Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2024Versi 1

Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Etanol Daun Petai Belalang (Archidendron clyperia (Jack.) Nielsen) Dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS

Koleksi Perpustakaan•3 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Daun petai belalang (Archidendron clypearia (Jack.) Nielsen) memiliki senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, steroid dan fenol. Senyawa fenol memiliki lebih dari satu gugus fenol (gugus hidroksi) dalam setiap molekulnya dan memiliki sifat antioksidan yang berkhasiat menghambat radikal bebas, menurunkan resiko kanker, penyakit jantung koroner, stroke, inflamasi dan penyakit neuro degeneratif. Tujuan penelitian ini untuk mengtahui kandungan total senyawa fenol pada ekstrak etanol daun petai belalang. Penelitian ini bersifat non eksperimental. Tahapan penelitian ini meliputi determinasi tumbuhan, pengambilan sampel, pembuatan simplisia daun petai belalang, pembuatan ekstrak daun dengan metode maserasi dan menggunakan pelarut etanl 70%, uji skrining fitokimia dan penetapan kadar fenolik secara spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi folin-ciocalteau dan pembanding asam galat. Penetapan kadar fenolik total ditetapkan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi folin-ciocalteau dan asam galat sebagai pembanding. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode deskriptif. Berdasakan hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa metabolit sekunder yaitu, alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan fenol. Hasil rendemen ekstrak etanol daun petai belalang didapatkan sebanyak 18,16%. Sedangkan hasil dari penetapan kadar fenolik total ekstrak etanol daun petai belalang sebesar 23,543±1,0720 mg GAE/g yang menandakan dalam setiap ekstrak etanol daun petai belalang setara dengan 23,543 mg asam galat.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Etanol Daun Petai Belalang (Archidendron clyperia (Jack.) Nielsen) Dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS2024 · oai:ais:library-item:27916