Tumbuhan paku Asplenium adiantum-nigrum L., pada konsentrasi 500 ppm termasuk kategori proteksi sedang dengan nilai SPF 20,20421, konsentrasi 1000 ppm termasuk kategori tinggi dengna nilai SPF 31,42205 dan pada konsentrasi 1500 ppm termasuk kategori tinggi dengan nilai SPF 37,93272. Tumbuhan paku Nephrolepis biserrata (Sw.) Schott. pada konsentrasi 500 ppm termasuk kategori proteksi sedang dengna nilai SPF 15,35747, pada konsentrasi 1000 ppm termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai SPF 32,82903 dan pada konsentrsi 1500 ppm termasuk kategori tinggi dengan nilai SPF 38,09552.

uji aktivitas antibakteri lignin tandan kosong kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) terhadap bakteri staphylococcus epidermidis dan pseudomonas aeruginosa

NAUFAL RACHMAN
2023 · Book · Open Access

Infeksi merupakan salah satu penyebab penyakit kulit yang sering terjadi. Bakteri Staphylococcus epidermidis merupakan salah satu bakteri penyebab infeksi kulit ringan yang disertai dengan pembentukan abses. Bakteri lain yang dapat menyebabkan infeksi adalah Pseudomonas aeruginosa. Spesies bakteri ini merupakan salah satu penyebab infeksi kulit pada penderita dengan neoplastik, ecthyma gangrenosum, luka dan luka bakar yang berat. Infeksi kulit akibat mikroorganisme dapat diatasi dengan pemberian obat antimikroba. Penelitian tentang bahan yang berpotensi sebagai bahan antimikroba memiliki hubungan dalam menemukan adanya nilai KHM dan KBM pada sampel. Lignin tandan kosong kelapa sawit (TKKS) diduga memiliki kandungan fenolik seperti lignin dari tanaman lain sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan antimikroba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antibakteri lignin TKKS terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa secara in vitro. Metode yang digunakan yaitu metode difusi cakram dan metode dilusi dengan konsentrasi 2,5%, 5%, 10%, 20% dan 30%. Analisis data dilakukan secara deskriptif dalam tabel memuat data zona hambat, KHM dan KBM sampel uji. Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan, diketahui lignin TKKS memiliki kandungan alkaloid dan flavonoid pada uji skrining fitokimia. Selain itu, lignin TKKS juga memiliki zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa dimulai dari konsentrasi 10%, 20% dan 30%. Kemudian KHM lignin TKKS dimulai dari konsentrasi 10% dan tidak adanya KBM pada variasi konsentrasi dibawah 30% terhadap kedua bakteri uji. Berdasarkan analisis data menggunakan metode Post Hoc Test, membuktikan bahwa terdapat perbedaan daya hambat pada konsentrasi 10%, 20 dan 30%.

Pengaruh Metode Pengeringan Pada Ekstrak Etanol Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Terhadap Aktivitas Antioksidan dan Tabir Surya

ARDHI RIDHWAAN SORI
2023 · Book · Open Access

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menetralisir radikal bebas sehingga dapat terlindung dari berbagai macam penyakit dan dapat melindungi kulit yang sensitif terhadap peradangan, penuaan dini, dan kanker yang disebabkan oleh radikal bebas. Salah satu radikal bebas yang dapat ditangkal oleh antioksidan yaitu sinar matahari. Salah satu bahan alam yang mengandung antioksidan yaitu alpukat. Alpukat mengandung antioksidan tinggi yang terdapat pada bijinya. Salah satu cara agar terhindar dari paparan radikal bebas dapat diperoleh dari suatu produk dengan nilai aktivitas antioksidan dan tabir surya dengan proses pengeringan yang baik. Mengingat pentingnya proses pengeringan simplisia guna mendapatkan simplisia yang bermutu, maka dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengeringan simplisia dengan dua metode pengeringan yaitu sinar matahari dengan ditutup kain hitam yang dilakukan pada siang hari selama 3 hari dan pengeringan oven pada suhu 60oC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap Inhibitory Concentration 50 (IC50) dan Sun Protection Factor (SPF) ekstrak biji alpukat. Objek yang diteliti adalah aktivitas antioksidan dan tabir surya ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.). Aktivitas antioksidan dan tabir surya ditentukan secara in vitro dengan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) dan Spektrofotometri UV-Vis berdasarkan panjang gelombang yaitu 290 nm – 320 nm. Berdasarkan hasil penelitian pada ekstrak etanol biji alpukat pengeringan oven diperoleh nilai IC50 sebesar 29,45 ppm termasuk kategori sangat kuat dan pada pengeringan sinar matahari sebesar 6,81 ppm termasuk kategori sangat kuat. Pada uji aktivitas tabir surya pengeringan oven pada konsentrasi 1000 ppm memiliki nilai SPF 7 ppm kategori rendah dan pengeringan sinar matahari pada konsentrasi 1000 ppm memiliki nilai SPF 9,3 kategori rendah

PENETAPAN KADAR FLAVONOID BEBERAPA JENIS TUMBUHAN PAKU (Asplenium nidus L., Asplenium adiantum-nigrum L. dan Aspidium biserratum Sw.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

NURUL HIKMAH SAFITRI
2023 · Book · Open Access

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan yang paling banyak tersebar di daerah tropik seperti Kalimantan. Salah satu jenis tumbuhan paku yang paling sering dijumpai temui yaitu paku sejati (Felicinae) contohnya Asplenium nidus L., Asplenium adiantum-nigrum L., dan Aspidium biserratum Sw. Setiap tumbuhan umumnya mengandung senyawa golongan flavonoid. Flavonoid terdapat hampir di semua bagian tumbuhan, seperti daun, akar, kulit tepung sari, nektar, bunga, buah dan biji. Senyawa flavonoid memiliki aktivitas antioksidan yang dapat meningkatkan pertahanan diri dari penyakit yang diinduksi radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar flavonoid pada tanaman paku Asplenium nidus L., Asplenium adiantum-nigrum L., dan Aspidium biserratum Sw. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Berdasarkan hasil uji kualitatif, ketiga sampel terbukti mengandung senyawa golongan flavonoid dan steroid serta tidak mengandung senyawa golongan alkaloid, tanin dan saponin. Penetapan kadar flavonoid dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis dengan menggunakan kuersetin sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun paku Asplenium nidus memiliki rata-rata kadar flavonoid sebesar 0,4440% ± 0,018599. Sementara ekstrak etanol daun paku Asplenium adiantum-nigrum memiliki rata-rata kadar flavonoid sebesar 0,5439% ± 0,017408, dan pada ekstrak etanol daun paku Aspidium biserratum 0,5116% ± 0,060305.

Formulasi Hydrogel Eyemask Berbasis Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleutherine Bulbosa (Mill) Urb) Pencegah Keriput Pada Kantung Mata

M. SURYA ANANDA
2023 · Book · Open Access

Kulit di area bawah mata adalah area yang sangat sensitif dan sangat tipis dibandingkan dengan lapisan kulit di tempat lain. Pada area tersebut seringkali muncul tanda-tanda penuaan bahkan mata lelah seperti keriput, kantung mata, serta lingkaran hitam di bawah mata. Mengatasi terjadinya hal tersebut diperlukan suatu sediaan kosmetik yang mampu mengatasi kantung mata keriput. Salah satu sediaan mata yang dapat digunakan dengan nyaman bagi penguna yaitu Hydrogel Eye Mask. Masker hidrogel memiliki beberapa kelebihan, diantaranya penggunaannya yang mudah dan praktis. Oleh karena itu diperlukan suatu bahan alam yang memiliki kandungan antioksidan untuk menghambat oksidasi dari radikal bebas. Salah satu tanaman herbal yang mengandung antioksidan adalah bawang dayak (Eleuhterine bulbosa (Mill) Urb). Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui mutu fisik dan aktivitas antioksidan hydrogel eyemask ekstrak etanol umbi bawang dayak. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Objek dalam penelitian ini adalah mutu fisik dan aktivitas antioksidan hydrogel eyemask ekstrak umbi bawang dayak. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi ekstak etanol umbi bawang dayak yaitu 5%,10% dan 15% sebagai bahan aktif dan variabel terikat yaitu karakteristik fisik dan aktivitas antioksidan. Variabel kontrol adalah tempat pengambilan sampel umbi bawang dayak yaitu Desa Tering Seberang, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Maserasi sebagai metode pembuatan ekstrak dan metode pengujian mutu fisik meliputi organoleptis, uji bobot dan tebal masker, uji pH permukaan, uji konsistensi, uji kekuatan peregangan, uji daya mengembang, serta uji lama waktu penyusutan serta pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode Spektofotometri UV-Vis. Data diperoleh dari pengamatan hasil mutu fisik dan IC50 eyemask hidrogel dihitung secara statistik.

Formulasi Tabir Surya Ekstrak Metanol Daun Afrika (Gymnathemum amygdalina Del.) dalam sediaan krim dengan variasi asam stearat dan setil alkohol

FASYA ADANIA
2023 · Book · Open Access

Paparan sinar ultra violet dapat menyebabkan beberapa gangguan kulit seperti eritema, pigmentasi, dan penuaan dini. Mencegah gangguan kulit yang disebabkan oleh sinar UV diperlukan perlindungan berupa tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi krim yang optimum dari ekstrak metanol daun afrika yang berpotensi sebagai tabir surya dengan variasi asam stearat dan setil alkohol yang dapat memberikan sifat fisik sediaan krim yang baik. Krim dibuat dalam empat formula dengan variasi asam stearat dan setil alkohol yang dirancang sesuai dengan desain faktorial. Sediaan krim yang dihasilkan diuji sifat fisiknya meliputi pengamatan organoleptik (bentuk, warna, bau), homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat dan viskositas. Formula optimum berdasarkan parameter sifat fisik krim yaitu: viskositas, daya sebar, daya lekat yang diperoleh menggunakan software Design Expert versi 11. Pada penelitian ini didapatkan area komposisi optimum krim yaitu asam stearat sebesar 4,83407 % dan 6,53315 % setil alkohol. Berdasarkan parameter uji pH, daya sebar, daya lekat dan viskositas, formula yang baik adalah formula 2 karena nilai hasil uji masih masuk dalam range persyaratan.

UJI EFEKTIVITAS NIGHT CREAM ANTI ACNE TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

ANANDHA ROSSALINDA
2023 · Book · Open Access

Acne vulgaris penyakit kulit karena bakteri Propionibacterium acnes. Rangkaian produk skincare salah satunya cream anti acne yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan. Cream anti acne mempunyai mekanisme kerja yaitu untuk mengurangi sekresi sebum, meningkatkan regenerasi sel kulit, serta memiliki sifat anti bakteri dan inflamasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas dan efektivitas night cream anti acne dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan teknik sampling purposive sampling. Penelitian ini menggunakan 3 sampel night cream anti acne berbeda yang digunakan dengan kode krim (DS, MS dan ST) yang diperoleh dari toko kosmetik dan klinik kecantikan. Uji efektivitas bakteri dengan benzoil peroksida gel (2,5%) sebagai kontrol positif dan aquades sebagai kontrol negatif. Analisa didapatkan dengan melakukan pengukuran diameter zona hambat. Dianalisa dengan analisis deskriptif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui MS memiliki zona hambat paling besar dengan rata-rata 6,7 mm. Berdasarkan analisis data menggunakan metode Kruskall-Wallis, diketahui nilai sig 0,05 dan = 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan bermakna peningkatan konsentrasi krim uji terhadap zona hambat terhadap bakteri Propionibacterium acnes.

Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol Kulit Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata) Berdasarkan Perbedaan Konsentrasi Pelarut Secara Spektrofotometri UV-Vis

ILHAM
2023 · Book · Open Access

Tanaman labu kuning (Cucurbita moschata) merupakan jenis tanaman dari keluarga cucurbitacae. Tanaman ini merupakan sumber karotenoid yang kaya akan vitamin larut air, fenolat, flavonoid, polisakarida, dan garam mineral, yang bermanfaat bagi kesehatan. Konsentrasi pelarut etanol dapat mempengaruhi hasil ekstraksi suatu simplisia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar flavonoid total ekstrak etanol kulit buah labu kuning berdasarkan perbedaan konsentrasi pelarut etanol. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi secara maserasi dengan variasi konsentrasi etanol, skrining fitokimia, penetapan kadar flavonoid total secara spektrofotometri UV-Vis. Variabel bebas pada penelitian ini adalah variasi konsentrasi etanol 70% dan 95%, variabel terikat berupa kadar flavonoid total, variabel kontrol berupa metode ekstraski, tempat pengambilan sampel. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil Penelitian menyatakan kadar rendemen ekstrak etanol 70%, dan 95% adalah 13.68% dan 15.54%. Kadar flavonoid total dari ekstrak etanol 70%, dan 95% adalah 1.1931 ± 0.0810, 1.2045 ± 0.0854. Konsentrasi pelarut etanol berpengaruh terhadap kadar rendemen dan flavonoid ekstrak kulit buah labu kuning.

Formulasi Sediaan Gel Tabir Surya Ekstrak Metanol Daun Afrika (Gymnathemum amygdalina Del.)

DIMAS YOGI PRATAMA
2023 · Book · Open Access

Kulit merupakan bagian tubuh manusia yang berguna untuk melindungi dari paparan sinar matahari. Sinar matahari berlebih dapat menyebabkan kulit terbakar, perubahan warna kulit menjadi lebih hitam, bahkan dapat menyebabkan kanker kulit. Menghindari masalah yang terjadi akibat paparan sinar matahari berlebih, diperlukan perlindungan berupa tabir surya yang tepat. Sediaan tabir surya memiliki fungsi untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang dapat mengakibatkan kerusakan pada kulit. Ekstrak daun afrika diketahui mengandung senyawa fenolik. Senyawa tersebut memiliki ikatan terkonjugasi yang dapat beresonansi ketika terkena sinar ultraviolet (UV) sehingga bersifat photoprotective. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ekstrak metanol daun afrika menjadi gel tabir surya. Aktivitas tabir surya ditentukan secara in vitro menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis berdasarkan serapan pada panjang gelombang yaitu 290 nm – 320 nm. Masing masing konsentrasi 0,02%, 0,04%, dan 0,06% dilakukan evaluasi meliputi pengujian aktivitas tabir surya dan karakteristik fisik gel. Analisis data dilakukan secara statistik. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh data Ekstrak metanol daun afrika dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan gel, tetapi formula gel yang digunakan tidak menghasilkan sediaan gel yang memenuhi persyaratan fisik, Sediaan gel ekstrak metanol daun afrika dengan konsentrasi 0,02% memiliki nilai SPF 6,3702 tergolong dalam ketegori proteksi minimal, konsentrasi 0,04% memiliki nilai SPF 10,8347 tergolong dalam kategori proteksi maksimal dan konsentrasi 0,06% memiliki nilai SPF 11,7705 tergolong dalam kategori maksimal. Sehingga dapat disimpulkan pada F3 dengan konsentrasi 0,06% menghasilkan nilai SPF tertinggi