Abstrak
Nilai SPF merupakan indikator universal yang menjelaskan keefektifan dari suatu produk atau zat yang dapat bersifat sebagai UV protector, nilai SPF yang tinggi dalam suatu tabir surya, memiliki kemampuan dalam melindungi kulit dari terjadinya sunburn yang semakin besar. Besar atau kecilnya nilai SPF dipengaruhi oleh kandungan antioksidan dari bahan aktif yang digunakan dalam membuat sediaan tabir surya. Senyawa golongan fenol dan flavonoid diketahui memiliki potensi sebagai tabir surya yang tinggi karena didalamnya terkandung gugus kromofor terkonjugasi yang mampu menyerap sinar UV dengan baik. Daun Paku Perisai rawa (Cyclosorus interruptus) merupakan tanaman yang mudah ditemui di Indonesia, daun paku perisai rawa mengandung senyawa metabolit sekunder seperti fenol, flavonoid, alkaloid dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai SPF, aktivitas antiokisidan, kadar fenol dan kadar flavonoid ekstrak etanol daun paku perisai rawa. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Pengujian nilai SPF suatu bahan dilakukan secara in vitro dengan cara menganalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis, pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1- difenil-2-pikrilhidrazil), pengujian fenol dengan metode Folin-Ciocalteau, dan flavonoid menggunakan metode AlCl3. Hasil penelitian menunjukkan metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etanol daun paku perisai rawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Nilai SPF tertinggi terdapat pada konsentrasi 1000 ppm yaitu 15,3934 dan termasuk dalam kategori sedang. Aktivitas antioksidan ektrak etanol daun paku perisai rawa didapatkan IC50 sebesar 5,8859 ±0,1478 dan pembanding kuersetin sebesar 3,3116 ±0,1912, keduanya dikategorikan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Kadar fenol yang dihasilkan yaitu 8,8610% ±0,0783 dan kadar flavonoidnya yaitu 2,7594 % ±0,0592.