Abstrak
Apotek sebagai sarana pelayanan kefarmasian dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu, efisien, dan berorientasi pada kepuasan pasien. Pengukuran kinerja apotek yang hanya berfokus pada aspek keuangan belum mampu menggambarkan kinerja secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Apotek Mangkupalas Kota Samarinda menggunakan pendekatan Balanced Scorecard melalui tiga perspektif utama, yaitu perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, serta menganalisis hubungan antar ketiga perspektif tersebut terhadap kinerja apotek. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain deskriptif dan naratif dengan pengambilan data secara ambispektif yaitu dengan menggabungkan data retrospektif (melihat masa lalu) dan data prospektif (mengikuti ke masa depan) pada periode tahun 2023–2025. Data diperoleh melalui observasi dan kuesioner kepada pelanggan dan karyawan Apotek Mangkupalas. Indikator yang digunakan meliputi kepuasan dan pertumbuhan pelanggan, ketersediaan obat, kelengkapan label, waktu dispensing, kepuasan karyawan, pengadaan obat, serta mutu karyawan. Data dianalisis secara univariat, dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman.