UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MADU HUTAN DAN MADU BUDIDAYA KALIMANTAN UTARA KABUPATEN MALINAU DENGAN METODE ABTS (2,2-Asinobis 3-ethyl benzothiazoline 6-sulfonic Acid)
Madu merupakan cairan alami yang memiliki rasa manis yang dihasilkan oleh lebah dan memiliki potensi sebagai antioksidan.Madu hutan dihasilkan oleh lebah liar Apis dorsata sedangkan madu budidaya dihasilkan oleh lebah Apis cerana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada madu hutan dan madu budidaya Kalimantan Utara kabupaten Malinau dengan metode ABTS (2,2-Asinobis 3-ethyl benzothiazoline 6-sulfonic Acid). Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Objek yang diteliti adalah madu hutan dan madu budidaya. Penelitian ini meliputi determinasi hewan, ekstraksi, uji kadar air, skrinning fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dengan metode ABTS (2,2-Asinobis 3- ethyl benzothiazoline 6-sulfonic Acid) secara spektrofotometri UV-Vis dengan pembanding vitamin C. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif, data kualitatif diperoleh dari skrining fitokimia madu hutan dan madu budidaya dan data kuantitatif disajikan dalam bentuk narasi dan tabel, analisis data menggunakan independent t-test pada Microsoft Excel. Hasil penelitian skrinning fitokimia yang terdapat pada ekstrak madu hutan dan madu budidaya ialah flavonoid dan tanin. Aktivitas antioksidan pada vitamin C sebesar 0,5968 ppm termasuk kategori sangat kuat. Ekstrak madu hutan didapatkan nilai IC50 sebesar 55,7451 ppm dan pada ekstrak madu budidaya IC50 sebesar 75,5317 ppm dan dapat disimpulkan antioksidan ekstrak madu hutan dan madu budidaya termasuk kategori kuat. Analisis data pada ekstrak madu hutan dan madu budidaya homogen dan normal dan dilanjutkan uji Independent t-test: Two-Sample Assuming Equal Variances didapatkan hasil p-value yaitu 0,1805 (p > 0,05) (tidak ada perbedaan yang signifikan).