Abstrak
Tumbuhan telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat salah satunya adalah pasak bumi. Pasak bumi yang digunakan sebagai bahan baku obat di masyarakat terdiri atas beberapa jenis, antara lain pasak bumi kuning, merah, dan hitam. Ketiga jenis pasak bumi ini berbeda famili dan jenisnya. Pasak bumi merah dan hitam disebut dengan nama pasak bumi karena mengandung senyawa kimia yang berkhasiat sebagai afrodisiak. Penelusuran pustaka menunjukkan belum ada penelitian tentang kadar flavonoid dari batang pasak bumi kuning, merah dan hitam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid ekstrak etanol batang pasak bumi kuning (Eurycoma longifolia), merah (Rennellia elliptica) dan hitam (Trivalvaria macrophylla) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak etanol batang pasak bumi dan variabel terikat yaitu kadar flavonoid ekstrak etanol batang pasak bumi. Pada penelitian ini juga memiliki variabel kontrol yaitu batang pasak bumi (Kuning, merah dan hitam) dan metode spektrofotometri UV-Vis. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah batang pasak bumi (Kuning, merah dan hitam) diperoleh dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu bagian batang. Ekstraksi pada penelitian ini menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode maserasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu berupa penetapan kadar ekstrak etanol batang pasak bumi berdasarkan metode spektrofotometri UV-Vis. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak etanol batang pasak bumi kuning (Eurycoma longifolia) memiliki kadar flavonoid 3,8689 ± 0,0837%, merah (Rennellia elliptica) memiliki kadar flavonoid 4,2984 ± 0,4069% dan hitam (Trivalvaria macrophylla) memiliki kadar flavonoid 6,3299 ± 0,1453%. Terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar flavonoid total dari ketiga sampel.