Abstrak
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan teknologi yang digunakan untuk mendukung kelancaran pelayanan kesehatan dengan mengelola informasi secara terintegrasi dan efisien. Instalasi Farmasi RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan telah menerapkan SIMRS untuk mempercepat proses pelayanan dan meningkatkan akurasi pengelolaan data obat. Namun, keberhasilan implementasi SIMRS tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan juga pada sejauh mana sistem tersebut diterima dan digunakan oleh para penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat penerimaan SIMRS di Instalasi Farmasi RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Model ini mencakup lima konstruk utama, yaitu Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness, Attitude Toward Using, Behavioral Intention to Use, dan Actual System Usage. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 110 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa semua variabel dalam model TAM memberikan pengaruh signifikan terhadap penggunaan SIMRS. Kemudahan dan manfaat yang dirasakan merupakan faktor utama yang memengaruhi sikap dan niat pengguna dalam menggunakan sistem. Secara keseluruhan, tingkat penerimaan SIMRS di instalasi farmasi tergolong tinggi, dan sistem ini dinilai mendukung efisiensi pelayanan kefarmasian.