Abstrak
Telefarmasi merupakan layanan kefarmasian berbasis teknologi telekomunikasi yang semakin dibutuhkan dalam transformasi pelayanan kesehatan digital. Kesediaan mahasiswa farmasi sebagai calon tenaga kefarmasian untuk menggunakan telefarmasi dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan persepsi mereka terhadap layanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, persepsi, dan perilaku kesediaan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda terhadap penggunaan telefarmasi, serta menganalisis hubungan antara pengetahuan dan persepsi tersebut dengan kesediaan penggunaannya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling dari mahasiswa program studi farmasi yang memenuhi kriteria inklusi, dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring Google Form. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden, dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 550 responden dianalisis, dengan mayoritas memiliki tingkat pengetahuan baik dan kesediaan pada kategori cukup (58,2%) hingga baik (40,2%). Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kesediaan menggunakan telefarmasi (p = 0,104), namun terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dengan kesediaan menggunakan telefarmasi (p 0,001). Kesimpulannya, persepsi mahasiswa berperan lebih dominan dibandingkan pengetahuan dalam menentukan kesediaan menggunakan telefarmasi, sehingga upaya membentuk persepsi positif terhadap telefarmasi perlu menjadi fokus utama dalam mendorong adopsi layanan ini di kalangan calon tenaga kefarmasian. Kata Kunci: telefarmasi, pengetahuan, persepsi, kesediaan, mahasiswa farmasi