Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Subjek: Sino-Nasal Outcome Test-22
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KUALITAS HIDUP PENDERITA RINOSINUSITIS KRONIK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANGLIMA SEBAYA TANAH GROGOT

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rinosinusitis kronik merupakan inflamasi persisten pada mukosa hidung dan sinus paranasal yang berlangsung selama 12 minggu atau lebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup penderita rinosinusitis kronik di RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot menggunakan instrumen Sino Nasal Outcome Test-22 (SNOT-22). Metode penelitian adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif selama bulan April-Mei 2026 di Poliklinik THT-KL RSUD Panglima Sebaya dengan jumlah sampel sebanyak 71 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. Data dianalisis secara univariat menggunakan software dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, persentase, dan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kelompok usia dewasa awal (26-35 tahun) sebanyak 24 orang (34%) dan didominasi pasien perempuan sebanyak 44 orang (62%). Seluruh responden (100%) memperoleh kategori kualitas hidup buruk berdasarkan penilaian SNOT-22 dengan skor dalam rentang 51-110. Berdasarkan nilai rata-rata setiap gejala, domain gejala hidung mencatat beban tertinggi dengan hidung tersumbat sebagai gejala paling dominan (4,38), diikuti produksi cairan hidung bagian belakang (4,20), cairan hidung kental (4,10), hidung berair (4,07), bersin-bersin (3,82), berkurangnya indera penghidu atau pengecap (3,76), dan perlu menghembuskan hidung (3,44). Pada domain gejala wajah dan telinga, nyeri atau tekanan pada wajah memiliki nilai tertinggi (4,21), diikuti pusing (3,97), rasa penuh pada telinga (3,56), dan nyeri telinga (3,35). Pada domain gangguan tidur, kurang tidur malam berkualitas memiliki nilai tertinggi (3,08), diikuti sulit memulai tidur (2,90), terbangun malam hari (2,62), dan terbangun lelah (2,15). Pada domain aspek psikologis, penurunan produktivitas memiliki nilai tertinggi (3,15), diikuti frustrasi atau mudah marah (3,01), kelelahan sepanjang hari (2,79), penurunan konsentrasi (2,76), sedih (2,14), dan malu (1,86). Kesimpulan penelitian ini adalah kualitas hidup penderita rinosinusitis kronik tergolong dalam kategori buruk dengan domain gejala hidung dan wajah memberikan beban paling dominan, sedangkan domain gangguan tidur dan aspek psikologis berkontribusi lebih rendah namun tetap memperburuk kualitas hidup secara keseluruhan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail