Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Suhu
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR GAMBARAN SUHU DAN WAKTU PENGERINGAN TERHADAP KADAR ANTIOKSIDAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia memiliki banyak sekali tanaman obat yang melimpah sehingga masyarakat umumnya memanfaatkan sebagai alternatif penyembuhan penyakit dan pola hidup sehat. Antioksidan merupakan suatu zat yang dapat menetralkan radikal bebas sehingga dapat melindungi tubuh dari penyakit dengan cara mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif yang dapat merusak sel. Radikal bebas berasal dari lingkungan contohnya polusi udara, sinar matahari, gesekan mekanik, suhu panas atau dingin, dan reaksi oksidasi yang berlebihan. Kerusakan sel yang diakibatkan serangan radikal bebas dari luar yaitu penuaan dini. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa antosianin golongan flavonoid yang dapat mengikat radikal bebas. Bunga telang berkhasiat untuk antioksidan, antidiabetik, antiobesitas, antikanker, antiinflamasi, antibakteri, antihistamin, imunomodulator, antibiotik, antiparasit, dan hepatoprotektor pada bagian kelopak bunga. Suhu dan lama waktu proses pengeringan dapat mempengaruhi kualitas, warna, dan kandungan senyawa aktif yang terkandung di dalam bunga telang kering. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui suhu dan waktu yang optimal pengeringan bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap aktivitas antioksidan yang dihasilkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Sistematic Literature Review (SLR) untuk mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesis informasi dari berbagai literatur yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil review terhadap 10 artikel yang dilakukan menunjukkan bahwa proses pengeringan dengan suhu terbaik yaitu 45°C sampai 60°C dan waktu selama 4 jam sampai 6 jam dengan menggunakan alat pengering food dehydrator, sedangkan untuk menghasilkan aktivitas antioksidan terbaik dengan proses pengeringan menggunkan oven sebagai alat pengering dengan suhu 50°C selama 7 jam yang menghasilkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 43,68 ppm yang dikategorikan kuat.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Kulit Buah dan Kulit Umbi Sebagai Indikator Asam-Basa Alternatif Alami Dengan Perbandingan Variasi Suhu Pengeringan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indikator asam basa alami dapat dibuat dengan mengesktrak bagian dari tanaman, seperti batang, daun, bunga, buah dan kulit buah atau kulit umbi. Antosianin merupakan sub-tipe senyawa organik dari keluarga flavonoid. Antosianin adalah pigmen larut air yang secara alami terdapat pada berbagai jenis tumbuhan. Kestabilan antosianin dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu transformasi struktur, pH, suhu, cahaya dan oksigen. Kadar antosianin akan menurun pada suhu 100oC karena terjadi degradasi pada antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu pengeringan pada kulit buah dan kulit umbi terhadap pembuatan indikator asam- basa. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental dengan teknik sampling yang digunakan adalah metode Purposive Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah kulit buah naga, kulit buah manggis dan kulit ubi jalar ungu. Sampel diperoleh dari pasar tradisional Kota Samarinda. Tahapan penelitian ini dimulai dengan determinasi tumbuhan, pengumpulan bahan baku yaitu kulit buah naga, kulit buah manggis dan kulit umbi jalar ungu, persiapan sampel, mengeringkan sampel dengan variasi suhu 30oC, 40oC, 50oC, 60oC, dan 70oC selama 8 jam, pembuatan ekstrak dari kulit buah dan umbi yang kemudian akan digunakan sebagai indikator asam-basa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi suhu pengeringan berpengaruh terhadap hasil kertas indikator asam basa alami. Kulit buah naga, kulit buah manggis dan kulit ubi ungu memiliki potensi untuk dijadikan indiktor asam basa alternatif dan ekstrak dari simplisia kulit ubi ungu yang dikeringkan dengan suhi 60oC dan 70oC memiliki potensi yang paling besar untuk dijadikan kertas indikator asam basa alternatif karena dapat memberikan hasil perbedaan warna ketika diujikan dengan larutan asam kuat, basa kuat, asam lemah dan basa lemah

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail