Abstrak
Paparan radikal bebas yang di dapatkan dari aktivitas diluar ruangan sering kali menimbulkan efek buruk bagi tubuh kita, oleh karena itu dibutuhkan antioksidan tambahan yang dapat diperoleh dari buah dan sayur salah satunya buah naga. Studi literatur ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit dan daging buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) menggunakan metode DPPH yang dinyatakan dalam nilai IC50. Studi literatur ini diharapkan dapat menunjukan peluang dari bagian kulit dan buah naga merah yang bisa di kembangkan sebagai sumber bahan alami dalam bidang farmasi, pangan, dan kosmetik. Rancangan penelitian ini merupakan jenis studi literatur, yaitu mengumpulkan data, mempelajari dan menelaah sumber yang terkait lalu membuat kesimpulan. Objek penelitian ini yaitu aktivitas antioksidan ekstrak etanol pada kulit dan daging buah naga merah. Berdasarkan studi literatur yang disajikan dalam bentuk deskirptif menunjukan bahwa ekstrak kulit buah naga merah memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 berkisar 13,99 –14,21 ppm, sedangkan ekstrak daging buah memiliki nilai IC50 lebih tinggi yaitu 65,19–76,39 ppm yang tergolong kuat hingga sedang. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kandungan metabolit sekunder, di mana kulit buah mengandung senyawa bioaktif lebih beragam seperti flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid/steroid yang berperan penting dalam menangkal radikal bebas.