Abstrak
Labu kuning (Cucurbita moschata Duch.) merupakan tanaman yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti β-karoten, flavonoid, dan fenolik, yang berperan penting sebagai antioksidan. Antioksidan berfungsi menetralkan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan memicu penyakit degeneratif. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak labu kuning menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Metode DPPH dipilih karena prosedurnya sederhana, cepat, sensitif, serta mampu memberikan gambaran jelas mengenai kemampuan suatu senyawa dalam meredam radikal bebas stabil. Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah yang relevan dan dianalisis berdasarkan nilai IC50 serta faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas antioksidan. Tahap penelitian meliputi pengumpulan artikel ilmiah, menelaah dan menganalisis data yang kemudian diringkas sehingga diperoleh data utama, penyajian data dilakukan secara deskriptif dalam bentuk tabel, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan tentang aktivitas antioksidan ekstrak labu kuning (Cucurbita moschata Duch.). berdasarkan hasil peelitian yang diperoleh dari data artikel penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak labu kuning (Cucurbita moschata Duch.) memiliki aktivitas antioksidan dengan kategori sangat kuat. Pada ekstrak etanol labu kuning dengan konsentrasi 96% memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 12,13 ppm karena pelarut tersebut bersifat polar, dibandingkan dengan pelarut nheksan yang bersifat non polar dengan nilai IC50 sebesar 30,75 ppm memiliki nilai IC50 yang lebih rendah.