ANALISIS MINIMALISASI BIAYA (COST MINIMIZATION ANALYSIS) LANSOPRAZOLE DAN OMEPRAZOLE PADA PASIEN GASTRITIS RAWAT INAP RUMAH SAKIT DIRGAHAYU SAMARINDA
Biaya perawatan kesehatan yang terus meningkat menuntut adanya analisis yang mempertimbangkan aspek efisiensi ekonomi dalam pengobatan. Gastritis merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi tinggi yang membutuhkan terapi efektif secara klinis sekaligus efisien secara ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya yang lebih minimal antara penggunaan lansoprazole dan omeprazole pada pasien rawat inap dengan gastritis di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda menggunakan metode cost minimization analysis. Dalam pendekatan farmakoekonomi, metode analisis minimalisasi biaya digunakan untuk membandingkan biaya dari dua intervensi kesehatan yang memiliki efektivitas klinis setara. Penelitian ini menggunakan desain studi kuantitatif dengan pengumpulan data secara retrospektif dan data dianalisis menggunakan analisis minimalisasi biaya untuk mengetahui biaya paling minimal antara biaya pengobatan lansoprazole dan omeprazole. Metode statistik digunakan untuk mengevaluasi perbedaan signifikan antar kelompok. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Analisis mencakup biaya tetap dan biaya variabel. Hasil menunjukan bahwa pasien dengan dengan terapi omeprazole merupakan biaya paling minimal dengan CMA per pasien Rp.2.495.987 dibandingkan dengan terapi lansoprazole dengan CMA per pasien Rp.2.512.812 yang memiliki biaya relatif lebih tinggi namun, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam biaya minimal antara pasien yang menggunakan omeprazole dan pasien yang menggunakan lansoprazole. Penggunaan omeprazole dan lansoprazole sebagai terapi gastritis perlu dievaluasi tidak hanya dari sisi klinis, tetapi juga dari segi efisiensi biaya.