Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

STUDI LITERATUR KEPATUHAN PENGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS PADA PASIEN PARU DI PUSKESMAS

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Farmasi (D3)•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Tingginya angka kasus tuberkulosis (TBC) di Indonesia mencapai 1,09 juta kasus tuberkulosis dan 125 ribu kematian per tahun, menuntut adanya evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas program pengobatan, termasuk tingkat kepatuhan penggunaan obat antituberkulosis (OAT) di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Kepatuhan pasien menjadi faktor kunci keberhasilan terapi karena ketidakpatuhan dapat menyebabkan kegagalan pengobatan, kekambuhan, hingga resistensi obat. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat antituberkulosis pada pasien tuberkulosis paru yang menjalani pengobatan di Puskesmas. Rancangan penelitian menggunakan metode studi literatur dengan melakukan penelusuran, penelaahan, dan analisis terhadap artikel ilmiah terkait tuberkulosis paru dan kepatuhan pengobatan. Objek penelitian ini yaitu tingkat kepatuhan pasien tuberkulosis paru pada penggunaan obat antituberkulosis di beberapa Puskesmas Kecamatan Sawangan dan gambaran kepatuhan penggunaan obat antituberkulosis pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Tugu dan Puskesmas Cikedung Kabupaten Indramayu. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan menggambarkan karakteristik pasien serta tingkat kepatuhan berdasarkan hasil temuan kedua jurnal tersebut. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan penggunaan obat antituberkulosis pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas tergolong tinggi, yaitu sebesar 83,3% pada Puskesmas Tugu dan Puskesmas Cikedung serta 86% pada Puskesmas Kecamatan Sawangan. Faktor yang memengaruhi kepatuhan meliputi faktor pasien (pengetahuan dan lupa minum obat), faktor sosial seperti pekerjaan, faktor sosiodemografi, serta dukungan keluarga atau Pengawas Menelan Obat (PMO). Tingkat kepatuhan penggunaan obat antituberkulosis pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas secara umum berada pada kategori tinggi dan berperan penting dalam keberhasilan terapi. Diperlukan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan edukasi pasien, peran tenaga kesehatan, serta dukungan keluarga untuk mempertahankan dan meningkatkan kepatuhan pengobatan. Kata kunci: Tuberkulosis Paru, Obat Antituberkulosis, Kepatuhan, Puskesmas

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1STUDI LITERATUR KEPATUHAN PENGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS PADA PASIEN PARU DI PUSKESMAS2026 · oai:ais:skripsi:1354