Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: Suriadi
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Kajian Pengelolaan Pesisir Berbasis Ekowisata di Kepulauan Karimunjawa

2023•Koleksi Perpustakaan

Kepulauan Karimunjawa memiliki kekayaan sumber daya alam yang dapat dikembangkan sebagai kawasan pariwisata. Keanekaragaman biodiversitas menjadi faktor utama dalam pengembangan kawasan pariwisata. Biodiversitas berbagai jenis terumbu karang, lamun, dan mangrove yang terdapat di Kepulauan Karimunjawa mengindikasikan bahwa Kepulauan Karimunjawa mampu memberikan nuansa baru dalam berwisata di pulau kecil. Indikator keberhasilan pembangunan di Kepulauan Karimunjawa dapat diketahui melalui rona lingkungan yang baik dan menarik, meliputi lingkungan biotik, abiotik, dan kultur. Identifikasi terkait biodiversitas laut maupun darat di Kepulauan Karimunjawa menjadi hal utama yang harus dilakukan dalam pengelolaan kegiatan pariwisata. Daya tarik utama berada pada keberagaman ekosistem yang dimiliki oleh Kepulauan Karimunjawa. Berbagai jenis wisata yang berkembang ialah kegiatan wisata bahari dan wisata pantai. Wisata bahari meliputi kegiatan snorkeling dan menyelam untuk melihat berbagai biota bawah laut, seperti berbagai jenis terumbu karang dan ikan. Kegiatan wisata pantai meliputi rekreasi pantai dan berperahu untuk melihat keindahan pemandangan di pantai, seperti sunset di sore hari. Pembangunan kegiatan ekowisata di Kepulauan Karimunjawa tidak terlepas dari berbagai permasalahan yang muncul, yaitu pemanfaatan sumber daya alam pesisir yang semakin tinggi sehingga menimbulkan degradasi lingkungan pesisir. Degradasi lingkungan terjadi karena pemanfaatan sumber daya yang melebihi daya dukungnya. Analisis daya dukung digunakan sebagai pembatas dalam pemanfaatan sumber daya agar tidak merusak lingkungan dan kelestariannya tetap terjaga. Pengembangan berbagai objek wisata di Kepulauan Karimunjawa harus memperhatikan berbagai parameter fisik agar sesuai dengan kemampuan lahan dan tidak melampaui daya dukung lingkungannya. Konsep daya dukung, yaitu kemampuan suatu kawasan wisata untuk menerima jumlah maksimum pengunjung sehingga dalam pengembangan objek wisata tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Analisis daya dukung terhadap akomodasi dan kondisi pangan menjadi penting akibat tren pengunjung Kepulauan Karimunjawa yang semakin tinggi.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Kajian Daya Dukung dan Ekosistem Pulau Kecil

2023•Koleksi Perpustakaan

Buku ini merupakan pengembangan dari laporan akhir Kuliah Kerja Lapangan MPPDAS Fakultas Geografi Tahun 2015 di Pulau Pari, Provinsi DKI Jakarta. Buku ini membahas tentang rona lingkungan di Pulau Pari yang dibedakan menjadi rona lingkungan abiotik, biotik, dan sosial budaya. Lingkungan abiotik meliputi kondisi iklim, karakteristik pantai, kondisi air tawar, dan penggunaan lahan. Lingkungan biotik meliputi ekosistem mangrove, terumbu karang, padang lamun, semak belukar, tanaman perdu, pantai, dan laut. Lingkungan sosial budaya meliputi kebersihan lingkungan, mata pencaharian, pendidikan, dan kesehatan. Kondisi biodiversitas di Pulau Pari beragam dan berdasarkan tingkatannya dibedakan menjadi biodiversitas ekosistem dan biodiversitas spesies. Kesesuaian aspek fisik terhadap pengembangan objek wisata di Pulau Pari tergolong cukup sesuai untuk wisata bahari dan wisata pantai. Deskripsi mengenai rona lingkungan dan keragaman biodiversitas di Pulau Pari menggambarkan potensi sumber daya yang merupakan aspek utama dalam pembangunan di pulau, terutama kegiatan pembangunan pariwisata. Analisis kesesuaian aspek fisik untuk pengembangan objek wisata mampu menyajikan informasi terkait parameter fisik yang sesuai dan cocok untuk kegiatan wisata, baik wisata bahari maupun wisata pantai.] [UGM Press, UGM, Gadjah Mada University Press]

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail