Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.528 item publik

Publikasi

Halaman 5 dari 127

Optimasi Formula Sunscreen Stick Ekstrak Daun Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Dengan Kombinasi Carnauba Wax dan Cera Alba Sebagai Basis

MEYLANI EKA PUSPITASARI
2026 · Book · Open Access

Indonesia sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari tinggi memerlukan perlindungan kulit dengan penggunaan tabir surya, serta pengembangan tabir surya berbahan alami semakin diminati karena lebih aman. Daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan serta mampu menyerap radiasi UV. Ekstrak daun senduduk diformulasikan dalam bentuk sunscreen stick karena praktis, stabil, dan mudah diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi optimum carnauba wax dan cera alba sebagai basis sunscreen stick ekstrak daun senduduk yang memenuhi persyaratan fisik dan nilai SPF sediaan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Ekstrak daun senduduk diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Optimasi formula dilakukan menggunakan metode factorial design dengan aplikasi Design Expert versi 13 dengan memvariasikan konsentrasi carnauba wax dan cera alba sebagai variabel bebas. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan titik lebur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi optimum diperoleh pada carnauba wax 10% dan cera alba 20% dengan nilai desirability sebesar 0,669. Formula optimum menghasilkan karakteristik fisik yang memenuhi kriteria, meliputi pH 5,72, daya sebar 5,63 cm, daya lekat 26,12 detik, dan titik leleh 62°C. Aktivitas tabir surya ditentukan secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290–320 nm dengan perhitungan menggunakan rumus Mansur.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Penggunaan Antibiotik Pada Masyarakat di Kampung Lirung Ubing

LIDIA LAHAI
2026 · Book · Open Access

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat karena dapat menyebabkan resistensi bakteri, meningkatkan biaya pengobatan, serta menurunkan efektivitas terapi. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi penggunaan antibiotik adalah tingkat pengetahuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, gambaran penggunaan antibiotik, serta menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penggunaan antibiotik pada masyarakat di Kampung Lirung Ubing. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 72 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi setiap variabel dan secara bivariat menggunakan uji Korelasi Pearson dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 30 responden (41,7%), sedangkan penggunaan antibiotik sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 41 responden (56,9%). Hasil uji Korelasi Pearson menunjukkan nilai koefisien korelasi (r = 0,323) dengan nilai signifikansi (p = 0,006). Nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan penggunaan antibiotik pada masyarakat di Kampung Lirung Ubing. Hubungan tersebut bersifat positif dengan kekuatan hubungan rendah, yang berarti semakin baik tingkat pengetahuan masyarakat maka semakin baik pula penggunaan antibiotiknya.

ANALISIS BAHAN KIMIA OBAT (BKO) PARASETAMOL PADA JAMU ASAM URAT MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS KOMBINASI KEMOMETRIK

AFIFA WULANDARI
2026 · Book · Open Access

Jamu asam urat banyak dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi hiperurisemia. Namun, tingginya konsumsi jamu berpotensi menyebabkan penambahan Bahan Kimia Obat (BKO), salah satunya parasetamol. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi parasetamol pada jamu asam urat menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis yang dikombinasikan dengan kemometrik. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan sampel jamu asam urat yang diekstraksi menggunakan etanol 95% dan dianalisis pada rentang panjang gelombang 200–400 nm. Data spektrum dianalisis menggunakan PCA dan CA. Hasil penelitian menunjukkan adanya serapan parasetamol pada panjang gelombang sekitar 240–250 nm. Analisis PCA mampu menjelaskan 91,1% variasi data melalui PC1 dan PC2, sedangkan CA menunjukkan pengelompokan sampel berdasarkan kemiripan spektrum. Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi spektrofotometri UV-Vis dan kemometrik dapat digunakan sebagai metode alternatif untuk mendeteksi BKO parasetamol pada jamu asam urat.

VARIASI SUHU PENGERINGAN TERHADAP KANDUNGAN FITOKIMIA DAN RENDEMEN EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH HUTAN (Piper aduncum L.)

MIRNA ANJELIKA IMAS
2026 · Book · Open Access

Indonesia memiliki kekayaan tumbuhan obat seperti sirih hutan (Piper aduncum L.) yang secara tradisional digunakan sebagai antibakteri untuk pengobatan luka dan infeksi. Senyawa aktif yang terdapat dalam simplisia sangat tergantung pada tahapan atau proses pembuatan simplisia, salah satunya adalah pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu pengeringan oven (40°C dan 60°C) terhadap rendemen ekstrak etanol dan kandungan fitokimia daun sirih hutan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan teknik purposive sampling untuk pengambilan sampel dari Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Tahapan penelitian meliputi, pengambilan sampel, determinasi tumbuhan, preparasi simplisia sesuai dengan variasi suhu pengeringan oven, pembuatan ekstrak kental dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, penentuan rendemen ekstrak, dan kandungan skrining fitokimia. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk membandingkan nilai rendemen serta hasil skrining fitokimia guna mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder pada kedua variasi suhu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pengeringan 60°C menghasilkan rendemen ekstrak lebih tinggi (23,13%) dibandingkan suhu 40°C (14,70%). Rata-rata susut pengeringan pada suhu 40°C dan 60°C masing-masing sebesar 4,97% dan 5,27%, sedangkan kadar air sebesar 7,67% dan 7,80%. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid/triterpenoid. Hasil uji statistik Independent T-test menunjukkan bahwa variasi suhu pengeringan tidak berpengaruh signifikan terhadap susut pengeringan p-value 0,115 > α = 0,05, dan tidak memengaruhi kandungan metabolit sekunder.

hubungan persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat anti hipertensi pada pasien hipertensi di puskesmas segiri

LEONY PUTRI EKA MELLYA
2026 · Book · Open Access

Nama : Leony Putri Eka Mellya Progam Studi : Sarjana Farmasi Judul : Hubungan Prsepsi Penyakit Dengan Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Segiri Pembimbing : apt.Juliyanti,M.Farm Hipertensi merupakan kondisi kronis ketika tekanan darah seseorang meningkat hingga tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih dan/atau tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih, yang sering berkembang tanpa gejala sehingga dikenal sebagai silent killer. Kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan tekanan darah, di mana tingkat kepatuhan ini berkaitan dengan persepsi penyakit atau cara individu memahami kondisi yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Segiri Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan melibatkan total 400 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) untuk mengukur persepsi penyakit dan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) untuk menilai tingkat kepatuhan penggunaan obat. Hasil analisis univariat terhadap karakteristik responden menunjukkan bahwa mayoritas adalah perempuan (60%), berada pada kelompok usia 46–59 tahun (43%), dan menggunakan terapi monoterapi Amlodipine 5 mg (71,75%). Evaluasi terhadap variabel utama menunjukkan bahwa persepsi penyakit responden sebagian besar berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 277 orang (69%), sementara tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi didominasi oleh kategori tinggi yaitu sebanyak 216 orang (54%). Analisis bivariat dengan uji Chi-Square menghasilkan nilai Pearson Chi-Square sebesar 44,746 dengan derajat kebebasan (df) sebesar 4 dan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000 (p 0,05). Temuan ini diperkuat oleh nilai analisis Monte Carlo Sig. sebesar 0,000 serta uji Fisher’s Exact Test sebesar 0,000 yang membuktikan adanya variasi tingkat kepatuhan yang signifikan berdasarkan kategori persepsi penyakit pasien. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan bermakna antara persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Segiri Kota Samarinda. Hasil ini mengindikasikan bahwa persepsi penyakit yang rasional dan adaptif sejalan dengan konsep Self-Regulation Model menjadi faktor pendorong utama dalam meningkatkan kedisiplinan pasien menjalani regimen terapi jangka panjang.

Evaluasi Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Informasi Obat (PIO) di RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot

ARIQAH SALSABILA ZALMY
2026 · Book · Open Access

Pelayanan Informasi Obat (PIO) adalah salah satu tugas utama yang harus dilaksanakan oleh apoteker ketika berinteraksi dengan pasien yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasien mengenai obat, penggunaan obat yang rasional, serta meminimalisir masalah penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan informasi obat yang diterima oleh pasien di instalasi farmasi di RSUD Panglima Sebaya guna mencapai kepuasan optimal, kepuasan yang optimal berperan penting bagi kemajuan institusi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain non-eksperimen. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mendistribusikan atau memberikan kuesioner yang dirancang berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yakni kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), serta bukti fisik (tangible). Sementara itu, pemilihan responden dilakukan melalui teknik accidental sampling. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis melalui beberapa tahapan pengujian yaitu uji validitas dan uji reliabilitas, dimana uji validitas dilakukan dengan tujuan sejauh mana kuesioner tersebut mampu mengukur aspek yang dimaksudkan sedangkan uji reliabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi suatu kuesioner sebagai instrumen penelitian menggunakan Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi reliability memperoleh nilai sebesar 85,17 dan responsiveness sebesar 85,33 yang termasuk dalam kategori baik, sedangkan dimensi assurance memperoleh nilai sebesar 88,64, empathy sebesar 88,96, dan tangible sebesar 88,59 yang termasuk dalam kategori sangat baik. Secara keseluruhan, tingkat kepuasan pasien terhadap Pelayanan Informasi Obat di RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot berada pada kategori puas.