DEWI OKTAFIANA
2026 · Book · Open Access
Nama : Dewi oktafiana Progam Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Gambaran Waktu Tunggu Resep Obat Pasien Kapitasi BPJS di Apotek Kimia Farma Sutomo Samarinda Pembimbing 1. apt. Rusdiati Helmidanora, M.Sc 2. apt. Husnul Warnida M.Si Waktu tunggu resep merupakan waktu tunggu dihitung dari pasien menyerahkan resep ke pihak farmasi untuk disiapkan sampai obat diterima oleh pasien. Menurut Permenkes RI Nomor 73 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal Apotek bahwa resep non racikan ≤ 15 menit dan resep racikan ≤ 30 menit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat pasien kapitasi BPJS di Apotek kimia farma Sutomo Samarinda dengan Permenkes RI Nomor 73 tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode prospektif terhadap resep obat pasien kapitasi BPJS yang masuk di Apotek Kimia Farma Sutomo Samarinda periode bulan Desember 2025. Data yang di peroleh berupa waktu tunggu resep kemudian di analisis menggunakan mikrosoft Excel. Diperoleh hasil penelitian jumlah sampel sebanyak 464 resep yang terdiri dari 125 resep racikan (26,9%) dan 339 resep non racikan (73.1%). Perhitungaan rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat racikan adalah 17,10 menit dan rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat non racikan adalah 8,44 menit. Rata-rata waktu tunggu pelanyanan resep obat baik racikan maupun non racikan telah memenuhi Permenkes RI No.73 waktu tunggu pelayanan resep di Apotek waktu tunggu pelayanan resep racikan ≤ 30 menit dan waktu tunggu resep non racikan adalah ≤ 15 menit.
HENDRITA TENING
2026 · Book · Open Access
Meningkatnya minat masyarakat terhadap pengobatan alami mendorong pemanfaatan tanaman obat sebagai sumber antioksidan. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah daun pepaya (Carica papaya L.) yang diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang berperan dalam menetralisasi radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat memicu stress oksidatif dan menyebabkan kerusakan sel. Antioksidan bekerja dengan mendonorkan atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas tersebut. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun pepaya menggunakan metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl). Metode DPPH dipilih karena sederhana, cepat, sensitif, serta mampu memberikan gambaran jelas mengenai kemampuan suatu senyawa dalam meredam radikal bebas. Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah yang relevan dan dianalisis berdasarkan nilai IC50 serta faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas antioksidan. Tahap penelitian yaitu mengumpulkan artikel ilmiah, menelaah dan menganalisis data yang kemudian diringkas sehingga diperoleh data utama, penyajian data dilakukan secara deskriptif dalam bentuk tabel, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan tentang aktivitas antioksidan ekstrak daun pepaya. Berdasarkan analisis data dari artikel utama yang digunakan menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya dengan pelarut etanol 80% memiliki aktivitas antioksidan lebih kuat (IC₅₀ 21,35 ppm) dibandingkan etanol 96% (IC₅₀ 22,24 ppm).
RISKI INDAH SARI
2026 · Book · Open Access
Penggunaan obat off-label pada pasien pediatri merupakan permasalahan yang umum terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia, akibat terbatasnya data uji klinis pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis obat yang digunakan secara off-label dalam praktik klinis pada pasien pediatri serta mengetahui alasan penggunaan kategori off-label tersebut. Penelitian ini merupakan studi literatur yang mengacu pada dua jurnal ilmiah, yaitu penelitian Dera dan Suri (2022) di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung dan Garcia-Lopez dkk (2020) di Madrid, Spanyol. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data dalam tabel, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jurnal pertama ditemukan penggunaan obat off-label sebesar 19,6%, dengan kategori terbanyak berdasarkan usia (16,29%), dan golongan obat kardiovaskular mendominasi (54,54%), terutama captopril dan lisinopril. Pada jurnal kedua, lebih dari separuh resep (52,5%) bersifat off-label dengan kategori terbanyak berdasarkan indikasi (36,1%), dan golongan obat sistem saraf pusat mendominasi (50,2%), terutama morfin oral dan levetiracetam
SHELLA APRILIA GITA PRATIWI
2026 · Book · Open Access
Dismenorea atau nyeri haid merupakan masalah ginekologi yang sering dialami oleh remaja putri dan wanita usia subur, serta dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tingginya angka kejadian dismenorea mendorong perlunya alternatif pe-nanganan yang aman dan minim efek samping. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan tanaman herbal seperti jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan tanaman herbal yang mengandung senyawa aktif antiinflamasi dan analgesik. Senyawa ngingerol, shogaol, dan paradol pada jahe merah berperan sebagai senyawa bioaktif utama yang memberikan efek antiinflamasi dan analgesik yang kuat untuk mengurangi nyeri haid. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian rebusan jahe merah terhadap penurunan intensitas nyeri dismenorea berdasarkan studi literatur. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan analisis konten kualitatif terhadap jurnal nasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa air rebusan jahe merah dapat menurunkan intensitas nyeri dismenorea baik pada remaja dan wanita usia subur. Dimana pemberian air rebusan jahe merah dapat menurunkan skala nyeri, mulai dari nyeri berat sampai nyeri ringan. Berdasakan hasil penelitian juga mengkonsumsi air rebusan jahe merah dapat menurunkan nyeri sebelum dan pada saat menstruasi.
YULIANA HERAWATY
2026 · Book · Open Access
RESTI HERDIYANTI
2026 · Book · Open Access
DEA RISKA FEBRIANI
2026 · Book · Open Access
YUSRILLA NINGSIH
2026 · Book · Open Access
SITI MUAROFAH
2026 · Book · Open Access
NOVELIA
2026 · Book · Open Access
Sistem penyimpanan obat menjadi bagian penting dari pengelolaan perbekalan farmasi karena dapat memengaruhi mutu, keamanan, dan keberlangsungan ketersediaan obat. Penyimpanan yang tidak sesuai standar berpotensi menyebabkan kerusakan obat, memperlambat distribusi, dan meningkatkan risiko medication error. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui studi literatur sistem penyimpanan obat dan kesesuaian penyimpanan obat dengan Permenkes No. 73 Tahun 2016 dan Permenkes No. 9 Tahun 2017. Kedua penelitian dalam artikel terkait menggunakan metode observasional melalui checklist dan wawancara mendalam dengan apoteker untuk menilai penerapan standar penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma metode penelitian yang dipakai adalah metode studi literatur dengan cara mereview kedua artikel yang terkait penyimpanan obat di kimia farma. Studi literatur ini diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan kefarmasian dan memastikan keamanan penggunaan obat dalam pelayanan kepada pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar indikator penyimpanan obat telah memenuhi standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dengan tingkat kesesuaian mencapai 100%, meliputi penyimpanan dalam wadah asli, kejelasan informasi obat, pengelompokan obat, serta penerapan sistem FIFO dan FEFO. Kondisi ruang penyimpanan, sarana prasarana, serta pengelolaan administrasi juga telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, pada indikator pemantauan suhu masih ditemukan ketidaksesuaian dengan tingkat capaian sebesar 50%, yang menunjukkan bahwa pengendalian suhu belum dilakukan secara optimal. Hal ini mengindikasikan perlunya peningkatan dalam sistem monitoring suhu untuk menjaga mutu dan stabilitas obat.
RISDA LISTIANI KHAIR
2026 · Book · Open Access
VINA EKADINI YUNITA SARI
2026 · Book · Open Access
JUNI SITUMEANG
2026 · Book · Open Access
Penyakit infeksi masih menjadi permasalahan kesehatan yang sering terjadi di masyarakat, salah satunya disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Meskipun Escherichia coli merupakan flora normal di saluran pencernaan, beberapa strain bersifat patogen dan dapat menyebabkan berbagai penyakit infeksi. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional sebagai terapi infeksi dapat menimbulkan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Kondisi ini mendorong perlunya alternatif pengobatan berbahan alam yang memiliki aktivitas antibakteri. Daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung metabolit sekunder flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirsak terhadap bakteri Escherichia coli dengan metode difusi cakram dan sumuran. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan artikel ilmiah, kemudian melakukan telaah dan analisis data yang selanjutnya diringkas hingga diperoleh data utama. Data tersebut kemudian disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel, dan pada tahap akhir dilakukan penarikan kesimpulan tentang aktivitas antibakteri ekstrak daun sirsak. Hasil penelitian diperoleh, bahwa ekstrak etanol daun sirsak dengan metode difusi sumuran memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 0,5% dan 1% kategori hambatan kuat. Sedangkan dengan metode difusi cakram, ekstrak daun sirsak pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan100% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan kategori hambatan sedang.
MEGAWATI
2026 · Book · Open Access
ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 adalah penyakit kronis yang sering sulit dikontrol hanya dengan satu obat. Jika satu obat (monoterapi) saja tidak berhasil, maka pasien biasanya perlu kombinasi dua atau lebih obat hipoglikemik oral (OHO). Studi literatur ini bertujuan untuk melihat seberapa efektif berbagai kombinasi OHO dalam mengontrol gula darah pada pasien Diabetes Mellitus. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Analisa data dilakukan dengan metode analisa deskriptif yaitu dengan menggambarkan hasil kumpulan jurnal tentang efektivitas gabungan obat hipoglikemik oral pada pasien Diabetes Mellitus berupa data karakteristik berdasarkan jenis kelamin, usia, hasil lab, dan lama rawat inap. Berdasarkan hasil studi literatur dari kedua jurnal menunjukkan bahwa Metformin dan Acarbose memberikan hasil klinis yang lebih efisien rata-rata rawat inap 7 hari dibandingkan kombinasi Metformin dan Glibenklamid yang memerlukan durasi perawatan lebih lama 10 hari.
DARNAINI
2026 · Book · Open Access
GUSTINA
2026 · Book · Open Access
AKBAR RISKA SAPUTRA
2026 · Book · Open Access
Pandemi coronavirus disease 19 (COVID-19) yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) telah menimbulkan tantangan besar bagi sistem kesehatan dunia, termasuk di Indonesia. Favipiravir merupakan antivirus spektrum luas yang digunakan sebagai salah satu terapi untuk pasien COVID-19 ringan hingga sedang. Namun, rasionalitas penggunaannya masih menimbulkan perdebatan, khususnya terkait variasi dosis, indikasi, serta kesesuaian dengan pedoman nasional. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan rasionalitas penggunaan favipiravir pada pasien COVID-19 di Rumah Sakit Kalimantan Timur berdasarkan studi literatur. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini adalah membandingkan rasionalitas penggunaan favipiravir di dua rumah sakit di Kalimantan Timur, yaitu RS Dirgahayu Samarinda dan RSUD Harapan Insan Sendawar Kabupaten Kutai Barat. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran tentang data-data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa gambaran rasionalitas penggunaan favipiravir di rumah sakit. Hasil penelitian dari dua literatur yang dibandingkan yaitu penggunaan favipiravir pada kedua rumah sakit telah memenuhi kriteria tepat pasien, tepat diagnosis, dan tepat obat dengan persentase 100%. Namun demikian, masih ditemukan ketidaksesuaian pada aspek tepat dosis, tepat interval waktu pemberian, dan tepat lama pemberian, khususnya di RSUD Harapan Insan Sendawar dengan ketepatan dosis sebesar 50,84% dan ketepatan lama pemberian sebesar 61,01%. Luaran klinis pasien menunjukkan hasil yang cukup baik, ditandai dengan konversi hasil pemeriksaan PCR, TCM, dan antigen menjadi negatif pada sebagian besar pasien. Kesimpulan dari studi literatur ini ialah penggunaan favipiravir pada pasien COVID-19 di dua rumah sakit tersebut secara umum telah rasional, namun masih diperlukan peningkatan kepatuhan terhadap pedoman terutama pada aspek dosis, interval, dan lama pemberian untuk mengoptimalkan efektivitas terapi COVID-19.
NIA AGUSTIANTI
2026 · Book · Open Access
Penyalahgunaan narkotika dan psikotropika merupakan masalah serius yang menuntut pengelolaan ketat di fasilitas pelayanan kesehatan, terutama dalam aspek penyimpanan dan pelaporan. Pemerintah telah menetapkan regulasi serta sistem pelaporan elektronik Sistem Pelaporan Narkotika dan Psikotropika (SIPNAP), namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai ketidaksesuaian dan kendala seperti ketidaksesuaian dengan regulasi, ketidaksesuain data, dan kurangnya tenaga kefarmasian. Oleh karena itu, diperlukan kajian untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai sistem penyimpanan dan pelaporan obat narkotika dan psikotropika. Tujuan Studi literatur ini adalah untuk mengetahui sistem penyimpanan dan pelaporan obat narkotika dan psikotropika berdasarkan kajian literatur. Rancangan yang digunakan merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini adalah membandingnkan sistem penyimpanan dan pelaporan obat narkotika dan psikotropika.Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran kesesuaian pelaksanaan penyimpanan dan pelaporan dengan ketentuan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua rumah sakit yang dikaji telah memenuhi 100% standar penyimpanan umum sesuai Permenkes No. 72 Tahun 2016. Rumah Sakit X Surakarta mencapai tingkat kepatuhan 100% terhadap standar khusus Permenkes No. 5 Tahun 2023, sedangkan RSIA Pasutri memiliki tingkat kepatuhan sebesar 87,5%, dengan beberapa ketidaksesuaian pada penandaan obat mendekati kedaluwarsa, dokumentasi pemegang kunci lemari penyimpanan, serta ketepatan waktu pelaporan melalui SIPNAP.
MUHAMMAD ISMAIL
2026 · Book · Open Access
TITIN YULIANA
2026 · Book · Open Access