Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: CLARYSKA APYLINA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

OPTIMASI SEDIAAN SABUN CAIR ANTIBAKTERI EKSTRAK MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (Ocimum x africanum L.) DENGAN VARIASI SLS DAN ASAM STEARAT

2026•Koleksi Perpustakaan

Sabun cair merupakan sediaan pembersih yang banyak digunakan karena praktis dan higienis. Penggunaan bahan antibakteri sintetis dalam sabun cair berpotensi menimbulkan efek samping seperti iritasi, sehingga diperlukan alternatif bahan alami. Minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum L) diketahui memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan sabun cair antibakteri yang mengandung minyak atsiri daun kemangi dengan variasi konsentrasi Sodium Lauryl Sulfat (SLS) dan asam stearat, serta mengetahui aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental kuantitatif dengan metode desain faktorial menggunakan dua faktor, yaitu konsentrasi SLS dan asam stearat pada dua level sehingga diperoleh empat formula yang mengandung minyak atsiri daun kemangi sebesar 4%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, serta uji tinggi busa. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak Desain Expert 13 untuk memperoleh formula optimum, kemudian dilakukan verifikasi dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi SLS dan asam stearat berpengaruh signifikan terhadap karakteristik fisik sediaan, meliputi pH, viskositas, dan tinggi busa (p0,05). Formula optimum diperoleh pada komposisi SLS 5,50 g dan asam stearat 3 g dengan hasil evaluasi pH 9,17, viskositas 458,33 cPs, dan tinggi busa 83 mm yang telah memenuhi persyaratan mutu sabun cair. Formula optimum juga menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 8,06 mm yang termasuk dalam kategori daya hambat sedang.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMASI SEDIAAN SABUN CAIR ANTIBAKTERI EKSTRAK MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (Ocimum x africanum L.) DENGAN VARIASI SLS DAN ASAM STEARAT

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sabun cair merupakan sediaan pembersih yang banyak digunakan karena praktis dan higienis. Penggunaan bahan antibakteri sintetis dalam sabun cair berpotensi menimbulkan efek samping seperti iritasi, sehingga diperlukan alternatif bahan alami. Minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum L) diketahui memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan sabun cair antibakteri yang mengandung minyak atsiri daun kemangi dengan variasi konsentrasi Sodium Lauryl Sulfat (SLS) dan asam stearat, serta mengetahui aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental kuantitatif dengan metode desain faktorial menggunakan dua faktor, yaitu konsentrasi SLS dan asam stearat pada dua level sehingga diperoleh empat formula yang mengandung minyak atsiri daun kemangi sebesar 4%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, serta uji tinggi busa. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak Desain Expert 13 untuk memperoleh formula optimum, kemudian dilakukan verifikasi dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi SLS dan asam stearat berpengaruh signifikan terhadap karakteristik fisik sediaan, meliputi pH, viskositas, dan tinggi busa (p0,05). Formula optimum diperoleh pada komposisi SLS 5,50 g dan asam stearat 3 g dengan hasil evaluasi pH 9,17, viskositas 458,33 cPs, dan tinggi busa 83 mm yang telah memenuhi persyaratan mutu sabun cair. Formula optimum juga menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 8,06 mm yang termasuk dalam kategori daya hambat sedang.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail