Abstrak
Nanopartikel perak (AgNP) merupakan nanopartikel yang memiliki sifat yang stabil dan potensial serta banyak menarik perhatian karena aplikasinya yang banyak diteliti sebagai agen antibakteri. Metode sintesis nanopartikel perak umumnya menggunakan bahan kimia berbahaya dan mencemari lingkungan, sehingga banyak dikembangkan sintesis nanopartikel dari ekstrak tanaman (green synthesis). Penggunaan ekstrak tanaman sebagai bioreduktor berkaitan dengan kandungan senyawa dalam tanaman yang berperan sebagai agen pereduksi. Review ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik nanopartikel perak yang dihasilkan menggunakan agen pereduksi ekstrak tanaman dan mengetahui diameter zona hambat sebagai antibakteri dari nanopartikel perak yang dihasilkan. Pengumpulan literatur dengan mengandalkan pencarian pustaka secara daring menggunakan basis data Google Scholar, Science Direct, PubMed, dan Research Gate. Literatur yang dipilih berkaitan dengan topik nanopartikel perak menggunakan ekstrak tanaman sebagai bioreduktor dan aktivitas antibakterinya serta merupakan publikasi 10 tahun terakhir. Penyusunan review dilakukan dengan pembuatan kerangka atau outline untuk review yang akan ditulis. Kerangka ini mencakup pendahuluan, nanopartikel perak, ekstrak tanaman sebagai bioredeuktor, karakterisasi nanopartikel perak, aktivitas antibakteri, serta kesimpulan dan perspektif masa depan. Berdasarkan review yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa ekstrak tanaman yang digunakan sebagai bioreduktor menghasilkan karakteristik ukuran nanopartikel perak yang berbeda-beda berkisar antara 15-500 nm serta menunjukkan adanya diameter zona hambat pada bakteri Gram negatif dan Gram positif. Selain itu, ukuran nanopartikel perak juga berkorelasi positif dengan diameter zona hambat pertumbuhan bakteri, di mana semakin kecil ukuran nanopartikel, semakin besar pula zona hambat yang teramati.