Abstrak
Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) seringkali disertai dengan penyakit penyerta (komorbiditas) yang menuntut penggunaan terapi polifarmasi dan berpotensi memicu terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada pasien rawat jalan DMT2 di Poli Penyakit Dalam RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong periode Juli-Desember 2025. Penelitian observasional deskriptif ini menggunakan metode pengumpulan data secara retrospektif melalui rekam medis pasien. Sebanyak 293 data rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi dievaluasi menggunakan aplikasi Drugs.com® untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan minor, moderate, dan major. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 229 dari 293 lembar resep (78,16%) berpotensi mengalami interaksi obat, dengan total mencapai 677 kejadian interaksi. Kategori keparahan didominasi oleh interaksi moderate sebanyak 602 kejadian (88,92%), diikuti interaksi minor sebanyak 62 kejadian (9,16%), dan interaksi major sebanyak 13 kejadian (1,92%). Kombinasi pasangan obat yang paling sering memicu interaksi pada kategori moderate adalah metformin dan glimepirid (84 kejadian), pada kategori major didominasi oleh spironolakton dan candesartan (7 kejadian).