BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) merupakan tumbuhan yang sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia secara alami sebagai tanaman kaya antioksidan, namun pemanfaatan dari kulit buah naga merah belum sepenuhnya dimaksimalkan. Kulit buah naga merah dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengobati diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Penarikan senyawa serta aktivitas biologis dari suatu tanaman dapat dipengaruhi oleh metode ekstraksi yang digunakan. Metode seduhan dan maserasi dipilih karena merupakan metode yang mudah, murah serta lebih aplikatif digunakan masyarakat. Ekstrak etanol dan seduhan kulit buah naga merah memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, terpenoid dan proantosianidin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kadar proantosianidin ekstrak etanol dan seduhan kulit buah naga merah dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan determinasi, pengumpulan kulit buah naga merah, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 95%, pembuatan seduhan, dan penetapan kadar proantosianidin menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pembanding katekin. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar pada ekstrak sebesar 7,47 mgCE/ g ± 0,18 dan pada seduhan didapatkan hasil sebesar 6,33 mgCE/g ± 0,21667. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kadar proantosianidin pada ekstrak lebih besar dibanding pada seduhan. Hasil analisis data secara statistik kadar proantosianidin menggunakan uji Independent Sample Test menunjukkan nilai P 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara ekstrak dan seduhan kulit buah naga merah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) merupakan tumbuhan yang sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia secara alami sebagai tanaman kaya antioksidan, namun pemanfaatan dari kulit buah naga merah belum sepenuhnya dimaksimalkan. Kulit buah naga merah dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengobati diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Penarikan senyawa serta aktivitas biologis dari suatu tanaman dapat dipengaruhi oleh metode ekstraksi yang digunakan. Metode seduhan dan maserasi dipilih karena merupakan metode yang mudah, murah serta lebih aplikatif digunakan masyarakat. Ekstrak etanol dan seduhan kulit buah naga merah memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, terpenoid dan proantosianidin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kadar proantosianidin ekstrak etanol dan seduhan kulit buah naga merah dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan determinasi, pengumpulan kulit buah naga merah, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 95%, pembuatan seduhan, dan penetapan kadar proantosianidin menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pembanding katekin. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar pada ekstrak sebesar 7,47 mgCE/ g ± 0,18 dan pada seduhan didapatkan hasil sebesar 6,33 mgCE/g ± 0,21667. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kadar proantosianidin pada ekstrak lebih besar dibanding pada seduhan. Hasil analisis data secara statistik kadar proantosianidin menggunakan uji Independent Sample Test menunjukkan nilai P 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara ekstrak dan seduhan kulit buah naga merah.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Studi ini bertujuan untuk membandingkan strategi pengembangan instalasi farmasi di RSUD Datoe Binangkang Kabupaten Bolaang Mongondow, RSUD dr. Harjono Ponorogo, dan RSUD Sayang Rakyat Makassar. Rumah sakit adalah lembaga pelayanan publik yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan yang dituntut untuk menyediakan layanan yang tepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Satu-satunya divisi rumah sakit yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan dan pengendalian seluruh sediaan farmasi serta perbekalan kesehatan lain yang beredar dan digunakan di rumah sakit adalah instalasi farmasi rumah sakit (IFRS). Seiring dengan bertambah tingginya tuntutan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, maka instalasi farmasi rumah sakit perlu membuat strategi-strategi dengan melakukan analisis lingkungan baik internal maupun eksternal yang dikenal dengan analisis SWOT. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari dua jurnal penelitian. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah literatur ilmiah yang terkait.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan untuk membandingkan strategi pengembangan instalasi farmasi di RSUD Datoe Binangkang Kabupaten Bolaang Mongondow, RSUD dr. Harjono Ponorogo, dan RSUD Sayang Rakyat Makassar. Rumah sakit adalah lembaga pelayanan publik yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan yang dituntut untuk menyediakan layanan yang tepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Satu-satunya divisi rumah sakit yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan dan pengendalian seluruh sediaan farmasi serta perbekalan kesehatan lain yang beredar dan digunakan di rumah sakit adalah instalasi farmasi rumah sakit (IFRS). Seiring dengan bertambah tingginya tuntutan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, maka instalasi farmasi rumah sakit perlu membuat strategi-strategi dengan melakukan analisis lingkungan baik internal maupun eksternal yang dikenal dengan analisis SWOT. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari dua jurnal penelitian. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah literatur ilmiah yang terkait.