Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: enzim tirosinase
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Penghambat Tirosinase Pada Ekstrak Metanol Rimpang Temu Putih (Curcuma zedoaria)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hiperpigmentasi merupakan permasalahan kulit yang diakibatkan oleh peningkatan sintesis melanin akibat paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan senyawa yang mampu menghambat produksi melanin, salah satunya melalui penghambat aktivitas enzim tirosinase. Temu putih (Curcuma zedoaria Roxb.), khususnya pada bagian rimpangnya, diketahui mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai agen penghambat enzim tirosin dan mampu menghambat sintesis melanin pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penghambat enzim tirosinase terhadap ekstrak metanol rimpang temu putih dengan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 1000, 500, 250 dan 125 ppm yang ditentukan berdasarkan nilai Inhibitory Concentration (IC50) yang diperoleh dari pengukuran absorbansi ekstrak menggunakan alat microplate reader pada panjang gelombang 475 nm, sebagai pembanding digunakan asam kojat dengan konsentrasi 125, 62,5, 31,25, dan 15,627 ppm. Penelitian ini dilakukan secara in vitro menggunakan metode enzymatic analysis dengan L-DOPA sebagai substrat. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, penetapan susut pengeringan simplisia (10,67% ± 0,45%), pembuatan ekstrak dengan hasil rendemen yaitu 9,92%, penetapan kadar air ekstrak (12,93% ± 3,13%), dan skrining fitokimia (menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik/tanin dan saponin), serta penentuan aktivitas penghambat enzim tirosinase terhadap ekstrak ekstrak metanol rimpang temu putih berdasarkan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol rimpang temu putih memiliki aktivitas penghambatan enzim tirosine dengan nilai IC50 sebesar 296,076 ± 24,27 ppm, yang termasuk dalam kategori sedang, sementara itu hasil penelitian terhadap asam kojat sebagai kontrol positif menunjukkan aktivitas penghambatan enzim tirosin yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 12,495 ± 1,65 ppm.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Inhibisi Tirosinase Ekstrak Metanol Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum Theilade) Sebagai Agen Penghambat Hiperpigmentasi

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Melanin merupakan pigmen utama yang membentuk warna kulit, akan tetapi pigmen melanin yang diproduksi secara berlebihan dapat menyebabkan permasalahan pada kulit seperti hiperpigmentasi. Salah satu cara untuk mengatasi hiperpigmentasi yaitu dengan adanya penghambatan terhadap aktivitas enzim tirosinase yang berperan dalam pembentukan melanin pada kulit yang menyebabkan hiperpigmentasi. Jahe merah merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder flavonoid dan fenol yang berpotensi sebagai antioksidan dan inhibitor enzim tirosinase. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji potensi ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum Theilade) sebagai inhibitor enzim tirosinase yang digunakan sebagai bahan aktif pencerah kulit. Data yang didapatkan berupa data kualitatif dan kuantitatif yang dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pengumpulan sampel, pembuatan simplisa, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol, penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan penentuan aktivitas inhibitor enzim tirosinase dinyatakan dengan nilai IC50 menggunakan metode enzimatik secara in-vitro. Pengujian dilakukan dengan menggunakan asam kojat sebagai kontrol positif dan untuk mengukur absorbansi digunakan microplate reader. Berdasarkan hasil penelitian, uji penetapan susut pengeringan menunjukkan nilai sebesar 11,27 ± 0,12, sementara rendemen ekstrak metanol rimpang jahe merah yang diperoleh adalah 5,99%. Penetapan kadar air didapatkan nilai 9,03 ± 2,48. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa rimpang jahe merah mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, fenolik, dan triterpenoid. Selain itu, panjang gelombang yang diperoleh pada penelitian ini sebesar 475 nm. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol rimpang jahe merah memiliki aktivitas inhibitor tirosinase yang tergolong sedang dengan nilai IC50 sebesar 247,9048 ± 55,6930.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail