Abstrak
Radikal bebas merupakan molekul reaktif yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan berperan dalam terjadinya berbagai penyakit degeneratif. Salah satu upaya untuk menangkal radikal bebas adalah dengan memanfaatkan antioksidan yang berasal dari bahan alam. Tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak metanol batang jarak pagar (Jatropha curcas L.) menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol, penetapan susut pengeringan simplisia, penetapan kadar air ekstrak, skrining fitokimia, dan pengujian aktivitas antioksidan secara spektrofotometri UV-Vis. Aktivitas antioksidan ditentukan berdasarkan nilai IC₅₀ yang diperoleh dari persamaan regresi linier antara konsentrasi sampel dan persen inhibisi radikal bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai susut pengeringan simplisia sebesar 10,40%, sedangkan kadar air ekstrak sebesar 17,28%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol batang jarak pagar mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan steroid. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak metanol batang jarak pagar memiliki nilai IC₅₀ sebesar 476,4857 ppm, sedangkan vitamin C sebagai kontrol positif memiliki nilai IC₅₀ sebesar 9,7961 ppm yang termasuk kategori antioksidan sangat kuat. Berdasarkan klasifikasi nilai IC₅₀, ekstrak metanol batang jarak pagar termasuk dalam kategori antioksidan lemah. Dengan demikian, ekstrak metanol batang jarak pagar memiliki kemampuan menangkap radikal bebas DPPH, namun aktivitas antioksidannya masih tergolong lemah sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan potensi aktivitas antioksidannya.