Abstrak
Serum pencerah wajah merupakan sediaan kosmetik yang banyak digunakan karena mengandung bahan aktif berkonsentrasi tinggi, salah satunya vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan dan penghambat pembentukan melanin. Namun, tidak semua produk serum wajah yang beredar mencantumkan kandungan vitamin C sesuai dengan klaim pada label kemasannya, sehingga perlu dilakukan analisis kadar vitamin C untuk mengetahui kandungan vitamin C pada produk. Penelitian ini bertujuan menganalisis kadar vitamin C pada produk serum wajah yang beredar di Kelurahan Air Hitam, Samarinda menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif menggunakan teknik purposive sampling. Tahapan pengujian meliputi pembuatan larutan KMnO₄ 1% dan larutan kontrol positif vitamin C untuk uji kualitatif, pembuatan larutan induk vitamin C 1000 ppm, pembuatan larutan seri, penentuan panjang gelombang maksimum, pembuatan kurva kalibrasi, serta penetapan kadar vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa sampel A, B, dan C mengalami perubahan warna dari ungu menjadi coklat yang kemudian memudar setelah penambahan KMnO₄ 1%, sehingga dinyatakan positif mengandung vitamin C. Sebaliknya, sampel D tidak menunjukkan perubahan warna dan tetap berwarna ungu sehingga dinyatakan negatif mengandung vitamin C. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan kadar vitamin C pada sampel A, B, dan C berturut-turut sebesar 4,2903 ± 0,0894%; 4,7105 ± 0,3194%; dan 2,2076 ± 0,2241%, sedangkan pada sampel D vitamin C tidak terdeteksi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tiga dari empat sampel serum wajah yang beredar di toko kosmetik Kelurahan Air Hitam, Samarinda mengandung vitamin C dengan kadar yang bervariasi, sedangkan satu sampel yang mencantumkan vitamin C pada label kemasan tidak terdeteksi mengandung vitamin C. Kata kunci : Vitamin C, kosmetik, serum wajah, spektrofotometri UV-Vis