Abstrak
Kepatuhan minum obat merupakan faktor penting dalam pengendalian hipertensi karena memengaruhi keberhasilan terapi dan pencegahan komplikasi. Namun, kepatuhan pasien masih rendah akibat kurangnya pemahaman tentang penyakit dan terapi antihipertensi. Edukasi melalui media leaflet dapat menjadi solusi karena menyajikan informasi yang mudah dipahami dan dapat dipelajari kembali secara mandiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi menggunakan media leaflet terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Klinik dan Apotek GP Sehat Kota Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental menggunakan rancangan one group pretest-posttest. Sebanyak 60 pasien hipertensi rawat jalan dipilih sebagai responden melalui teknik accidental sampling. Intervensi dilakukan berupa edukasi langsung mengenai hipertensi, serta pentingnya kepatuhan terapi yang didukung dengan pembagian leaflet. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) versi Bahasa Indonesia sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi mayoritas responden berada pada kategori kepatuhan rendah sebanyak 25 responden (41,7%), diikuti kepatuhan sedang sebanyak 23 responden (38,3%) dan kepatuhan tinggi sebanyak 12 responden (20,0%). Setelah intervensi diberikan, jumlah responden dengan kepatuhan rendah menurun menjadi 6 responden (10,0%), sedangkan kepatuhan sedang meningkat menjadi 26 responden (43,3%) dan kepatuhan tinggi meningkat menjadi 28 responden (46,7%). Hasil analisis Wilcoxon Signed Rank-Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p0,05), yang menandakan adanya peningkatan kepatuhan minum obat yang signifikan setelah pemberian edukasi menggunakan media leaflet. Edukasi menggunakan media leaflet efektif meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Penerapan edukasi berbasis leaflet di fasilitas pelayanan kesehatan dapat dipertimbangkan sebagai salah satu bentuk intervensi untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan hipertensi dan mendukung pengelolaan penyakit kronis secara berkelanjutan.