ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyimpanan obat di puskesmas merupakan aspek penting dalam pengelolaan sediaan farmasi karena sangat menentukan mutu, keamanan, stabilitas, dan ketersediaan obat dalam pelayanan kesehatan. Apabila penyimpanan tidak dilakukan sesuai standar, maka dapat timbul berbagai masalah seperti penurunan kualitas obat, kerusakan fisik maupun kimia, obat kedaluwarsa, pemborosan anggaran, serta terganggunya kelancaran pelayanan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesesuaian penyimpanan obat di Puskesmas Kecamatan Tenggarong Seberang dan Kecamatan Loa Kulu berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional cross-sectional yang dilakukan pada bulan Juni 2026 di empat puskesmas, yaitu Puskesmas Teluk Dalam, Puskesmas Separi III, Puskesmas Loa Kulu, dan Puskesmas Jonggon. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling terhadap seluruh sistem dan fasilitas penyimpanan obat yang diamati. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan tenaga kefarmasian, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara univariat dengan menghitung persentase kesesuaian berdasarkan skala Guttman, kemudian disajikan dalam bentuk tabel, persentase, dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpanan obat di keempat puskesmas berada pada kategori sangat baik, dengan nilai kesesuaian Puskesmas Teluk Dalam 88,57%, Puskesmas Separi III 88,57%, Puskesmas Loa Kulu 85,71%, dan Puskesmas Jonggon 82,86%. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian, seperti belum optimalnya ventilasi ruang penyimpanan, belum tersedianya safety stock, adanya kebocoran pada atap atau plafon, serta belum adanya prosedur rotasi antibiotik yang spesifik. Temuan ini menunjukkan bahwa secara umum penyimpanan obat telah sesuai standar, namun masih diperlukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan agar pengelolaan obat lebih efektif, efisien, dan mampu mendukung mutu pelayanan kefarmasian secara optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui profil penyimpanan obat gudang instalasi farmasi rumah sakit. Penyimpanan obat adalah standar pengelolaan obat dan sediaan farmasi yang diterima, menjaga agar aman (tidak hilang), bebas dari kerusakan fisik dan kimiawi, serta terjamin mutunya sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan cara mengumpulkan data dan menganalisis literatur ilmiah dan literatur terkait. Tahap penelitian kepustakaan terdiri dari reduksi data berupa menyunting dan meringkas untuk mendapatkan data inti pokok untuk penulisan, dilanjutkan dengan penyajian data yaitu menyajikan data dalam bentuk tabel deskriptif dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan, verifikasi dan review data yang diperoleh untuk menarik kesimpulan yang benar. Hasil Peneltian menyimpulkan bahwa Rumah Sakit Bhayangkara Manado 100% memenuhi persyaratan sedangkan Rumah Sakit Advent Manado 83,33% telah memenuhi persyaratan dan 16,67% masih belum memenuhi sistem penyimpanan yang sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Studi literatur bertujuan untuk mengetahui profil penyimpanan obat di gudang instalasi farmasi beberapa rumah sakit. Penyimpanan adalah kegiatan dan usaha untuk melakukan pengurusan, penyelenggaraan dan pengaturan barang persediaan di dalam ruang penyimpanan agar setiap kali diperlukan dapat dilayani dengan cepat serta dengan biaya yang sehemat-hematnya. Objek penelitian adalah penyimpanan obat di gudang instalasi farmasi rumah sakit. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi ruangan dan fasilitas penyimpanan obat di gudang instalasi farmasi beberapa rumah sakit telah menerapkan standar pengelolaan penyimpanan obat dengan persentase kesesuaian berkisar antara 77,78% sampai dengan 88,89%, sedangkan untuk kesesuaian prosedur penyimpanan obat berkisar antara 93,75% sampai dengan 100%.