Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: MIELSYA MAULIDA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FENOL TOTAL EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) DENGAN PERBEDAAN KONSENTRASI PELARUT

2024•Koleksi Perpustakaan

Temu putih (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) merupakan salah satu genus Curcuma yang banyak digunakan sebagai obat. Temu Putih memiliki aktivitas aktioksidan karena mengandung senyawa fenolik. Senyawa fenolik merupakan hasil metabolit sekunder dari tanaman dengan kombinasi antara mono dan polisakarida yang berikatan dengan satu atau lebih gugus fenolik, atau sebagai turunan ester atau metil ester. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenol total dari ekstrak etanol rimpang temu putih dengan perbedaan konsentrasi pelarut menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Objek yang diteliti pada penelitian ini adalah kadar fenol total ekstrak etanol rimpang temu putih dengan perbedaan konsentrasi pelarut menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Variabel bebas pada penelitian ini adalah pelarut etanol dengan konsentrasi 30%, 50%, dan 70% dan variabel terikat yaitu kadar fenol total ekstrak rimpang temu putih. Pada penelitian ini juga memiliki variabel kontrol yaitu rimpang temu putih dan spektrofotometri UV-Vis. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah rimpang temu putih dengan teknik sampling yaitu purposive sampling. Bagian yang diambil dari temu putih adalah bagian rimpang yang telah cukup umur 11 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rimpang temu putih mengandung senyawa metabolit sekunder berupa fenolik, alkaloid, flavonoid , saponin, dan terpenoid. Berdasarkan hasil penetapan kadar fenol total ekstrak temu putih dengan perbedaan konsentrasi pelarut etanol 30%, 50%, dan 70% diperoleh masing-masing kadar sebesar 23,4477±0,9827 mg GAE/g, 32,2464±1,3022 mg GAE/g, dan 51,6880±0,4948 mg GAE/g. Hasil analisis statistik diperoleh data normal dan homogen sehingga digunakan uji one way anova dengan hasil nilai p value (0,00) (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kadar fenol total dari ketiga sampel.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FENOL TOTAL EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) DENGAN PERBEDAAN KONSENTRASI PELARUT

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Temu putih (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) merupakan salah satu genus Curcuma yang banyak digunakan sebagai obat. Temu Putih memiliki aktivitas aktioksidan karena mengandung senyawa fenolik. Senyawa fenolik merupakan hasil metabolit sekunder dari tanaman dengan kombinasi antara mono dan polisakarida yang berikatan dengan satu atau lebih gugus fenolik, atau sebagai turunan ester atau metil ester. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenol total dari ekstrak etanol rimpang temu putih dengan perbedaan konsentrasi pelarut menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Objek yang diteliti pada penelitian ini adalah kadar fenol total ekstrak etanol rimpang temu putih dengan perbedaan konsentrasi pelarut menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Variabel bebas pada penelitian ini adalah pelarut etanol dengan konsentrasi 30%, 50%, dan 70% dan variabel terikat yaitu kadar fenol total ekstrak rimpang temu putih. Pada penelitian ini juga memiliki variabel kontrol yaitu rimpang temu putih dan spektrofotometri UV-Vis. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah rimpang temu putih dengan teknik sampling yaitu purposive sampling. Bagian yang diambil dari temu putih adalah bagian rimpang yang telah cukup umur 11 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rimpang temu putih mengandung senyawa metabolit sekunder berupa fenolik, alkaloid, flavonoid , saponin, dan terpenoid. Berdasarkan hasil penetapan kadar fenol total ekstrak temu putih dengan perbedaan konsentrasi pelarut etanol 30%, 50%, dan 70% diperoleh masing-masing kadar sebesar 23,4477±0,9827 mg GAE/g, 32,2464±1,3022 mg GAE/g, dan 51,6880±0,4948 mg GAE/g. Hasil analisis statistik diperoleh data normal dan homogen sehingga digunakan uji one way anova dengan hasil nilai p value (0,00) (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kadar fenol total dari ketiga sampel.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail