ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan industri farmasi di Indonesia membawa perubahan signifikan dalam perilaku konsumsi obat di masyarakat, terutama pada pemilihan antara obat tradisional dan obat sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan preferensi konsumen dalam memilih obat tradisional dan obat sintetik di Apotek Kimia Farma 760 Balikpapan serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya, yaitu faktor ekonomi, sosial, budaya, dan psikologs. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif komparatif dengan pendekatan survei deskriptif. Objek yang akan diteliti adalah konsumen yang melakukan pembelian obat di Apotek Kimia Farma 760 Balikpapan. Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner online menggunakan google form kepada 358 responden yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan statistik deskriptif untuk menentukan adanya perbedaan signifikan antara kedua jenis obat berdasarkan faktor-faktor yang diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden lebih memilih obat sintetik dibandingkan obat tradisional. Faktor sosial merupakan faktor yang paling dominan dalam memengaruhi preferensi konsumen.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Studi ini bertujuan untuk mengetahui hasil skrining fitokimia ekstrak etanol kulit bawang merah. Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan herba tahunan dari famili Liliaceae yang banyak tumbuh hampir di seluruh penjuru dunia. Kulit tumbuhan bawang merah banyak digunakan sebagai obat untuk penyakit-penyakit seperti batuk, haid tidak teratur, kencing manis, dan demam pada anak-anak. Skrining fitokimia merupakan langkah awal untuk mengetahui bahan aktif yang merupakan metabolit sekunder pada tumbuhan. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Objek penelitian adalah hasil skrining fitokimia ekstrak etanol kulit bawang merah. Tahap penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis desktiptif, berupa hasil skrining fitokimia ekstrak etanol kulit bawang merah (Allium cepa L.). Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit bawang merah positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, fenolik, dan terpenoid.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan untuk mengetahui hasil skrining fitokimia ekstrak etanol kulit bawang merah. Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan herba tahunan dari famili Liliaceae yang banyak tumbuh hampir di seluruh penjuru dunia. Kulit tumbuhan bawang merah banyak digunakan sebagai obat untuk penyakit-penyakit seperti batuk, haid tidak teratur, kencing manis, dan demam pada anak-anak. Skrining fitokimia merupakan langkah awal untuk mengetahui bahan aktif yang merupakan metabolit sekunder pada tumbuhan. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Objek penelitian adalah hasil skrining fitokimia ekstrak etanol kulit bawang merah. Tahap penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis desktiptif, berupa hasil skrining fitokimia ekstrak etanol kulit bawang merah (Allium cepa L.). Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit bawang merah positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, fenolik, dan terpenoid.