Abstrak
Face mist berbasis bahan alam memiliki potensi sebagai sediaan perawatan kulit, namun kombinasi humektan yang optimal untuk menghasilkan karakteristik fisik yang baik sekaligus mempertahankan aktivitas antioksidan masih perlu ditentukan. Penelitian ini bertujuan menentukan formula optimum face mist ekstrak daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) dengan variasi konsentrasi gliserin dan propilenglikol serta mengevaluasi aktivitas antioksidannya menggunakan metode ABTS. Penelitian dilakukan melalui determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, skrining fitokimia, formulasi face mist menggunakan desain faktorial dengan bantuan Design Expert 13, evaluasi sifat fisik sediaan, optimasi formula, verifikasi menggunakan One Sample T-Test, dan pengujian aktivitas antioksidan metode ABTS dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak sebesar 19,63% dengan susut pengeringan 8,67%, kadar air 20,17%, serta ekstrak mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan steroid. Formula optimum diperoleh pada kombinasi gliserin 15,5% dan propilenglikol 8% dengan nilai desirability 0,737. Formula tersebut memiliki pH 4,977, viskositas 66,667 cP, daya semprot 5,575 cm, dan waktu kering 3,29 menit. Hasil verifikasi menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil prediksi dan hasil percobaan (p>0,05), sehingga model optimasi dinyatakan valid. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ face mist optimum sebesar 565,85 ± 63,325 ppm, sedangkan vitamin C sebesar 0,5017 ± 0,1872 ppm. Dengan demikian, kombinasi gliserin dan propilenglikol yang diperoleh mampu menghasilkan face mist dengan karakteristik fisik yang memenuhi target optimasi, namun aktivitas antioksidannya masih tergolong sangat lemah.