Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Penulis: SELA SAFITRI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH METODE PENGERINGAN SIMPLISIA BIJI BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill) TERHADAP KADAR PROANTOSIANIDIN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2023•Koleksi Perpustakaan

Biji alpukat memiliki kandungan zat yang bermanfaat bagi tubuh yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengobati sakit gigi, maag kronis, hipertensi dan diabetes melitus. Ekstrak etanol biji alpukat (Persea Americana Mill.) memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan proantosianidin. Pemanfaatan biji dapat dilakukan dengan mengolahnya menjadi simplisia, salah satu faktor yang dapat mempengaruhi simplisia adalah proses pengeringan guna mendapatkan simplisia yang bermutu. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh metode pengeringan simplisia menggunakan oven suhu 60oC dan sinar matahari pada biji buah alpukat terhadap kadar proantosianidin secara spektrofotometri UV- Vis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan pengumpulan biji buah alpukat yang diperoleh dari kebun alpukat Desa Berambai kota Samarinda, pengolahan simplisia dengan variasi metode pengeringan, pembuatan ekstrak dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 95%, skrining fitokimia, dan penetapan kadar proantosianidin menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pembanding katekin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji buah alpukat mengandung sejumlah besar alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, proantosianidin, dan steroid/triterpenoid. Ekstrak diuji secara kuantitatif dengan spektrofotometer didapatkan panjang gelombang maksimum katekin adalah 499 nm. Kurva baku katekin adalah : y = 0,04903x + 0,42133 nilai r hitung = 0,99257. Berdasarkan hasil penelitian pada ekstrak etanol biji alpukat, pengeringan dengan metode sinar matahari memiliki kadar proantosianidin yang lebih tinggi dibandingkan dengan kadar proantosianidin dengan pengeringan metode oven. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pengeringan yang berbeda dapat mempengaruhi kadar proantosianidin pada ekstrak.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH METODE PENGERINGAN SIMPLISIA BIJI BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill) TERHADAP KADAR PROANTOSIANIDIN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Biji alpukat memiliki kandungan zat yang bermanfaat bagi tubuh yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengobati sakit gigi, maag kronis, hipertensi dan diabetes melitus. Ekstrak etanol biji alpukat (Persea Americana Mill.) memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan proantosianidin. Pemanfaatan biji dapat dilakukan dengan mengolahnya menjadi simplisia, salah satu faktor yang dapat mempengaruhi simplisia adalah proses pengeringan guna mendapatkan simplisia yang bermutu. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh metode pengeringan simplisia menggunakan oven suhu 60oC dan sinar matahari pada biji buah alpukat terhadap kadar proantosianidin secara spektrofotometri UV- Vis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan pengumpulan biji buah alpukat yang diperoleh dari kebun alpukat Desa Berambai kota Samarinda, pengolahan simplisia dengan variasi metode pengeringan, pembuatan ekstrak dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 95%, skrining fitokimia, dan penetapan kadar proantosianidin menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pembanding katekin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji buah alpukat mengandung sejumlah besar alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, proantosianidin, dan steroid/triterpenoid. Ekstrak diuji secara kuantitatif dengan spektrofotometer didapatkan panjang gelombang maksimum katekin adalah 499 nm. Kurva baku katekin adalah : y = 0,04903x + 0,42133 nilai r hitung = 0,99257. Berdasarkan hasil penelitian pada ekstrak etanol biji alpukat, pengeringan dengan metode sinar matahari memiliki kadar proantosianidin yang lebih tinggi dibandingkan dengan kadar proantosianidin dengan pengeringan metode oven. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pengeringan yang berbeda dapat mempengaruhi kadar proantosianidin pada ekstrak.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT PREDNISON PADA JAMU REMATIK DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STUDI LITERATUR IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT PREDNISON PADA JAMU REMATIK DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS ABSTRAK Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi bahan kimia obat prednison pada jamu rematik dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Prednison merupakan obat golongan kortikosteroid, yang digunakan sebagai obat rematik yang bertujuan untuk menghilangkan rasa nyeri secepat mungkin. Berdasarkan hasil penemuan BPOM pada tahun 2016 ditemukan 43 obat tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) salah satunya prednison. Adapun tahapan penelitian yaitu: melakukan kompilasi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dituangkan dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi, dan tinjauan ulang data yang didapat menghasilkan kesimpulan yang benar. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul dengan cara membandingkan literatur. Hasil identifikasi BKO pada jamu rematik dengan metode KLT khususnya daerah Makassar dari 5 sampel jamu terdapat 1 sampel, untuk daerah Pekalongan dari 2 sampel jamu terdapat 1 sampel, sedangkan daerah Karawang Barat dari 10 sampel jamu yang di uji terdapat 6 sampel jamu yang mengandung prednison.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT PREDNISON PADA JAMU REMATIK DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS

2021•Koleksi Perpustakaan

STUDI LITERATUR IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT PREDNISON PADA JAMU REMATIK DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS ABSTRAK Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi bahan kimia obat prednison pada jamu rematik dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Prednison merupakan obat golongan kortikosteroid, yang digunakan sebagai obat rematik yang bertujuan untuk menghilangkan rasa nyeri secepat mungkin. Berdasarkan hasil penemuan BPOM pada tahun 2016 ditemukan 43 obat tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) salah satunya prednison. Adapun tahapan penelitian yaitu: melakukan kompilasi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dituangkan dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi, dan tinjauan ulang data yang didapat menghasilkan kesimpulan yang benar. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul dengan cara membandingkan literatur. Hasil identifikasi BKO pada jamu rematik dengan metode KLT khususnya daerah Makassar dari 5 sampel jamu terdapat 1 sampel, untuk daerah Pekalongan dari 2 sampel jamu terdapat 1 sampel, sedangkan daerah Karawang Barat dari 10 sampel jamu yang di uji terdapat 6 sampel jamu yang mengandung prednison.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail